Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
pagi yang cerah


__ADS_3

...😘happy reading😘...


warning....!!! dimohon bocil men skip bab ini.


yang jomblo jangan coba coba membaca ini, ditakutkan jika nantinya akan baper. sekian info dari sqya terima kasih.


maaf ya, kalau ada yang typo...


..."bahagia itu sederhana, hanya dengan melihat pasangan kita tersenyum itu bisa membuat bahagia"...


Kau sudah mendapatkannya sayang?", tanya bintang lembut dan mencium kening dinda . Dinda mengangguk dan mereka berciuman kembali. Bintang menghentakkan pinggulnya dengan cepat dan akhirnya mereka mendapat titik kepuasan yang pertama kali mereka rasakan bersama, dinda memeluk erat tubuh bintang yang masih berada atasnya.


"I love you so much", bisik bintang dibalik leher dinda. Lalu bintang memandang wajah dinda dan menciumi wajah cantiknya.


"Kau milikku seutuhnya sekarang. dan kau tak akan bisa lepas dariku", lirih bintang dan mengecup bibir bintang kembali. Mereka pun tidur sambil berpelukan menunggu datangnya sinar pagi.


saat subuh dinda terbangun dari tidurnya. ia sebenarnya masih mengantuk karena ia baru saja tidur pukul 3 malam. lalu ia mandi dan menyelesaikan kewajibannya sebagai umat muslim. setelah melakukan solat subuh, dinda mulai melakukan sebagai seorang istri. ia melangkah keluar dari kamar nya lalu menuju dapur untuk memasak.


saat memasak dinda masih terngiang ngiang kejadian tadi malam." ah..., ternyata..., dinda senyum senyum sendiri


tak lama ia merasakan ada tangan kekar dipinggangnya. ia yang tak siap pun merasa kaget. dan ia hampir limbung kebelakang. untung nya bintang berusqha untuk menangkap tubuh mungil dinda.


a aa aaaa. lalu dinda berpegangan ke lengan kekar bintang. " terima kasih kak..."


" lagian kakak ih, ngagetin aja. nanti kalau dinda jantungan gimana...." kata dinda sambil mengerucutkan mulutnya


cup. tanpa kata kata bintang langsung mencium bibir dinda. " makanya bibirnya jangan di maju majuin begitu..., kamu kalau di depan orang jangan begitu ya..., ini, ini, ini hanya milikku. semua anggota tubuh yang kau miliki mutlak milikku dan ingat kalau kamu memanyunkan bibirmu seperti ini didepan orang lain, dan kalau aku sampai tau.... kamu langsung aku hukum...."


saat bintang sedang berbincang dengan dinda, tak lama bintang mendapati teleponnya berbunyi


tu li lut tu li lut kring kring lalu bintang mengangkatnya


"halo, gimana ger" kata bintang sambil menjauh sedikit dari dinda


"musuh sudah tau kalu anda sudah menikah, saat ini yang diincar bukan anda lagi, tapi nyonya dinda tuan." kata geri di seberang sana.

__ADS_1


" bereskan saja ger, saya tidak mau tau. perketat apartemenku, oh iya tolong carikan bodiguard wanita tapi yang mau jadi asisten dinda, dan juga cari bodiguard laki laki yang bisa menjaga dinda dari kejauhan.


"siap tuan laksanakan." kata geri yang siap siaga egan berbagai macam halang rintang.


setelah telfonan bintang menuju ruang makan, terlihat dinda yang sedang menyiapkan makanan tersebut dimeja makan lalu bintang menghampiri dinda dan berkata " terima kasih ya... kamu sudah mau menyiapkan keperluanku.


" iya kak sama sama, walaupun dinda belum bisa cinta sama kakak, tapi dinda janji bakal menyiapkan semua keperluan kakak, dinda mau jadi istri solehah seperti mama dulu." dinda menjawab sambil mengambilkan nasi untuk bintang. " ini kak, maaf kalu dinda hanya memasak sup daging, maafin dinda juga kalau nggak enak."


lalu bintang memasukan makanannya dimulutnya.


dinda yang merasa takut ia menggigit bibir bawahnya, takut kalu selera dinda tidak sama dengan selera bintang.


