
Hari berganti menjadi malam hari dan melati serta fast sudah siap untuk pulang, melati berada di dalam mobil.
"fast,,,,,ayo buruan!" teriak melati,
"iya" jawab fast sembari menutup pintu villa dan menguncinya. Setelah itu fast menuju mobil, mereka pun berangkat pulang ke rumah. Untuk sampai ke kota butuh waktu berjam-jam, belum lagi mengantar melati sehingga mereka sampai di depan rumah melati pukul 23:00.
"makasih" ucap melati,
"sama-sama, nyantai aja" balas fast. Melati turun dari mobil fast begitupun fast, melati mendekati fast. Saat mereka sudah saling dekat suara meta menegur mereka,
"kalian" kata meta. Spontan fast dan melati sama-sama menoleh ke sumber suara,
"meta" kaget melati. Disana bukan cuma meta tapi ada nisa, rana, sintia, dokter yuli, dokter dwi, julo dan rangga.
Melati mendekati meta,
"ini bukan seperti apa yang kamu pikir?" ujar melati merasa bersalah.
__ADS_1
"hhhhmm,,," jawab meta yang merasa sedih bisa dilihat dari senyum sedihnya,
meta melihat fast.
"kalo kalian punya hubungan pun aku gapapa, aku yang bakal mundur. Aku beneran gapapa" ungkap meta menahan air mata sekuatnya, meta meninggalkan mereka. Melati ingin mengejar namun ditahan fast,
"biar aku aja" katanya. Fast langsung mengejar meta, disisi lain meta berlari tanpa arah. Hatinya sakit, meski dia tau pacarnya adalah dirinya namun hatinya tidak untuknya. Tanpa disadarinya air mata yang ditahannya sedari tadi tumpah juga, entah sudah berapa lama dia lari. Kakinya sudah tidak sanggup lagi berlari, akhirnya dia berhenti di sebuah area menunggu bus antar kota. Dia terisak, bersyukur pangkalan lagi sepi tak ada yang lalu lalang.
Lebih tepatnya fast yang mengatur agar sepi, fast mendekati meta.
"maaffin aku" kata fast yang sudah disamping meta, meta hanya diam.
"kamu mau jujur apa enggak aku gak peduli, bagiku yang penting kamu masih pacarku. Aku yakin kamu sudah tau kenapa aku bersikeras padamu, tidak usah sok polos. Aku yakin orang sepertimu mana mau denganku! hanya aku minta padamu, jangan sampai ketahuan halayak apalagi ibu dan ayahku" penjelasan meta, meta berdiri.
"aku harap kamu mengerti" lanjut meta yang meninggalkan fast, fast bangun dan mengejarnya. Dia berhasil menahan meta pergi dengan cara memeluknya dari belakang,
"maafkan aku" ucapnya. Meta sendiri tidak tau apakah ucapan itu jujur atau ada maksud terselubung namun hati meta tetap sakit, dia kembali meneteskan air mata namun menangis dalam diam. Fast membalikkannya, mereka saling berhadapan. Fast memeluknya namun tak dibalas oleh meta, tak tau berapa lama tapi meta merasa sedikit nyaman walau hatinya perih.
__ADS_1
Kini mereka duduk di pangkalan menunggu bus,
"apa kamu yang membuat orang atau kendaraan tidak boleh lewat?" tanya meta.
"iya...agar tak ada yang melihatmu sedih! cukup aku saja" goda fast,
"hahahaha,,,bisa aja!! gak akan kemakan godaan, trik lama udah basi" ujar meta sembari tertawa.
"biarpun basi tapi masih bisa biat kamu ketawa kan gapapa" balas santai fast,
"iiiihhhh,,,dasar" kata meta.
"gimana?" tanya lagi fast,
"apanya?" malah balik nanya meta.
"siap pulang?" kata fast,
__ADS_1
"ok" jawab meta dengan senyum.
BERSAMBUNG