
bunda dan ayah lalu menganggu tersenyum tanda mengiyakan.
"om.., tante.., kenalin... saya mita..." mita mulai memperkenalkan diri dengan anggota keluarga cello, walaupun ia kelihatan tegang, namun ia dengan pintarnya bisa meredam semua ketegangan itu.
bunda dan ayah hanya manggut manggut saja menyimak apa yang dikatakan oleh calon mantunya itu. beda dengan ayah dan bunda. sepasang suami istri ini, bintang dan dinda hanya terlihat dingin, malqhan terlihat sangat acuh. me5reka bersikap seperti itu dikarenakan sudah kenal dengan mita. cilla yang tiba tiba bergabung terlihat exited.
" hai kakak...., kenalin aku cilla..., aku adiknya bang cello." suara cilla yang cempreng itu mampu memecahkan suasana keheningan yang sudah tercipta dari tadi itu
"hai..., cilla..., kenalin aku mita." jawab mita dengan senyuman mengembang dibibirnya dan menundukan tanda hormat kepada lawan bicaranya.
sebelum ayah dikenalkan oleh mita, ayah sudah mencari tau latar belakang mita terlebih dahulu. jadinya ketika ayah dikenalkan oleh mita, ayah setuju setuju saja. karena mita merupakan anak baik dan termasuk karyawan cerdas di perusahaan mantunya tersebut. selain itu yang menjadi nilai plus dari mita yaitu mita berasal dari keluarga yang taat agama, mendiang bapaknya mita adalah guru ngaji di kampungnya.
"ayo makan dulu yuk..., bunda udah laper nih...."
"iya, ayah juga udah laper..."
__ADS_1
mereka pun bergegas keruang makan. namun saat semuanya mengikuti ayah dan bunda, namun mita masih diam disitu mita merasa canggung, bahkan ia merasa ada rasa minder bisa duduk bersama keluarga cello. mita merasa tak pantas dari segi apapun. kalau bisa di gambarkan seolah seperti langit dan bumi yang jaraknya jauh tak terjangkau.
""beby...., kenapa kau diam saja disitu. ayo...!!" kata cello mengajak calon istrinya itu. namun ketika cello selai berucap mita malah menggelengkan kepalanya.
lalu cello mengkerutkan dahinya, ia tahu maksud mita saat ini, ia tak mau bergabung dengan keluarganya karena ia merasa rendah diri dengan keluarganya. lalu dengan inisiatif cello menghampiri mita. cello mengajak mita bergabung dengan keluarganya.
"beby..., ayo..., tuk makan dulu..., kita udah ditungguin sama anggota keluarga yang lain sayang...., udah gak usah malu..., derajat kita dimata allah itu sama kan, keluargaku juga tidak pernah membedakan strata sosial sayang..., yok...."
mita hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum. akhirnya dengan barat hati pun mita mulai melangkah mengikuti cello.
" kakak...., sini...., duduk disebelah cilla ya..." kata cilla memanggil mita..., karena cilla itu sifatnya ramah, dan rame, sehingga ia terlihat yang paling akrab dengan mita. sedangkan yang lainnya hanya tersenyum saja
sesi makan pun dimulai, semua anggota keluarga ditambah cilla mulai menghabiskan makanannya masing masing. di meja makan pun hening tidak ada yang berani berbicara saat adanya makanan didepan meja nya masing masing. karena memang aturannya dari keluarga ini kalu saat makan tidak boleh berbicara. menurut ayah, " kita harus menghargai rezeki yang berupa makanan yang sudah diberikan oleh allah." saat makan hanya terdengar suara piring, sendok dan garpu yang saling bertautan membuat sebuah alunan yang terdengar indah.
setelah semua keluarga menandaskan makanannya..., barulah boleh untuk berbicara.
__ADS_1
" kapan kamu mau melamar mita...??" tanya papa dody kepada anak laki lakinya itu.
"secepatnya pa....." jawab cello sambil minum
"
.................
bersambung.....
besok lagi ya......
jangan lupa.....
like.....
__ADS_1
komen......
vote.....