Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Senyum-senyum sendiri


__ADS_3

Melati telah sampai di rumah dan udah lama nyampenya, dia duduk di teras sambil mesem-mesem sendiri. Mawar, feri dan tentu sang mama melihat bingung.


"pssst,,,kk kalian kenapa?" bisik mama ke mawar dan feri,


"gak tau ma, mungkin kesambet" racau feri.


"bangunin gih kkmu, mama gak tega liatnya" ucap mama,


"ok" seru ke 2nya. Mawar dan feri mendekati melati,


"1,,,2,,,,dooorrr" seru mereka ber 2 kagetin melati. Melati kaget dan sempat melompat dari kursi,


"hhhhmmmmm,,,,awas kalian yah!!!! kenapa? kalian butuh apaaaaa!!!!" kesal melati.


"gak butuh apa-apa dan gak kenapa-napa, hanya mama minta kita untuk bangunin kk" jawab feri,


"emang kk kenapa?" tanya bingung melati.


"dari tadi kakak mesem-mesem, mama liat kirain kk kesambet makanya mama minta kita bangunin kakak" jawab mawar,


"hhhhhaaaahhhh,,,,,ya udah deh yah! makasih mau bangunin" nyerah melati.


"emang kk mikirin apaan sih?" kepo mawar,


"paling mikirin kak fast tuh, kan tadi liat sendiri!! diantar kak fast" yang jawab malah feri.


"iiiihhhh,,,anak ini sudah pandai men just seenaknya" kesal melati sembari menjewer feri,


"aduh duh duh kak sakit" ujar feri yang meronta di jewer.


"lagian kamu sih ngoceh sembarangan" jawab melati sembari melepaskan jewerannya, feri hanya mengelus-elus telinganya.

__ADS_1


"aku laporin mama" racau feri, melati dan mawar hanya tertawa.


"anak ini" sambung mawar yang merangkul sang adik,


"dasar" ungkap melati yang ikut merangkul sang adik.


"gimana kalo kita beli es krim, kakak bayarin deh" sorak melati,


"mau mau" seru keduanya.


"mama juga mau" seru sang mama yang membuat mereka keget,


"kapan mama datang?" ucap melati sembari menengok sang mama. Begitupun kedua adiknya,


"eemmmm,,,gak tau mama!! lupa" jawab mama sembari cengengesan.


"udah yuk traktir eskrimnya" jawab mama semangat,


"bener kata kakak" jawab feri,


"iya iya setuju aku" balas mawar. Mama mengalah karena 3 lawan 1 yang menang adalah 3,


"ok" jawab pasrah mama.


"asyyikkk" teriak mereka,


"tapi uang jajan kalian mama potong" balas sang mama sembari menuju kedalam.


"iiihhhh,,,mama!!! curang" rengek mereka sembari menyusul sang mama, malam hari pun tiba.


"assalamualaikum" ucap papa,

__ADS_1


"walaikumsalam,,papa" seru ketiga anaknya. Lebih terkesan rengekkan.


"ada apa?" tanya papa bingung,


"mama jahat, potong uang jajan kita" rengek mawar.


"kok bisa?" tanya papa lagi,


"ini gara-gara kak melati sih" kata feri.


"loh kok aku?" ungkap melati,


"kalo kk gak bilang mama yang harus nraktir kita sekarang ini gak bakal kayak gini" seru feri sembari merengek.


"iya iya iya kk salah" balas melati,


"papa,,,,,tolongin" kata mereka sembari membuat ekspresi memelas. Papa yang gak tega akhirnya meng-iyani walau berat hati, mereka berempat menuju mama.


"papa,,udah ada mama tuh, ayo buruan ngomongnya" desak ketiga anaknya,


"bentar-bentar biar papa narik nafas dalam dulu" keluh sang papa.


"kalian kenapa?" nanya mama tiba-tiba,


"eemmm,,,janganlah kamu potong uang jajan mereka" ungkap papa ragu.


"lah kamu kan bisa nambahi kan!" balas mama, papa membeku sama hal ketiga anaknya. Mereka saling lihat-lihattan,


"gimana?" ungkap salah satu dari mereka.


"ya udah deh yah, kalian tau sendiri. Terima aja!!!! kalian taulah sendiri" jawab papa, mereka hanya bisa pasrah dan mengehela nafas panjang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2