Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
dan sekarang muncullah setannya


__ADS_3

Sedang asyik bincang-bincang atau lebih tepatnya fast yang ngomong dan melati hanya balas beberapa yang menurutnya pas untuk dibalas datang meta mengagetkan mereka,


"iiiissshhhh,,,ngobrol seru aku dilupain" katanya sembari memeluk fast dari belakang. Fast yang menerima itu hanya senyum,


"ccciiiieee,,,udah jadian yah?" basa-basi melati.


"enggak" bantah fast yang langsung melepaskan pelukan meta darinya, meta hanya senyum ketus


"mel, bukannya udah direlain nih si fastnya?! kok kamu kayak gitu?" ucap meta.


"kayak gimana yah?" tanya melati bingung,


"sorry!!! bukan aku yang ngejar, coba aja tanya lawan bicara saya" balas kemudian melati yang sudah sadar apa yang dimaksud meta.


"fast!!! kayaknya pacar kamu tuh cemburu, mending selesaikan dulu deh maslah kalian. Jangan bawa-bawa orang lain dalam keretakan masalah kalian" ungkap melati sembari menepuk pundak fast dan senyum tipis(senyum ngejek), melati mau pergi namun tangannya ditahan oleh tangan fast.

__ADS_1


"meta, aku nganggep kamu itu teman jadi jangan keterlaluan" ujar fast sembari menarik melati keluar acara menuju lahan parkir, sedangkan meta hanya senyum pahit.


Melati yang melihat meta hanya bisa memainkan rambutnya dan menyatakan tanpa bersuara "sorry" dan pergi bersama keheningan pesta,


"sintia, ayo kita keluar juga" ucap tiba-tiba kak yuli.


"ok" balas sintia yang langsung kena tarik dari yuli, yang menyisakkan rana dan nisa yang didalam pesta.


"asyiknya kalo punya gebetan" kata rana serasa paling ngenes karena harus tetap di acara,


"nisa mau keluar, yuk bareng" ucap rangga.


"ok" balas nisa sembari jalan beriringan dengan rangga, dan begitupun dengan rana jarak beberapa lama julo membantunya keluar dari acara.


Skip time

__ADS_1


"udah keluar acara nih!! udah gak usah narik-narik lagi sakit tau" kesal melati sembari berusaha melepaskan diri dari fast, namun apalah daya tenaga yang lebih adalah fast. Melati yang sudah capek membuang paksa tangan fast yang membuat fast melepaskan tangan melati akibat besarnya tolakan yang diterima fast,


"cukup, gw capek" benta melati.


"sama lu tuh hidup gw udah sangat SURAM, lu datang ke kehidupan gw membawa dunia yang awalnya terang menjadi mending bahkan terkesan gelap" bentak melati.


Fast menarik dan mendekap melati, spasi mereka hanya beberapa jengkal. Kirain melati bakal di cium namun eskpektasi melati salah fast berlutut dihadapan melati dan menunduk ada suara lirih tangisan disana, seumur-ukur melati dia tidak pernah mendapatkan pria menangis. Ayahnya pernah berkata "kalo laki-laki menangis di depanmu berani dia tulus, karena dasarnya laki-laki tidak bakal menangis ke sembarang orang", melati berjongkok di depan fast.


"ngapain sih elu? mau minta maaf? udah gw maafin kok tapi sorry banget gak bisa untuk nerima elu lagi" ucap melati, fast hanya diam tak memberikan respon apapun. Merasa gak enak hati melati mencari cara agar fast gak sedih dan gak berlutut lagi melati memeluknya dan mengelus secara perlahan terus menerus kepala fast,


"udah yah! yuk kita pulang. Bagaimana kalo jenguk tantenya sekarang aja" kata melati. Syukurnya itu membuat fast merespon,


"ok" jawabnya singkat. Melati melepaskan pelukan dan fast yang langsung berdiri, dari penglihatan melati walau samar melihat wajah fast tapi ada semburat kesedihan di dalamnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2