
Hari h pun tiba
Seperti yang direncanakan fast dan akan digagalkan oleh melati, melati tiba ditempat pertemuan dan membawa meta. Yang bergaya bukanlah dirinya melainkan melati, mereka berdua menunggu. Tak berselang lama orang yang ditunggu pun tiba,
"maaf yah tadi macet,,,," ucapan fast terputus mana kala pakaian yang diberikan untuk melati dipakai oleh meta sedangkan melati memakai pakaian kasual yang biasa.
"apa-apaan ini!" ujarnya setengah berteriak, meta melihat ke arah melati.
"gpp!! biar aku yang tangani" ucap pelan melati ke meta,
"fast,,,," sepersekian detik kemudian.
"aku gak peduli!!!" bantah fast,
"ayo kita bicara dulu" ucap melati sembari menarik fast. melati menariknya hingga keluar ruangan,
"apa yang ingin kamu katakan!! katakan saja" kata fast dengan gusarnya sembari melempar genggaman tangan agar terlepas.
"kasar banget" balas melati sembari memegang tangannya,
"lebih kasar kamu!!! ngapain kamu berikan pakaian yang aku kirim untuk kamu?" emosi fast yang mulai meluap.
__ADS_1
"aku gak bisa fast,,,(melati pun menceritakan kehidupan dan tuntutan ortu meta ke meta) kamu mengerti!? inilah alasanku tidak bisa. Lagian kamu memang lebih cocok dengan meta bukan aku" penuturan melati,
"kamu lebih peduli dengan meta, bagaimana denganku? apa sedetikpun tidak berubah?" tanya fast yang tiba-tiba merangkulnya dengan kuat.
"yang penting sekarang bukanlah perasaanmu tetapi temanku/sahabatku. Kamu tau sedihnya jadi dia" bentak melati,
"aku gak peduli!!! aku tanya sekali lagi apakah aku,,," kata fast dengan nada memuncak.
"enggak,,,enggak,," sambung melati, fast melepaskan rangkulannya.
"baik!! jika itu mau kamu, tapi harus kamu ingat ini. Aku ngelakuin ini untuk kamu, setelah resmi dengannya bersiaplah untuk menjadi selirku" ujarnya dengan tatapan yang tajam, fast pergi dengan gusar. Melati tertegun,
"dasar gila!!!! ********!!!!mana mau aku dijadikan selir!!!!" ucap melati marah dan menangis,
"hallloooo...." ucap melati,
"akan aku bantu tapi ingat kata-kataku atau jangan harap meta merasakan kehangatan seumur hidup" ancam fast lewat telpon. Dia mematikkan telponnya secara sepihak, melati semakin menangis.
"dasar ********,,,," ucapnya pelan,
"maafkan aku meta,,,maaf,,," lanjutnya lagi. Entah berapa lama melati dengan posisinya hingga hujan mulai membasahi bumi, fast dan meta keluar.
__ADS_1
"eehhhh,,,kok melati basah-basahan disana? yank,,,,,,aku bantuin melati dulu yah. Kasihan dia kedinginan" ucap meta ke fast,
"hhhmmm,,,tapi jaga kondisimu sendiri" kata fast dengan lembut sembari mengelus kelapa meta. Meta tersenyum,
"aku tunggu di mobil!! biar kita antar melati pulang" ucap fast namun pada saat menyebut kata melati ada maksud terselubung yang hanya diketahui olehnya.
Meta mengangguk tanda setuju, fast menuju mobil. Meta mendekati melati,
"mel,,,ngapain kamu disini? hujan nih? entar masuk angin..." ujar meta sembari membantu melati berdiri. Melati berdiri,
"kamu nangis?" tanya meta.
"iya,,,,aku nangis karena bahagia kamu jadian dengan fast" bohong melati, meta memeluk melati.
"makasih...makasih...kamu memang temanku yang paling mengerti" ucapan tulus meta membuat melati semakin tersayat hatinya,
'maaffin aku,,,maaffin aku,,,,aku memang teman yang jahat' dalam hati melati.
"udah ah, sedih-sedih mulu! yuk pulang, biar aku dan fast yang antar kamu" ujar meta, saat akan ngomong sudah di tahan oleh meta.
"kali ini aja, sebagai tanda makasih aku ke kamu!!!! gak ada kata tidak" titah meta, melati hanya mengikuti meta dan menuju ke mobil fast.
__ADS_1
BERSAMBUNG