
"boleh" kata meta dengan ganjennya, fast dan julo duduk disamping meta.
"kalian gak mesan?" tanya meta sumringah,
"eemmm,,,biar aku saja! tuan emmm maksudnya fast mau makan apa?" kata julo.
"samain aja" balas fast, julo pun ke tempat bu kantin untuk memesan.
Meta dan fast saling berbincang dan mulai kecium cemburu dari melati, meta dan fast menyadari dan dengan sengaja mereka lebih intens lagi. Melati berusaha menetralkan perasaannya, melati makan dengan lahap sehingga melati dapat segera ke kelas.
"beb,,,duluan yah! nitip bayarin aja, nih uangnya" kata melati ke sintia,
"tunggu, nih udah mau kelar" ucap rana dan nisa mempercepat makanannya. Melati menunggu diluar, saat berjalan ternyata seseorang menahannya. Melati melihat ke arahnya ternyata fast yang menahannya,
"dompetmu jatuh" katanya sembari memberikan dompet melati.
"makasih" balas melati dengan mengambil dompetnya dan lansung berjalan keluar kantin,
"maaf say, nunggu sintia bayar dulu" ucap rana.
"gpp, sin! udah? yuk" ucap singkat melati,
__ADS_1
"kok gw gak kalian tunggu sih, tega bener! katanya sahabat" ledek meta.
"ogah ah! lu lama, kalo kalian mau nunggu gpp biar aku yang ke kelas" balas melati sembari melihat ke arah teman-temannya,
"ya udah deh biar aku yang nunggu lu 3 jalan gih" ngalah rana.
"makasih, kita lanjut duluan" ungkap nisa,
"ok" kata rana.
Di dalam kelas
3 teman itu sudah berada dalam kelas, duduk bersama.
"enggak sayangku, hanya gak enak aja gangguin orang yang lagi ngapel. Serasa obat nyamuk aja, toh juga takut mereka risih karena tidak bebas karena ada kita-kita" penjelasan melati.
"ngelesnya bisa aja" nambahi sintia,
"bener tuh kata sintia" setuju nisa.
"serah lu pada deh" ngalah melati, tak berapa lama sejak perbincangan mereka meta dan tentu saja dengan fast serta julo masuk juga ke kelas.
__ADS_1
"ada apaan?" kepo meta,
"gak ada apa-apa" sebal melati.
"yaelah,,,,,,cemburu!" ejek meta,
"sama siapa?" tanya melati.
"sama gw dong" pede meta,
"atas hal?" ujar melati sembari senyum.
"dekat dengan fast dong tentu saja" ucapnya dengan nada kemenangan,
"pft,,,,kalo kamu mau ambil bekas yah silahkan! eeehhh tunggu dulu ada hal yang aku ingin beritahu padamu kamu benar-benar ambil bekaskuloh yah, semuanya sudah pernah aku sentu bahkan aku mainkan jadi aku harap kamu gak bermasalah" kata melati dengan santai.
Bukan hanya melati dkk yang mendengar namun sekelas dan beberapa orang yang mendengar menganga terkejut, sedetik kemudian meta kembali dari terkejuttannya.
"gpp, bukannya bekas itu bagus. Jadi barang antikkan! tenang aku yang akan membersihkan bekasmu" kata yang tak kalah membuat orang tercengang, melati yang tidak suka hanya senyum kecut. Sejak saat itu meta dan melati tak baik, mereka selalu berselisih paham.
Kini mereka semakin renggang, setiap hari kelompok melati hanya diisi nisa, rana, dan sintia. Sedangkan meta semakin lengket dan dekat dengan fast bahkan berendus kabar jikalau mereka sudah pacaran namun tidak tahu sejak kapan, itu membuat melati khawatir. Walau bagaimanapun meta, dia tetap sahabat melati. Melati tak ingin meta dipermainkan oleh fast, hari demi hari minggu demi minggu bulan demi bulan terlewati seperti itu hingga akhir semester persiapan penaikkan kelas pun datang.
__ADS_1
BERSAMBUNG