
Ke 5 cewe keluar dari kamar, menuju para pria. Tentu fast dan julo juga sudah berada disana,
"kapan balik?" tanya meta ke fast.
"baru kok" jawab fast,
"oh, siapa namanya?" lanjut meta sembari melihat ke arah yuli. Sintia melihat gelagat aneh meta langsung berada di depan dokter yuli,
"namanya kak yuli, kalo mau nanya sesuatu sama aku aja. Aku kan pacarnya" ujar sintia sembari senyum aneh.
"ceelah, cuma kenalan aja udah cemburuan" ejek meta dan juga rana,
"bodo" balas sintia malas. Yuli menggandenga tangan sintia dan berbisik,
"cemburuan banget" bisik dokter yuli.
"bukan gitu, kamu gak tau seperti apa meta. Takutnya keceplosan malah berabe" balas sintia, dokter yuli hanya mengangguk. Mereka melanjutkan bersantai,nisa lebih memilih untuk tak fokus dengan julo.
Melati sungguh kesal, fast tidak mengindahkan ancamannya. Dia meng-kode fast untuk bicara 4 mata,
"kalian pengen jajan?" tanya melati.
"boleh deh" ucap rana, satu-persatu mereka memberikan permintaan.
"trus sama siapa beli jajannya?" tanya rangga,
__ADS_1
"biar sama aku aja" balas fast.
"oh ok" lanjut rangga, fast pergi duluan keluar disusul melati.
Di perjalanan
"kenapa kembali?" tanya ketus melati,
"ini yang terakhir kali kok, besok dan seterusnya kita gak bakal bersama" jawab fast.
"kenapa harus besok tidak sekarang aja" balas melati,
"kalo sekarang kamu mau turun di jalan?" tanya balik fast.
"itu tinggal kamu, lagian kan kamu yang pengen antar. Kalo harus jalan aku gak masalah, turunin aja aku disini" jawab melati dengan nada sarkatis, fast menepikan mobil dan memberhentikan mobil.
"kalo gak mau ngantar harusnya dari awal saja" kesal melati. Melati berjalan mencari angkutan umum namun tak ada yang lewat, bahkan hpnya low dan mati. Mau gak mau melati terus berjalan sampe menemukan angkutan umum yang dicari,
setelah lama sekali berjalan akhirnya dia sampe ke penjual dagangan pinggiran. Beruntung karena kemauan teman-temannya berada di sana, setelah membeli dan mendapatkan semua pesanan melati mencari bentor. Menawar untuk cari harga yang pas untuk sampe ke rumahnya, setelah semua itu melati pun sampai di rumah.
"loh! mana fast?" tanya rana,
"mati" racau melati.
"huuusshhh,,,mulutnya" ujar nisa,
__ADS_1
"kirain di antar fast" kata meta.
"iya diantar trus diturunin di jalan" kesal melati,
"lu pasti buat dia marah" ngoceh meta.
"dianya aja yang baperan, kalo lu belain dia mulu. Lu aja yang nikah dengan dia" kesal melati.
"iiiiihhh,,,,,amin! awas lu kalo nangis" ejek meta,
"gak bakal" ucap melati dengan nada keras.
"udah,,,udah,,,yuk makan! biar gw yang nyiapin" nengahi sintia, sintia mengambil bawaan melati dan membawanya kedapur.
Melati duduk diruang tamu, masih ada dokter yuli dan rangga disana.
"kak rangga gak pulang dulu,,,?" tanya melati,
"apa aku diusir?" ujar rangga dengan nada jail.
"bukan kak,,,kasihan kk nungguin nih tuan putri bakalan gak pulang-pulang. Lagian kasihan kk gara-gara rana pekerjaan terbengkalai semua" penuturan melati,
"gpp kok! lagian kk juga senang apalagi bisa kenal dengan sahabat adek" balas rangga sembari tersenyum.
"iya soalnya mau kenalan sekalian cari pacar kan?!" ejek rana,
__ADS_1
"tau aja" balas santai rangga.
BERSAMBUNG