
Pulang ke rumah
Melati membuka pintu betapa terkejutnya ibu,ayah, dan kedua adiknya telah dirumah. Melati langsung memeluk dan minta penjelasan dan jawaban dari sang ibu, ayah, dan 2 adiknya sama yaitu om harun dan lupa untuk memberi kabar, soalnya buru-buru. Namun yang masih dalam benak melati adalah kenapa sampai malam tiba tidak mengabari, ingin rasanya melati peepanjang tapi diurungkan niatnya! toh orang rumah beserta semua pekerja dari om harun udah balik. Itu yang terpenting,
"nona, saya akan sekolah bareng nona dan juga kak fast" kata julo.
"hhhheehhh! maksudnya gimana?" tanya melati memastikan,
"saya akan bersekolah kembali" jawab julo.
"sudah mama dan papa ijinin dan juga mawar tak bermasalah dengan itu. Begitupun pak harun" bela ibu,
"ya udah kalo gitu, yang penting di sekolah jangan nyusahin gw" jawab melati.
"siap nona, aku harap kita jadi teman yang baik" kata julo,
"bukan harapan tapi harus, kamu mengerti melati" ancam ibu.
"iya ibu" jawab pasrah melati, sedangkan ayah dan 2 adiknya tertawa dalam diam.
Dalam seminggu ternyata julo pun bersekolah ditempat yang sama dengan melati dan fast, yang anehnya mereka satu kelas. Awalnya melati murka namun seiring berjalannya waktu melati terbiasa dengan mereka berdua tak terasa mereka sudah 3 bulan bersekolah bersama, seperti sekarang saat pembagian kelompok kesenian budaya melati, nisa, julo, fast, dan cristo 1 kelompok. Dan bersykurnya teman dekat melati yang lain pun satu kelompok dalam kelompok yang beda dengan melati,
__ADS_1
"ok, mau buat karya apa?" tanya cristo.
"eeemmmm,,,batik? gimana menurut yang lain?" tanya memastikan nisa,
"boleh deh, setuju" ucap melati, fast, julo bergantian.
"baik! kalo gitu sampai sini dulu, istirahat kita akan bahas lagi" ucap cristo,
"ok" balas anggotanya bersamaan. Alasan mengahiri itu dikarenakan ada tugas individu yang harus mereka catat di buku tugas mereka,
"banyak banget! sudah tugas kelompok sulit, tambah tugas individu yang banyak" rewel nisa pelan kepada melati.
"ya mau gimana lagi? terima aja. Kalo protes malah bakalan nambah banyak tugas kita" balas melati tidak kalah rewelnya namun dengan nada pelan,
"gak butuh" balas ketus melati,
"ya udah! kita tulis dulu tugasnya, nanti dilanjut lagi gimana baiknya" relai nisa. Semuanya mencatat soal-soal tugas individu, tak terasa bel istirahat berbunyi.
"ok anak-anak sampai ketemu minggi depan" kata sang guru,
"iya pak guru" balas muridnya. Guru keluar kelas dan kelompok-kelompok mulai lanjut lagi berdiskusinya. Sedangkan kelompok melati hanya menuju kantin,
__ADS_1
"makan dulu, nanti habis makan. Balik kelas baru dilanjut lagi" ucap melati dan di angguki oleh anggota lain. Sampai di kantin mereka jajan dan kembali ke kelas membawa jajanan mereka masing-masing,
"kalo di indonesia baik banget kepada muridnya, beda dengan negara lain. Harus habiskan di kantin" tutur fast.
"makanya aku bersyukur jadi orang indonesia,
"begitupun kami" balas yang lainnya. Fast tertawa, sampai di kelas mereka membahas hal yang tertunda.
"mau kumpul dimana?" tanya cristo,
"di tempat nisa saja, soalnya kewasan dia dekat dengan pabrik kain dan batik" jawab melati.
"gimana nisa?" tanya cristo memastikan,
"ya udah gpp" kata nisa.
"tapi maaf kalo rumahku kecil" lanjutnya,
"apaan sih nih anak! gak ada hubungannya dengan bentuk rumahmu, jadi jangan berkecil hati" ujar melati. Itu dapat membuat nisa terharu,
"aku berteman denganmu bukan dari rumahmu tapi karena kamu nisa" tambah melati. Membuat nisa menangis bahagia, melati memeluk nisa dan mengatakan "aku senang dapat teman kayak kamu" dan balasan dari nisa "aku juga, makasih mau jadi temanku". Kedua teman itu hanya tertawa bahagia,
__ADS_1
"jangan mewek" pinta melati.
BERSAMBUNG