
"lah lesu banget, ada apa?" tanya meta yang paling dekat duduknya dengan melati,
"ortu dan adik gw gak pulang kerumah" sedih melati.
"hhhaahhh,,, kok bisa" ucap rana yang mendengar hal aneh itu dari melati,
"ya bisalah,,buktinya kemarin gw ditinggal dengan fast dirumah sendirian" ucap melati. Syukurnya suaranya kecil dan hanya di dengar oleh rana dan meta,
"ada apaan sih?" kepo nisa. Rana bisik ke nisa,
"serius nih mel" ucapnya setelah mendengar perkataan dari rana.
"kalian gak aneh-aneh kan?" gelagat curiga meta,
"palelu mau aneh-aneh, ingat dia itu terikat jadi pengawal gw. Kalo pun dia berani, gak bakal hidup dia hari ini" marah melati. Sintia yang baru dari ruang guru pun langsung menyusul kearah teman-temannya berkumpul,
"mel, tolongin fast sana. Di kerumuni oleh anak cewe, gw liat nya kasihan. Dia gak bisa kemana-mana" ucap sintia santai.
__ADS_1
"kenapa gak lu aja" sebal melati,
"ya kali gw, entar sebutan gw SKSD" balas sintia ketus. Melati mengalah dan hanya menghembuskan nafas,
"emang dia dimana?" tanya melati.
"lorong belakang" kata sintia,
"astaga, disitu sepi" kaget melati.
"nah maka dari itu, gak sengaja liat. Lukan tau ce sekolah kita, sadis" tutur sintia,
"makasih" lanjut melati yang keluar menuju tempat fast berada, dia berlari sekuat tenaga. Setelah sampai dia memang menemukan para kerumunan ce yang menggila, saat akan disusul melati kesana. Para kerumunan membubarkan diri, melati tidak berhenti dia malah semakin berlari.
Entah mengapa hari ini lantainya licin atau sepatu melati yang licin membuat melati tidak bisa mengerem dan terus menuju fast, fast yang tau hanya senyum bahwa melati datang. Namun terkejutnya ia karena melati tidak kunjung memlambatkan laju dirinya, akhirnya mereka saling bertabrakan dan melati berada di posisi atas.
"maaf" kata melati sembari bangun namun masih menimpa fast, dia memegang kepalanya.
__ADS_1
"kamu gak apa-apa fast?" tanya hawatir melati, fast pun ikut bangun namun tumpuannya adalah siku tangannya.
"nona, saya tidak menyangka nona se aktif ini. Namun maaf saya tidak bisa, nanti tuan muda bakalan marah" ujar fast, sadar bahwa dirinya masih berada diatas fast! melati menggodanya, dia merangkulkan kedua tangannya di fast dan memajukan wajahnya. semakin mendekat, fast hanya diam. Melati mendekat ke arah telinga fast,
"eemmm,,punya kamu bangun. Dari yang aku rasa, ternyata besar juga" bisiknya. Sehabis itu melati bangun dan berdiri, diikuti fast.
Mereka berjalan menuju kelas, tak ada satu kata pun dari fast. Sedangkan melati yang melirik ke arah fast yang sedang kebingungan, tersenyum puas. Saat mereka berjalan, fast mendorongnya hingga mentok di dinding. Mengunci kedua tangan melati dengan satu tangan,
"nona, jangan coba untuk menggoda ataupun menjaili saya. Karena saya tidak akan segan sama nona, nona sendiri yang kasih ijin bukan?!" ucap fast yang terkesan santai namun penuh ketegasan.
Melati berusaha melepaskan dirinya namun usaha iti sia-sia karena faktor kekuatan yang berbeda, tidak hilang akal melati mengucapkan "kalo kamu nyentuh, siap-siap di depak". Itu berhasil membuat fast mengendorkan pegangannya, tanpa membuang waktu dita menaikkan lututnya dengan keras dan cepat. membuat pertahanan diri fast ambruk dan terjatuh,
"makanya jangan coba-coba denganku" ucap melati bangga. Saat dilihat fast menahan sakit, melati jadi tidak tega dan mendekat ke arah fast.
"sakit banget yah? bisa bangun dan berjalan? aku antar ke uks yah" ucap melati yang cemas dan merasa bersalah, sedangkan fast hanya memgegang bagian kehidupannya.
"nona harus tanggung jawab" kata fast yang terbata-bata karena menahan sakit,
__ADS_1
"iya, aku akan bertanggung jawab" balas melati.
BERSAMBUNG