
Keesokan hari
"mel kamu gak sarapan dulu nak?" tanya ibu yang melihat melati akan keluar rumah dengan pakaian lengkap sekolah,
"enggak deh ma! aku jalan dulu, war! fer! yuk kk anter. Sudah lama kita gak sekolah bareng" lanjut melati.
"ok, tunggu kak" jawab feri yang buru-buru menghabiskan bekalnya,
"iya kak tapi kk sarapan dulu! biar ada tenaganya" kata mawar.
"enggak usah kk lagi buru-buru, ma, pa, assalamualaikum. Yuk dek, mawar! kk tunggu di depan yah" ucap melati sembari pamit, melati pergi terlebih dahulu keluar sedangkan feri menyusul dibelakang.
"mawar, bawakan kk mu roti ini biar dia makan dijalan" ucap ibu,
"ok ma! aku jalan dulu, assalamualaikum maaa,,,,paaa" ujar mawar sembari mengambil roti untuk melati. Mawar pun menyusul,
"udah! yuk" kata melati yang melihat mawar dan berjalan lebih dahulu.
__ADS_1
"kak tunggu" ucap feri berlari mencoba menyusul melati, sedangkan mawar hanya ikut berlari tanpa berkata.
Dalam perjalanan ternyata ada fast yang menunggu di perempatan jalan, melati yang melihat fast hanya melewatinya.
"tunggu, feri dan mawar! kk yang antar yah" kata fast,
"ok deh kak" ucap mawar semangat. Sedangkan feri hanya terus menatap melati yang berhenti berjalan namun masih memunggungi mereka bertiga,
"kalo mawar dan feri maunya diantar kak fast, kk duluan" kata melati.
"kalo kk gak ikut aku batal saja ya, maaf kak fast kami pergi dulu" ucap mawar pamit dan juga feri. Melati jalan duluan disusul mawar dan feri, kini mereka jalan bersama.
"kak ini mama minta kk untuk makan" kata mawar sembari memberikan roti yang berbungkus ke melati,
"mama cemas dengan kk yang gak sarapan, setahu kami kk kan suka maag" lanjut feri. Melati mengambil dan berucap "makasih yah dek", kini mereka sudah sampai disekolah si mawar. Mawar duluan masuk kedalam sekolahnya, tidak jauh dari sana sekolah feri. Melati dan feri juga menuju sekolah feri, sama halnya denga feri juga masuk ke sekolahnya sedangkan melati harus putar balik karena sekolah melati berarah sebaliknya dan harus menunggu angkot buat ke sana.
Setelah sampai di pinggir jalan besar tak lama berselang angkot menepi dan melati naik, ternyata ada fast yang duduk di samping pintu. Karena takut telat melati mau gak mau harus naik, dan harus juga duduk disamping fast. Angkot pun melaju, melati tidak menganggap fast seperti orang yang saling tidak mengenal. Fast hanya diam, setelah angkot melaju tidak berapa lama melati memberhentikan angkot dipemberhentian dirinya mau turun. Melati membayar namun ditahan fast,
__ADS_1
"biar aku saja" kata fast. Melati hanya senyum dan melepas paksa genggaman fast dan pergi duluan, setelah fast bayar diapun menyusul melati. Emang kalo laki-laki kuat itu mampu menyusul, fast kini sudah jalan beriringan dengan melati.
"maaffin aku yah" kata fast, sedangkan melati hanya acuh. Fast menahan tangan melati dan lagi-lagi melati hanya diam namun berusaha melepaskan diri dari fast,
"aku mohon jangan cuekkin aku" ucap fast.
"maaf yah apa sebelumnya kita saling kenal" itulah balasan dari melati,
"bisakah kamu melepaskan saya, saya sudah sangat telat" lanjt melati. Fast masih tidak membiarkan melati lepas malah fast menggendong bak tuan puteri, sedangkan melati terus menerus berontak.
"jika kamu seperti itu jangan salahkan aku akan begini terus sampai sekolah, apa kamu mau?" ancam fast, membuat melati diam.
"bagus, aku akan turunin kamu" lanjut fast, sedetik kemudian dia menurunkan melati,
"ada yang ingin aku bicarakan" ucap fast.
BERSAMBUNG
__ADS_1