Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Seberani itu(2)


__ADS_3

"kayaknya udah tidur deh" ujar rana,


"ya terus gimana dong?" kata nisa menambahi. Sedangkan meta berusaha menelpon melati namun tetap tak dijawab oleh melati,


"ya udah coba telpon si fast" timpali sintia.


"emang siapa yang punya nmrnya fast?" kata nisa,


"emang fast siapa?" tanya rangga.


"dia itu tinggal 1 rumah dengan melati dalam artian mereka itu dikit lagi udah resmi" bahas rana,


"hhhhheehhh,,,sekarang sudah se-ekstrim itu?" kaget rangga.


"bukan seperti itu, toh lagian melati bukanlah perempuan gampangan. Sudahlah tak perlu dicemaskan yang penting gimana caranya kita masuk" ujar rana lagi, beberapa kali mereka mengetuk pintu. Beberapa selang waktu pintu terbuka dan yang membuka adalah fast,


"kapan sampainya?" tanya fast puta-pura ****.


"dari tadi siang, lagian lama banget sih kalian emang pada ngapain?" kata meta menggoda,


"hahhaha,,,kami tidak ngapain kok. Toh melati lagi tidur mungkin dikamarnya? apa sudah bilang sama melati?" bahas fast.


"iya tapi entah kenapa mala gak dibukanya pintu dari tadi" oceh meta,


"paling ketiduran karena lelah menunggu kalian" jawab fast.


"ayo kalian masuk" lanjut fast mempersilahkan mereka masuk, tanpa basa-basi mereka masuk dan langsung menuju kamar melati.


Sedangkan rangga duduk diruang tamu,

__ADS_1


Di depan kamar melati


Tok Tok Tok "say buka pintu" kata meta setengah teriak.


"mela, kita datang nih" bahas nisa,


"kalo gak keluar kita pulang deh yah" lanjut sintia. Tak berapa lama pintu kamar melati terbuka, melati berakting sangat baik.


Sebelum membuka pintu dia sengaja memakai make up tipis dengan mengganti pakaian tidur yang bermodel sedikit menantang pemberian dari fast, dengan niatan membalas perbuatan fast dengan cara membuatnya cemburu.


"sorry,,,sorry,,,ketiduran. Lagian kenapa lama banget kalian" ujar melati sembati mengucek matanya, tali baju tidurnya kendor sampai ke lengannya memperlihatkan leher melati.


"kalian duduk gih, biar kubuatin minuman" lanjut melati, mereka menuruti melati. Mereka duduk di ruang tamu bersama fast dan rangga,


Diruang tamu


"gpp nih kita nginap?" tanya sintia to the point.


'lagian kenapa bertanya kalo tetap menginap' rutuk dalam hati fast.


"yah gpp, mending kita tanya. Kalo pun gak setuju kita bakal balik pulang" ucap meta,


"iya kan ladies?" minta dukungan meta.


"bener" jawab rana, nisa dan sintia bersamaaan.


"kalian ini, gpp kali nginap. Emang kayak siapa aja" ucap melati sembari menaruh teh di meja,


"hahaha,,,iya iya,,,takutnya kita kalian gak jadi mesra-mesraan kalo ada kita" goda rana.

__ADS_1


"astaga, rana sejak kapan punya pikiran negatif kayak meta?" kaget melati sembari duduk disamping fast,


"yah kan sering bareng makanya pindah" ejek rana.


Sedangkan meta hanya tertawa kecut,


"baju lu berani bener" nyeletuk nisa.


"hehehhe" hanya itu yang melati bisa keluarkan dari mulutnya, syukurnya fast sedang memakai selimut! dia melepaskan selimut dan menyelimuti melati.


"jangan perlihatkan pada orang lain, padaku saja hanya boleh diperlihatkan" goda fast didepan semuanya, melati semakin tersenyum kikuk.


"pst! masalah kita belum selesai, akan segera mendapatkan balasanmu" bisik fast, melati tiba-tiba senyuman hilang dari wajahnya.


'dasar psyko' dalam hati melati merutuki fast,


"ehem" deheman rangga memecah keheningan.


"jadi aku juga harus ikut bergabung?" tanya rangga dengan senyum,


"tentu dong makin rame makin bagus" yang jawab malah meta.


"setuju" kata nisa,


"serah tuan ruma kalo gw" ujar sintia.


"bener kata sintia, gimana mel? fast? bolehkan?" bahas rana,


"boleh dong" setuju melati dan diiringi anggukan oleh fast.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2