Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Tarik ulur, kini telah usai


__ADS_3

Setiap hari, fast selalu berusaha meluluhkan hati melati. Namun melati suka menarik ulur perasaan hati fast, walau dirinya sendiri mulai goyah karena pertemuan setiap hari dengannya.


Entah sudah berapa lama seperti ini terus, namun pada hari minggu entah kenapa fast mengunjungi rumah melati dengan membawa orang tua ikut bersamanya. Fast dan ortunya kini sedang berada di rumah melati lebih tepatnya ke 2 bapak sedang asyik menonton sembari menonton tinju, sedangkan mama-mama di dapur ditambah mawar yang bantuin di dapur. Sedangkan feri lagi asyik main ps dikamarnya dengan fast, seolah-olah perkumpulan keluarga yang sangat dekat. Merasa lelah, melati memilih keluar rumah. Dia melangkahkan kakinya tak punya arah dan tujuan, yang diinginkannya saat ini jalan sembari menenangkan pikirannya.


"ada apa dengan mereka, aku bahkan dilupain" kesalnya kepada orang rumahnya, saat itu tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata meta menelfonnya, melati mengangkatnya.


#percakapan telpon


"haloo..." ungkap melati,


"mel,,,,bisa ketemuan gak?" kata meta,


"hhheehhh,,,tumben, mau apa lagi lu" balas melati.


"gw gak bisa ngomongin ditelpon, aku hanya ingin bicara. Gak bakal gw apa-apain, gw janji. Bolehkan?" jawab meta, melati tak langsung menjawab. Dia masih berpikir apakah dia akan menerimanya,


"hallo,,,lu masih disana?" tanya meta.


"iya iya gw disini" balas melati,

__ADS_1


"jadi gimana? mau yah,,,pllliiisss hanya ngobrol doang" pastiin meta.


"ok ok,,,ketemuan dimana?" tanda setuju melati,


"gw serlock ke elo,,," ucap meta.


"ok" balas singkat melati, dia mematikkan panggilan telpon secara sepihak. Tak berselang lama, pesan masuk. Dilihatnya dan ternyata meta mengirimkan serlock, melati pun meluncur kesana.


Dia pergi dengan taksi online, syukur dia bawa uang jadi aman.


"pak! pergi ke jalan .....xxxxx" kata melati kepada pak sopir,


"lu dimana? gw udah nyampe..." kata melati,


"owh ok,,,tunggu gw disana" katanya lagi setelah itu dia mematikkan dan masuk kedalam kafe. Dia menuju lantai atas ke tempat meta berada, dicarinya dan menemukan meta di sudut dekat jendela.


"katakan, mau ngomong apaan? gw gak punya waktu basa-basi" ujar ketus melati, dia duduk menghadap ke meta.


"gw udah pesan kesukaan lo, burger dan milkshake serta pudding coklat" basa-basi meta, melati enggan untuk menyentuh.

__ADS_1


"tenang, gak gw kasih racun dan juga udah gw bayar. Anggap aja traktiran antar teman" sambung meta,


"hahaha,,sejak kapan kita berteman?" ujar judes melati.


"kita pernah berteman dan dekat" jawab santai meta sembari menikmati makanan yang dipesannya,


"sudah deh, stop bertele-tele...lu butuh apa dari gw?" ujar spontan melati.


Meta menaruh makanannya di meja,


"baik, tolong biarkan fast denganku" kata meta.


"lu sudah bahagia, kasihlah gw juga kebahagiaan yang sama dengan merelakkan fast untuk gw" ucap terkesan memohon dari meta,


"ckckck" tertawa remeh melati.


"ini penting buat hidup gw, ini satu-satunya kesempatan agar gw diterima dalam keluarga gw sendiri" ucapnya sembari menahan tangis,


"entah lu mau percaya apa enggak tapi gw bener-bener gak sedang akting. Tolong bantuin gw kali ini aja" ungkap meta.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2