"hem ini sangat lezat sayang, ini seperti masakan restoran" kata bintang.


"beneran kak.... padahal aku hanya memasak seauai instingku saja lo..., wah senangnya...." dinda menjawab sambil tersenyum. " oh iya kak nanti dinda berangkat kuliah jam 12 siang, tapi dinda mau ke perpus dulu nyari buku buat tugas besok... jadinya dinda berangkat pagi ya..."


"iya, tapi nanti kamu akan diantar oleh sopir dan pulangnya kakak jemput ya...., jangan kemana mana dulu kalau kakak belum jemput." kata bintang


"iya kak..." kata dinda meng iyakan perkataan bintang.


setelah kepergian bintang dinda yang dirumah sendiri mulai membereskan pekerjaan rumahnya. dinda masih mengerjakan rumah dikarenakan pembantu rumah tangganya masih pulang kampung.


tak terasa waktu sudah berlalu. dinda juga sudah selesai bersiap siap


ting tong ting tong suara bel berbunyi. lalu dinda segera membukakan pintu "ceklek"


"maaf nyonya, apakah ini nyonya dinda" kata pak sopir sambil membungkukkan badannya. karena sopir belum pernah bertemu dengan dinda, makanya unyuk memastikannya ia menyapa tuan nya itu dengan ramah


"iya pak" jawab dinda.


"perkenalkan saya mang rohim, kata tuan bintang saya ditugaskan untuk mengantarkan anda."


"iya pak, hari ini ke kampus ya pak, bentar saya ambil tas dulu. bapak ke loby duluan nanti saya menyusul."


"iya nyonya" jawab mang rohim

__ADS_1


tak lama dinda turun keloby, namun sampai di loby perasaan dinda merasa tidak enak, dia menoleh ke kanan ke kiri tapi tidak ada siapa siapa.


"ah mungkin perasaanku saja" kata dinda menenangkan hatinya.


setelah menempuh kurang lebih setengah jam sampailah dinda di kampusnya.


dinda tidak langsung kekelasnya mengingat besok ia mendapatkan tugas untuk presentasi.


"hay dinda, udah lama" kata zayn teman satu angkatan dinda namun beda jurusan, kalau dinda kedokteran tapi kalau zayn jurusan bisnis. dan dia orang yang tergila gila dengan dinda namun dinda selau menolaknya.


dulu pernah dia mengutarakan isi hatinya kepada dinda namun, dinda menolak dengan alasan ingin fokus untuk kuliah. zayn juga tidak tahu kalau sekarang dinda sudah menikah.


disebrang sana para bodiguard dinda melaporkan ke boznya bahwa dinda sedang duduk dengan seseorang yaitu zayn.


bintang mendapatkan laporan bodiguardnya merasa geram pasalnya dinda tidak memdengarkan apa yang dikatakan kemarin oleh bintang.


"lihat saja rubah kecil, kamu sudah saya bebaskan tapi kamu tidak mendengarkannya.


di kampus dinda asik berbincang dengan zayn, dinda merasa senang punya teman beda jurusan namun omongannya selalu nyambung.


"zayn, aku mau ke kelas dulu, hari ini aku ada kelas siang" kata dinda pamit


"iya din, silahkan" kata zayn


zayn memandang kepergian dinda, zay membatin "sifat lembutmu itu yang membuatku tergila gila sama kamu din, kenapa kamu selalu nolak aku, apa kurangnya aku din"


setelah beberapa jam dinda sudah menyelesaikan jam kuliahnya, dinda keluar dari dalam kelasnya lalu dari hp nya mendapatkan notifikasi "tring tring tring". lalu dinda membuka hpnya.


"sayang, aku sudah sampai parkiran. kamu langsung saja ke parkiran." kata bintang.


"siap kak"


lalu dinda buru buru menuju ke parkiran. untuk menghampiri bintang. ternyata bintang duduk didalam mobil sambil bahunya menyender di jok depan.


dinda langsung menoleh ke bintang, wajah bintang terlihat marah dan dingin. batin dinda, ni orang kenapa yak, tadi pagi sweet banget tapi sekarang dingin banget. dinda yang melihat wajah bintang seperti itu hanya diam saja.

__ADS_1


__ADS_2