
"kamu kira bisa mempermainkanku!" kata fast, melati hanya membuang mukanya. Mereka sudah didalam mobil, melati duduk disamping fast.
"orang kaya enak yah, punya mobil dan sopir juga" ujar melati meremehkan,
"bukankah ini akan menjadi milikmu juga" kata fast santai.
"dalam mimpi" kata sarkatis melati,
"bisakah kamu melupakan semuanya, mari kita mulai dari awal" penuturan fast.
"tch,,,,bilang mulai dari awal. Apa penghinaannya juga akan dimulai lagi?! apa cemohoanmu dan ibumu akan aku rasain lagi! dalam mimpimu" balas melati kesal,
"pak,, tolong bawa saya pulang. Saya hanya ingin pulang" kata melati memohon pada pak supir.
"pak supir tolong keluar dulu sebentar" ujar fast, supir menuruti permintaan tuannya.
"kamu mau apa lagi sih? aku sudah pake kata aku dan kamu bukan gw lu lagi" ucap melati menahan marah,
"dengar, aku gak akan menyerah padamu. Akan aku buat kamu suka padaku" balas fast dengan menyentuh pipi melati perlahan. Melati menepis tangan fast,
__ADS_1
"bawa aku pulang" perintah melati. Fast hanya tersenyum, dia meminta supir masuk dan mengantarnya.
Dalam perjalanan tak ada omongan yang keluar, hanya suara mobil yang berderu. 'kumohon cepatlah sampai rumah' harapan dalam hati melati, melati sudah enek banget dengan semobil bersama fast. Saat itu hp fast berdering, dia menjawab. Entah apa yang diobrolkan namun dari obrolannya sepertinya keluarga yang 'mulia' ingin pertemuan dengan keluarga melati lagi,
"kamu sudah mendengarkan?" kata fast sembari menutup telpon dan memasukkan hp kedalam kantongnya.
"iya iya, antar pulang dulu. Mau ganti baju" balas melati yang acuh,
"gak perlu karena hari ini kita akan bersama dirumah, pak supir langsung kerumah saja" kata fast.
"ahahaha,,,kerumah. Oooo jadi sekarang sudah seistimewa itu, makasih yah tapi maaf gak mau dan gak sudi untuk ke tempat istana anda" jawab meremehkan melati, fast mencoba menahan amarah dengan mengepalkan tangan.
Fast menghembuskan nafas gusar, sedangkan melati berpura-pura tidak melihat. Entah berapa lama perjalanan berlalu, akhirnya mereka berhenti di sebuah komplek elit. Melati hanya melihat sekitar, mencari cara agar bisa kabur.
"kamu gak bakal bisa kabur" ucapan fast yang sepertinya mengetahui niat dari melati, setelah sampai di depan sebuah rumah supir menepikan dan memberhentikan mobil.
"makasih pak! kamu bisa meninggalkan kami" perintah fast, supir mengikuti dan meninggalkan melati dan fast berdua didalam mobil.
"ada apa?" tanya acuh melati, fast mengambil barang di jok belakang mobilnya.
__ADS_1
"pakai ini, aku akan menunggu diluar" ucap fast sembari memberikan kantongan ke melati, sehabis itu fast keluar dari mobil dan menunggu diluar.
"aku gak akan mengintip jadi cepatlah ganti" lanjut fast lagi, melati menyerah dan mengganti pakaiannya. Butuh waktu untuk mengganti pakaiannya,
"sudah belum?" tanya fast.
"aku gak ingin pake baju ini, terlalu terbuka" kata melati, fast geregetan membuka pintu mobil dan melihat melati dengan gaun pilihan dari sang ibunda. Dalam artian pakaian yang dipakai melati adalah salah satu mahakarya ibunda,
"cantik" kata fast senyum dan terpanah dengan melati.
"mata, awas mata. Mensing aku ganti saja" ujar melati mencoba membuka kancing gaunnya, fast tiba-tiba menimpa melati.
"segitunya tidak sabar yah" ujarnya dengan nada menggoda sedangkan melati menggeliat berusaha melepaskan diri,
"pindah" ujar melati berteriak.
"kalo kamu teriak malah semakin membuat orang-orang datang" kata fast,
"ok, gw diem tapi bangun dan jauh dari gw" ucap melati kikuk.
__ADS_1
BERSAMBUNG