
Sore hari pun menjelang, seperti biasa mereka berdua menghabiskan waktu dirumah. Kini melati sedang masak, sedangkan fast yang membereskan rumah.
"sudah matang belum?" tanya fast,
'dasar cerewet' gerutu dalam hati.
"iya dikit lagi bentar yah" jawab melati dengan ekspresi berbeda yaitu sedang berpura-pura baik, makanan yang dimasak siap namun sesaat kemudian fast yang entah sejak kapan berada dibelakang melati. Saat berbalik makanan yang dipiring tertumpah sedikit dan menimpa tangan melati, makanan yang masih panas itu membuat melati kesakitan namun syukurnya tidak dilemparkan waktu kena sedikit panasnya melainkan ditaruh di meja dekat peralatan masak.
"kamu terluka?" tanya fast dengan hawatir,
"gpp, lagian kamu sih kepan munculnya?! jadi kaget tauk" ujar melati yang mode manja on. Fast tersenyum dan mengambil tangan yang kena cipratan panas dan meniupnya,
"maaf yah lain kali aku gak akan mengagetkanmu, maukah memaafkanku?" ucap fast sembari meniup.
Sejujurnya jikalau tidak ada kejadian kemarin melati mungkin akan benar-benar baper, dari caranya memperlakukan melati! perempuan mana yang gak baper kalo diberi perhatian kayak itu. Melati gak munafik ada rasa baper muncul dalam diri namun lagi dan lagi ditepisnya, dia mengingat bahwa fast hanya mencoba mempermainkannya maka dia akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah fast lupakan.
Melati langsung menarik tangannya dari fast, begitu terlepas melati langsung membawa kembali piring yang berisi makanan untuk dimakan mereka berdua. Fast cukup bingung, sebentar dia perhatian sebentar lagi cuek tapi fast mencoba berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan mengikuti melati.
__ADS_1
Kini mereka makan dalam diam, jauh dalam fikiran fast ingin bertanya banyak hal pada melati namun diurungkan niatnya karena ekspresi yang dimunculkan olehnya nampak seperti seseorang yang lagi tidak ingin diganggu jadi fast hanya menghela nafas.
'sebaiknya jangan mengganggu singa betina yang lagi pms' dalam pikiran dan hati fast,
"setelah makan aku mau ke tempat nisa, bolehkan?" pinta melati.
"emang ada apaan disana?" tanya fast yang bingung,
"eemmm,,,ada masalah cewe sedikit sih!bolehkan yah?! cuma sebentar aja kok, janji deh" rayu melati. Karena sudah tidak tau mau menahannya dengan cara apa jadi fast hanya mengangguk sembari tersenyum,
"tapi aku antar yah, sekarang buruan gih mandi lalu gantian. Biar gak kemalaman ke rumah nisa" balas fast dengan teduhnya.
"biar aku saja yang beresin kamu pergilah mandi" titah fast. Melati dengan grecep mengikuti titah fast,
'kamu akan lihat sesuatu yang tak terbayangkan, aku akan segera memberimu pelajaran yang sesungguhnya' terlintas dalam hati melati.
Depan rumah nisa
__ADS_1
Ada yang membuat fast bertanya kenapa didepan rumah nisa ada yang lain dan juga seorang laki-laki disana,
"mel" kata fast,
"hhhmmm??" itulah jawaban melati.
"siapa dia?" ujar fast sembari menunjuk pria tersebut,
"owh dia sodaranya rana, namanya rangga" ucap melati kemudian.
"kok gak bilang ada cowo juga?" kata fast dengan nada cemburu,
"hehehe,,maaf namanya juga lupa. Yuk buruan masuk" balas melati dengan mesem-mesem dan sedetij kemudian meninggalkan fast menuju ketempat teman-temannya berada. Saat itu melati berlari dia memang sudah memperhitungkan semuanya, dengan jarak dan pose yang seolah-olah memang ketidak sengajaan dirinya terpeleset dan untung sesuai dugaan rangga menangkapnya agar tak bablas jatuh cium tanah air.
"kamu gpp?" tanya rangga sembari tetap memeluk melati, disana fast merasa darahnya bergidik marah. Melati sempat melihat sekilas dan tersenyum senang,
'ini belum seberapa, tunggu dan lihat saja' racau dalam hati melati. Melati bangun dan bukannya mundur malah mendekatkan dirinya lebih dalam ke arah rangga, bukan hanya rangga dan fast saja namun nisa, rana, sintia, meta dan bahkan ibu nisa syok dibuatnya akibat ulah melati.
__ADS_1
BERSAMBUNG