
Didalam kamar ada 3 kamar, 2 kamar terdiri dari 2 orang masing-masing sedangkan 1 kamar 3 orang. Kamar yang terdiri dari 3 orang sedang berkumpul semua disana tapi selain pria,
"say, gimana perkembanganmu dengan fast?" tanya meta sembari memakaikan masker untuk nisa dan juga sintia.
"gak ada perkembangan apapun" jawab melati sembari memakai masker,
"masa sih?" tanya rana sembari mengutak-atik hpnya.
"iya" kata melati,
"btw ada makanan apa?" tanya nisa.
"keripik di kulkas" jawab melati,
"temani say" kata nisa sembari menggandeng sintia.
"hhhhaaahhh,,,ok" jawab pasrah sintia, mereka berdua keluar kamar mengambil cemilan. 3 yang lain sibuk dengan dunianya masing-masing, tak lama kemudian mereka datang dengan cemilan dan 2 orang ria mengikuti mereka.
"ngapain kalian kesini?" tanya aneh rana,
"ya gpp pengen saja, lagian kayaknya seru juga kalo ngumpul" jawab rangga.
"bener banget" sambung fast, mereka berempat duduk di karpet dan membuat lingkaran.
"ayo kita main truth or dare" ujar meta semangat,
__ADS_1
"ok" jawab semuanya. Semua bermain tak ada yang luput dari permainan itu, sampai tiba saatnya giliran melati.
"truth or dare sayang?" tanya meta,
"truth" jawab melati.
"masihkah kamu punya rahasia yang gak kamu bagi dengan kami?" tanya sintia,
"ada" jawab singkat melati.
"udah yuk, aku ngantuk nih. Besok masih mau belanja aku" lanjut melati yang bangun dan tidur dikasur duluan,
"iiihhh,,,,gak seru" sebel nisa.
"bawel kalian! udah pada balik sana" oceh melati. Rana dan nisa 1 kamar, fast dan rangga 1 kamar sedangkan meta dan sintia tidur bareng melati.
Keesokkan hari
Melati bangun pagi, dia menyiapkan makanan dan membuat teh. Setelah semua masakan dan teh tersedia di ruang makan, melati membangunkan penghuni rumah. Semua bangun dan sarapan, setelah sarapan giliran sintia dan dibantu melati yang mencuci piring.
"hari ini, jadikan?" tanya melati,
"iya jadi" kata sintia.
"makasih selalu mendukungku" ujar sintia tiba-tiba,
__ADS_1
"hhheeehhh,,,makasih, aneh kayak siapa aja. Btw mama udah pulang belum?" balas melati sembari senyum.
"belum, kamu kan tau mama itu adalah single parent dan juga wanita karir. Dia selalu sibuk, katanya demi kehidupan kami" ucap sintia dengan nada sedih,
"sudah, gpp kan ada aku dan lainnya menemanimu jadi tenang saja" ujar melati selesai cuci piring dan mengeringkan tangan. Melati menepuk pundak sintia singkat serta senyum,
"aku mandi dulu" ucap melati sembari pergi kekamar mandi.
Mereka mandi secara bergantian,
"aku pergi sama sintia ke pasar, kalian nunggu aja disini. Kalo mau nitip sekalian" pinta melati sembari menulis belanjaan yang akan dibeli, tentu saja yang lain pun nitip.
"aku antar yah" kata rangga,
"gak usah biar aku yang antar" balas fast.
"gak perlu, biar sintia yang antar aja. Toh juga sintia bawa motor! udah yah,,,bye" kata melati sembari menarik sintia untuk buru-buru pergi dari sana,
"bye" balas semuanya.
Melati pergi ke pasar membeli barang keperluan, setelah itu mereka menuju ke tempat rumah prakter psikiater(Rs jiwa). Mereka masuk dan memakirkan motor, setelah masuk mereka ke tempat pendaftaran sekalian bertanya kepada suster yang jaga tentang dokter udah ada apa belum. Saat akan bertanya ternyata 2 dokter tepat dibelakang mereka,
"itu dokter dw dan dokter yuli dibelakang" kata suster sembari menunjuk kebelakang melati dan sintia. Sintia dan melati berbalik, sedangkan kedua dokter tersenyum ke arah mereka.
BERSAMBUNG
__ADS_1