
Semua murid mengerjakan tugas dengan porsinya masing-masing,
"mel" kata rana tiba-tiba.
"hhhheeemmmm,,apaan?" tanya melati,
"sebentar temani yah" kata rana.
"nyuruh si nisa saja noh" balas melati,
"sorry ayangku, ada kegiatan keluarga" ujar nisa.
"noh coba sintia atau meta?" lanjut nisa,
"enggak deh yah, mau kegiatan osis" balas sintia.
"sorry rana! mau eskul, jadwalnya hari ini sehabis pulang sekolah" lanjut meta,
"tuh mel, dengerkan?! hanya dirimu yang senggang. Mau yah? tega bener kalo gak mau"ujar rana.
"iya tapi ikut caraku loh yah" balas melati,
"ok deh" tanda setuju rana. Melati melanjutkan makan bung-bung, saat setengah gigitan fast mengambilnya dan memakannya. Bukan hanya melati yang syok namun temen kelas yang lihat pun terkejut,
"apa ada yang salah nona?" tanya fast dengan menaikkan alisnya.
"iya salahlah soalnya main ambil aja bekas gigitan melati seperti ciuman tak langsung tau dan lagian jorok" kata salah satu siswa,
__ADS_1
"gpp, palingan si melati senang cuma pura-pura sebal" ujar salah satu siswa lainnya.
Mendengar itu, melati melihat kearah siswa yang berceletuk paling akhir dengan tatapan membunuh.
"apaan! ulangi" kesal melati,
"nona sudah"usaha fast mencoba menenangkan melati.
"ini juga salahmu" geram melati kepada fast,
"maaf nona, saya benar-benar tidak bermaksud" ucap fast. Tatapannya benar-benar menyesal, melati hanya menghembuskan nafas pasrah dan menyenderkan jidadnya di meja.
"nona,," ucapan fast terpotong,
"berisik, bisa diam gak sih. Diam bentar yah" kata melati.
"fast, bisa aku duduk disitu?" tanya meta, fast bangun dan memberikan meta duduk dibangkunya.
"dasar" kata melati sembari tertawa. Meta ikut tertawa dan memeluk melati, melati bangun dan membalas.
"tumben, inget kalo gw temen lu" kata melati,
"astaga, nih anak perusak suasana" balas meta. Mereka meng-akhirinya dengan tawa,
"sudah ngerjain tugas?" kata meta pada melati.
"udah, owh gw tau. Lu baikkin gw kareba mau nyontekkan? tau banget deh" ucap melati,
__ADS_1
"gitu banget" balas meta.
"tapi emang kenyataan kan?" ujar melati,
"tau aja, pinjam yah" tutur meta dengan mode baik.
"nih ambil" kata melati sembari memberikan kepada meta,
"makasih" balas meta.
"udah buruan" ujar melati, meta pun kembali ke bangkunya. Begitu juga dengan fast,
"senang yah punya teman yang seperti teman-temanya nona" ujar tiba-tiba fast.
"gimana?" tanya melati,
"melihat keakraban sakaligus keunikkan mampu membuat segala perbedaan dalam kesatuan" kata fast.
"bingung gw, lagian kalo ngomong itu yang dapat dimengerti napah!" balas melati sedikit emosi,
"maksud saya, siapapun yang melihat nona dengan temen nona bakal iri" ucap fast.
"kalo iri bagus dong, biar siapapun yang lihat pun bertekad cari teman yang seusai dengan dia dan juga untuk mereka jadi diri sendiri" balas melati,
"itu kan pikiran nona, tapi kalo menurut saya! nona salah. Karena hanya menimbulkan opsi ingin cari yang sesuai dengan kalian" cerca fast.
"kalo itu yah resiko ditanggung penumpang sendiri" acuh melati, sedangkan fast hanya senyum. Melati melihat senyumannya hanya membalasnya dengan senyuman juga, melati bersiap mau bangun dari kursinya namun tangannya ditahan oleh fast. Mau gak mau melati duduk kembali ke bangkunya, fast mendekat dan berbisik
__ADS_1
"seandainya saya bukan ajudan nona, saya sudah pasti jatuh hati pada nona dan mungkin akan mengejar nona"
BERSAMBUNG