Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Kesal


__ADS_3

Melati sudah berada diluar hotel, duduk di pinggiran hotel.


"kalo memang gak niat kenapa harus diundang" racau melati,


"memangnya dia siapa, mentang-mentang orang kaya seenaknya. Kalo tau orangnya bakal aku pites ku jadiin rempeyek" lanjut melati emosi.


"maafkan anak tante yah melati" ucap tante rahmah yang ikut duduk di pinggir hotel,


"anak tante rahmah pasti sibuk, maklumi saja nak" titah ibu.


"ma, aku gak mau sama orang yang gak bisa menuhi janji" bantah melati,


"iya udah deh gini beri anak tante 3 bulan saja, untuk nyelesain semua. Kalo sampe 3 bulan belum kelihatan, kita batalin saja gimana?" ujar tante.


"beneran nih tante? gak sedang bohongin aku kan?" tanya melati curiga,


"bener dong, tante gak akan bohong. Tante penjaminnya" ujar tante rahmah.


"tuh nak, ikuti saja" timpali oleh ibu, merasa gak enak karena tante rahmah yang jadi penjaminnya! melati pun setuju. Mereka kembali kedalam ketempat para suami dan 2 adik melati berada,


"gimana?" tanya om harun pada istrinya.


"udah aman kok" balas tante rahmah,


"baguslah kalo begitu, tapi sebagai rasa bersalah dari kami. Setiap anggota keluarga akan saya suruh pengawal untuk jadi pengawal kamu dan keluarga no" pungkas om harun.


"gak, gak mau" ujar feri dan melati bersama,


"maaf yah, kalian" kata ibu kepada melati dan feri dengan nada emosi yang ditahan.

__ADS_1


"gpp, bukan sekarang kok! saya kasih waktu 1 minggu dan untuk mu no, kamu bisa kerja ditempat saya. Jadi rekan saya" sambung om harun,


"eehhh,,,gak usah kak harun. Saya masih bisa dan masih mau di tempat saya kerja" bantah ayah.


"tolonglah terima, sebagai rasa bersalah kami" kata tante rahmah,


"jeng pasti paham kan?!" tambah tante rahmah.


Dari semua yang terjadi, akhir dari keindahan ini berubah menjadi kesuraman. Hari ini berlalu dengan gak indah, berganti dengan keesokan hari.


Di ruang makan


"ini semua karena ayah" kesal melati,


"tau nih papa" kesal feri.


"iya papa salah, maafkan papa yah nak" ujar ayah dengan bersalah,


"ini gara-gara kk sih" kata mawar menyalahkan melati,


"kok kk! itu salah ayah dong" bantah melati.


"melati,,,mawar,,," ucap ibu dengan nada penekanan dan juga tatapan membunuh, semua kembali makan dengan tertib.


Di sekolah


Dalam kelas


Melati duduk dengan lesu, membenamkan mukanya dengan tangannya. Meta, nisa, rana, sintia melihat melati dengan bingung,

__ADS_1


"kenapa si melati, sin?" tanya meta.


"gak tau juga, aku saja baru lihat dia(melati)" kata sintia,


"kenapa say? kok lesu?" ucap nisa.


"iya, paling yang dirumah" tebak rana,


"kalo gw nebak sih bantah-bantahan sama mawar dan dibentak sama nyokapnya" ujar santai meta.


"sepertinya" kata nisa dan rana bersamaan,


"kalian bisa tenang, gak sih. Bentaran doang" ujar emosi melati.


"jangan galak dong say" ujar meta,


"belum disuntik rabies nih anak" ejek rana.


"awasloh nanti digigit" tambah ejek sintia,


"ikut galak juga nanti" lanjut ejek nisa.


"serah lu pada deh" nyerah melati,


"gitu aja ngambek" balas sintia.


"iya nih" sambung meta,


"emang ada apaan?" tanya nisa.

__ADS_1


"ceritakan ke kita" sambung rana dan diangguki oleh yang lain, melati pun mengalah dan menceritakan semuanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2