
"masih mending blak-blakkan beb, dari pada ketahuan busuk dibelakang" kata meta,
"iya iya kalian semua benar" kata melati pasrah. 10 lawan 1 yang menang pasti 10, apalagi soal bantah-bantahan yang dilawan mana perempuan semua.
"bilang saja sedang mengilah yah?" ujar nisa ejek,
"hehehe,,tau aja! iya nih soalnya mau fokus sekolah dulu... Untuk kedepannya gak tau yah" balas melati acuh. Saat itu juga julo, fast dan anak sekelas mendengar.
"tuan, kayaknya masih bisa dapat kesempatan" bisik julo,
"iya, syukurlah" jawab bisik fast bernada tenang dan gembira.
"pake siasat lain saja tuan, cara lembut! ikuti maunya" bisik lagi julo.
"tenang sudah kupersiapkan semua cara agar dia memaafkan sekaligus bersedia denganku" jawab fast,
'kamu tunggu, aku akan mendapatkanmu kembali' ujar dalam hati fast.
Tak terasa sekolah berakhir dengan bunyi bel pulang,
"mel, fast, ikuti gw ke kantor osis" kata sintia.
"ok" jawab melati,
__ADS_1
"baik" jawab fast. Sintia pergi lebih dulu, begitupun yang lain. Seperti sudah bersiasat bersama bahwa menjodohkan melati dengan fast, kini tinggal mereka berdua saja dikelas.
"dasar mereka yah, bisanya" ngeluh melati, saat itu fast sudah berada di depan melati.
"sini aku bantu" ujar fast, dia mengambil beberapa tumpukan buku tugas yang akan di setor ke ruang guru.
"makasih" kata singkat melati, mereka kemudian pergi menuju ruang guru.
Saat perjalanan itu
"mau kemana dulu?" tanya tiba-tiba fast,
"apanya?" malah tanya balik melati yang bingung apa yang telah diucapkan fast.
"oh" balas melati.
"yah tentu kepsek dulu dong" lanjut melati, tak ada lagi omongan lain. Berduanya jalan dalam diam, sampai ke kantor guru dan menaruh tugas dan buru-buru ke kantor osis.
"lu pada lama banget, banyak tau waktu gw kebuang" kesal sintia,
"iya maaf, namanya juga ngantar buku ke ruang guru dan lu kan tau kalo kantor guru dan kantor osis beda jalan dan jauh beb" kata melati.
"ya udah, nih! tolong yah" ucap sintia memberikan proposal dan melati menerimanya,
__ADS_1
"ingat map ijo punya pak kepsek dan yang biru untuk ortu fast" kata sintia mengingatkan.
"iya nona" balas melati geram,
"oh iya, gw pulang duluan kalo gitu. Sudah gak ada yang dibahas juga, bye" imbuh sintia yang buru-buru pamit tanpa menunggu balasan melati.
"yaudah, yuk" kata fast, melati hanya mengangguk dan berjalan lebih dulu kemudian disusul fast.
Sesuai permintaan mereka mengantar ke kepsek berada, ada sedikit drama disana. Tidak lain dan tidak bukan keterlambatan kepsek dan juga alasan molor datangnya, melati dan fast memaklumi namanya juga kepsek pasti ada kepentingan lain. Persetujuan terjadi, kini tinggal ke tempat kantor papa fast berada,
"kamu gak tegang kan?" kata fast menghawatirkan.
"haha" ujar melati dengan nada sarkatis,
"kalo gak bersedia biar aku aja yang antar, kamu biar aku antar pulang dulu" kata sopan fast.
"bawel banget sih lu, sudah kita bareng aja. Lagian tugas ini disuruh sintia dan untuk sekolah gw juga" jawab melati meremehkan,
"kok kamu ketus gitu, padahal aku menghawatirkanmu" ucap fast bernada sedih. Melati hanya menggosok mukanya dengan telapaknya dengan gusar,
"maaffin aku yah, mungkin mau pms makanya jadi suka marah-marah" ucap melati mencoba manis.
BERSAMBUNG
__ADS_1