
Semuanya mencari meta, bahkan menelponnya namun tak ada tanggapan. Jangankan tanggapan hp bunyi aja enggak,
"udah ketemu?" tanya melati kepada kelompoknya. Pada menggeleng,
"astaga" resah melati.
"kamu" bentak melati ke fast,
"sudah mel,,,gak ada untungnya marah-marah. Ayo kita nyari aja" relai rangga.
Melati pergi bersama rangga, fast hanya bisa diam sembari mengepalkan tangannya. Dilain cerita meta terus menangis dan kini dia sudah pergi sejauh mungkin dari kelompoknya, bahkan dia sudah tidak berada di lokasi yang sama.
#taman
__ADS_1
Hujan mulai turun, yang awalnya rintik menjadi deras. Meta masih duduk di tanah ber-alaskan rumput, dia menangis.
"aku gak kuat" ucapnya dlam tangis, semuanya lebur bersama hujan yang deras. Menemaninya menangis, seolah-olah kasihan.
Tak tau sudah berapa lama, yang pasti sudah semakin larut dan hujan semakin kencang. Terkadang angin menyapu dengan kencang, tapi meta tak berpindah. Sakit!! mungkin itu yang dia rasakan, walau sakit tapi tak berdarah. Itu yang parah,
"aku sudah gak kuat!! tak ada yang sayang padaku" teriaknya sembari menangis dengan kencang. Bersyukur semakin kencang dia menangis maka semakin kencang hujannya, seolah-olah membantunya untuk bersembunyi. Agar tak semakin terpuruk, lambat laun tangisan meta mulai mereda sama seperti hujan yang juga mulai mereda. Udara yang dingin seperti tidak dirasakan oleh meta, dia disitu sampai hujan benar-benar berhenti seperti tangisannya.
Semuanya sudah sangat cemas, untungnya mereka mensiasati dengan cara yang salah sebenarnya. Bilang kepada orang tua pada menginap di rumah rana dan untuk orang tua meta, itu tugas fast mencari alasan. Yang jelas! Apapun yang di bilang fast pasti orang tua meta percaya, semua bergantian menghubungi meta namun nihil. Setelah penantian dan percobaan terus-menerus, panggilan milik rana yang direspon.
"kamu yang kemana? dari tadi kita nyariin? kenapa pake di matiin sih itu hp" kesal sekaligus lega si rana. Yang lain juga lega akhirnya meta berhasil dihubungi,
"maaf, sekarang kalian dimana? biar aku kesana" kata meta.
__ADS_1
"gak usah biar salah satu dari kita yang jemput yah?!" ungkap rana,
"gak usah, buruan! semuanya disana kan?" balas meta.
"di rumahku, yaudah buruan kesini" kesal rana, meta memutuskan panggilan sepihak, mau coba di chek lokasi meta namun gagal karena langsung matiin kembali hpnya.
Semua menunggu dengan cemas, 1 setengah jam berlalu. Bel pintu berbunyi,
"pasti meta,biar aku aja" kata nisa. Dia menuju ke pintu, membuka pintu. Melihat meta dengan acak-acakkan bahkan pakaian yang kusut karena basah dan mengering di badan, semua menyusul nisa. Kaget melihat meta. Sementara meta hanya tersenyum tipis, wajahnya pucat dan tak ada tenaga disana.
"astaga! ayo kita ganti baju dulu" ucap sintia yang bernada rayuan lembut agar meta mau mengikuti perintahnya, meta hanya tersenyum. Dia masuk kedalam, saat melati mau menemani meta mengatakan.
"maaf aku hanya ingin ditemani oleh 1 orang saja tapi selain kamu melati" begitulah kiranya perkataan meta, yang pasti meta kini ditemani sintia. Mereka kedalam kamar setelah itu menemui yang lain, banyak pertanyaan ingin diucapin namun melihat kondisi meta yang seperti itu tak ada yang berani untuk bersuara. Mereka hanya mengamati.
__ADS_1
BERSAMBUNG