
Banyak yang telah berjuang didalamnya, banyak yang telah mereka persiapkan dengan banyak juga perubahan rencana namun hari jadinya tetap pada waktunya. Bersyukur mereka telah melakukan semua sesuai jadwal acara,
di belakang panggung
"sin, mana si meta?" tanya salah satu panitia.
"bukannya tadi sudah siap-siap?" kata sintia,
"gak tau sekarang kemana" balasnya.
"ya udah bentar gw diskusi dengan yang lain dulu, tolong kumpulin temen yang lain" jawab sintia dengan wajah menahan amarah. Semua dipanggil,
"ada apaan?" tanya rana.
"temenlu kabur" jawab emosi sintia,
"hhhhaaahhh,,,meta? astaga itu anak. Bener-bener dah nyusahin saja bisanya, jadi gimana dong" kata nisa, sebenarnya semua juga kaget.
"ya udah mel, gantiin yah" kata kak faisal,
"gw kak, idih ogah" jawab tegas melati.
"bantuin kk kali ini aja, kan gak mungkin dong kk yang gantiin. Ini acara pensi kk" ujar kak faisal.
Semua menatap memohon ke arah melati,
"ini aja kak, si sintia" balas dengan cepat melati.
__ADS_1
"gw udah ngelakuin semua ini loh, masa depan panggung mau gw embat juga. Ada-ada aja lu" jawab kesal sintia,
"yah kalo melati gak mau biar saya sama julo saja berdua" kata fast tiba-tiba.
"ya gak bisa gitu dong, kan harusnya tetep bertiga" ucap kak naysha,
"kan melati gak mau kak, ngapain dipaksa" ujar julo.
'awas lu julo, buat gw menderita' racau dalam hati melati,
"ok gw ngalah, yuk buruan. Udah ngaret 10 menit nih" nyerah melati.
Semua bersorak untuk melati, melati ke kamar mandi untuk mengganti pakaian, bersyukur ukuran meta pas dengan dirinya. Acara dibawakan dengan seru, banyak histeria disana dan juga dengan segala kegilaan.
"mel, makasih udah bantuin gw" kata sintia senang,
"lu emang teman paling baik" ujar rana.
"btw, si meta lagi pms. Perutnya kram makanya lari pulang" penuthran nisa,
"ya udah nanti kita jenguk aja" balas melati.
"meta minta maaf ke kita semua tadi pas lu diatas panggung" ujar kak maya,
__ADS_1
"iya kak, gpp kok. Lagian senang jadi tim penyukses acara ini, btw sudah gak ada lagi kan? gw pulang yah. Lelah nih, badan rasa sakit semua. Mana harus dipaksa pake hells lagi" ngeluh melati sembari memijit kakiknya.
"ya udah lu pulang aja dulu nanti biar yang lain yang beberes, fast tolong anterin melati pulang" kata kak fauzan,
"gak usah kak, bisa pulang sendiri" kilah melati.
"bawel" racau kak fauzan,
"sudahlah lagian jam segini harus ketempat pangkalan emang gak capek?" tanya kak faisal ngejek.
"hhehehhe,,,,iya makin capek sih kak tapi dari pada nyusahin" ngeles melati padahal sebenarnya emang mencoba menghindari fast,
"ya udah atau kk yang antar ya" ajakkan kak fauzan. Fast yang mendengar hal itu,
"gpp kak, biar aku aja" ujar fast. Ada nada cemburu disana, sedangkan melati hanya menatap keduanya dengan bingung lalu acuh. Fast pun memberikan bala bantuan dengan menopang si melati,
"emang lu kira gw patah kaki?" kesal melati.
"udah lepasin" jawab melati emosi, bukannya lepas malah semakin erat menopangnya.
"emang gak boleh bantuin? lagian jalan jangan lelet" racau fast,
"ini orang" kesal melati.
Melati tak tinggal diam saja, dia berinisiatif ingin mengerjainya yaitu mendekatkan dirinya lebih jauh namun hal yang sudah diyakini oleh orang lain selain melati terjadi. Fast membalas dengan mendekatkan wajahnya, hanya satu centi. Melati malu bukan kepalang sedangkan fast hanya senyum kemenangan.
BERSAMBUNG
__ADS_1