
"mel, tungguin" ujar nisa yang mengejar melati. Mereka baru tiba di sekitaran sekolah belum memasuki area sekolah,
"buruan" teriak melati sembari melambatkan jalannya. Nisa pun mampu menyusul dan mereka memasuki area sekolah bersama bahkan menuju kelas pun bersama, saat lewat area ruang guru ternyata sintia baru keluar dari ruang guru.
"hey, bareng yuk" ucap sintia,
"ok" balas nisa dan melati.
"tumben pagi-pagi udah ke ruang guru. Emang ada apaan?" tanya melati,
"huuffftttt,,,,katanya sebelum ujian ada razia. Disuruh ngatur jadwal dan rapat osisi" keluh sintia.
"apaaaa! seriusan lu" kaget nisa,
"iya, serius gw! masa gw bohongin lu pada. Makanya nih gw bingung gimana buat nertipin kelas kita, lu sendiri tau paling sering kena razia kelas kita" ngeluh sintia,
"tenang! kita bakal bantuin kok" nyemangati melati.
"makasih" kata sintia dengan senang dan lega,
"tenang gak bakal kita biarin lu kena hukuman yang bukan lu lakuin gara-gara anak-anak pada bandel" kata nisa.
"iya iya! hidup mati gw ditangan lu pada" balas sintia,
"sip" ujar nisa dan melati hanya senyum. Mereka masuk ke dalam kelas, belum banyak yang datang baru terhitung beberapa teman kelas yang sudah hadir. Ternyata fast, julo dan meta juga hadir lebih pagi.
"nisa! sintia!" sapa meta dengan melambaikan tangannya, melati hanya melihat ke sintia dan nisa.
__ADS_1
"ke sana gih, kalian di panggil" ujar melati dengan senyum sembari menuju ke tempat duduknya, nisa dan sintia meng-iyani! mereka pergi ke meta.
"ada apa?" tanya nisa,
"buruan! jangan lama" ketus seperti sintia.
"gini bebebku kan ultah ku kan minggu depan, kalian gw undang! lu kan sahabat gw. Kalo mau ngajak melati juga gpp" ujar santai meta sembari bergelayut manja ke fast namun fastnya hanya diam,
"mending lu bilang aja sendiri" oceh sintia to the point.
"maunya sih gitu tapi lu sendiri tau gw dan si mel lagi musuhan" tanggap meta santai,
"salah lu lah! udah tau melati orangnya gimana tapi masih aja lu" tutur nisa.
"iya iya! tapi bantuin gw yah buat undang dia,,,plisssss!!!! lu kan sahabat baik gw" melas meta. Sintia dan nisa saling tatap dan hela nafas,
"rana mana?" tanya lagi sintia,
"nanti dia bakal nongol, tungguin aja. Udah nemenin gih melati! kasihan dia sendiri" kata meta.
"alah,,,,,alasan lu bilang saja mau mesra-mesraan lagi dengan fast" balas kesal nisa,
"tuh lu tau,,uudddaaahhhh,,,pada balik sana" usir meta. Sintia dan nisa kembali ke melati,
"kenapa kalian ngedumel?" tanya penasaran melati.
"tuh meta, buat kesal mulu kerjanya" balas nisa,
__ADS_1
"udah sabar! lu kan tau gimana meta, lagi bucin jadi wajar" ucap melati.
"syukur lu gak gitu sin!" kata nisa,
"loh! kok gw dibawa-bawa" kesal sintia.
"iya biarpun punya pacar tapi lu gak bucin" geram nisa,
"udah2" relai melati sembari kenepuk-nepuk punggung nisa.
"rana mana?" tanya melati lagi,
"paling telat! lu tau kan dia gimana" racau sintia.
"iyaya,,,tuan putri mah bebas" kata melati sembari tertawa kecil,
"nah tuh tau" jawab sintia. Orang yang diomongin muncul dengan rangga saudara kembarnya,
"panjang umur, baru diomngin udah muncul" ejek nisa.
"kalian yah. Sahabat sendiri malah diceritain" kesal rana sembari duduk disamping sintia,
"lagian lu lelet" kesal nisa.
"ingat,,,,tuan putri mah bebas" blak-blakkan sintia, melati dan nisa tertawa namun rana hanya ketus.
BERSAMBUNG
__ADS_1