
...π happy readingπ...
maaf kalau typo ya.....
" sayang, dengarkan bunda. ayo kita keluar sekedar merileksasikan otak dan pikiran kita. kalaupun kamu memang ditakdirkan bersama dengan bintang maka allah sudah menyiapkan jalan keluarnya. kalaupun nanti kamu bertemu dengan bintang ayo kita hadapi bersama" kata bunda dina membujuk dinda
" iya sayang, papa akan melindungimu sayang" kata papa dody.
"yaudah bund, nanti dinda ikut." kata dinda meng iyakan perkataan orang angkatnya. sebenarnya dinda masih trauma. namun karena dorongan orang tuanya dinda memberanikan diri.
kedua orang tua angkat dinda terlihat tersenyum, setidak nya sedokit demi sedikit dinda mulai berani melawan trauma nya terhadap bintang.
didalam dunia psikologi, truma akan hilang jika didalam diri seorang trauma memiliki keinginan untuk sembuh. jika didalam diri seorang tidak memiliki kemauan untuk menghilangkan rasa trauma itu, maka trauma akan sulit hilang atau bahkan tidak bisa
so yang punya trauma ayo coba bangkit. kita jangan mau dikalah kan dengan rasa trauma itu ya readers....
setelah mereka menyelesaikan bertiga menyelesaikan sarapan nya mereka langsung bergegas siap siap untuk hang out sekedar merileks kan fikiran kalau orang semarang bilang " setel kendo".
kuda besi milik papa dody mulai membelah jalanan menuju mall terbesar di kota ini. tak lupa papa dody membawa 2 bodyguard khusus untuk menjaga keluarganya, dan juga para body guard bayangan didepan, samping kanan kiri nya.
"sayang kamu mau kemana dulu." kata bunda dina memecah kesunyian.
__ADS_1
" emm kemana ya bund, aku belum apa apa bund." kata bunda sambil menggandeng tangan bunda dan papa nya seperti anak kecil sambil menggoyang goyangkan
"baju, make up mungkin. " kata bunda dina
" baju udah ada banyak bund, make up juga kemarin udah dibeliin bunda, udah cukup semua bund." jawab dinda sambil menatap ke bundanya.
"apa kamu gak mau ke toko buku nak, di mall ini ada toko buku besar dan mungkin bisa nambah referensi untuk skripsi kamu nak, kamu kan masih butuh banyak kan" kata papa dody memiliki ide cemerlang. karena ia tahu kalu dinda masih kurang banyak referensi buat skripsinya.
" emm apa boleh pah, kalau dinda beli buku, karena dinda masih banyak memerlukan referensi. dan mungkin emmm buku yang bakal di beli dinda masih kurang banyak" jawab dinda tak enak, karena memang kurang banyak. walau pun orang tua angkat nya punya banyak uang, tapi dinda memang tidak terbiasa meminta orang untuk keperluannya.
"its ok nak, sebanyak banyak nya buku yang kamu perlukan, itu tidak menghabiskan satu perusahaan papa nak" hahaha mereka bertiga tertawa bersama sama.
lalu mereka bertiga melangkahkan kakinya ke toko buku yang ada di mall tersebut, kurang lebih empat jam berlalu mereka menghabiskan waktunya untuk memilih milih.
" iya nak" kata bunda dina menimpali papa dody
"udah pa bund. sepertinya ini sudah cukup, nanti tinggal yang kurang kurang dikit dinda akan mencari reverensi di jurnal.
"yaudah kalau gitu."
π£π£π£π£π£
__ADS_1
sementara bintang juga berada di mall tersebut bintang sedang berada di restoran shu shi untuk menjamu klien nya yang baru datang di negri ini. sudah sari tadi bintang berada di salah satu bilik di restoauran tersebut
π£π£π£π£π£
"sayang kita makan dulu ya.... kamu mau makan apa sayang?" tanya bunda dina kepada putrinya
"emmm gimana kalau shu shi bund. kalau papa apa pa?" kata dinda.
""shu shi juga tidak masalah. sudah lama juga papa tidak makan shu shi" jawab papa dody
lalu mereka bertiga masuk ke dalam restoran shu shi tersebut.
namun saat melangkah masuk ke salah satu bilik dinda merasakan ada nya hawa hawa tidak enak. mimik wajah dinda yang semula ceria berubah menjadi tegang dan kawatir. bunda dina yang bisa membaca perubahan mimik wajah putrinya itu langsung menanyakan kepada putrinya
"ada apa nak, apa yang kamu rasakan. ceritakan ke bunda."
"emmm, dinda kok tadi mendengar suara nya kak bintang bund" kata dinda yang mendengar sayup sayup suara suaminya itu.
"its ok nak, mungkin perasaanmu saja sayang, its ok kalau kamu nanti bertemu sama suaminya itu. bunda dan papa akan melindungimu."kata bunda meyakinkan dinda sambil memegang tangan dinda.
papa dion yang sudah kenal dengan bintang juga sudah hafal dengan suara bintang tau, kalau bintang memang berada di bilik sebelah mereka. lalu papa dody memerintahkan anak buah nya dalam mode siaga. barang kali nanti memang mereka harus bertemu.
__ADS_1
bintang yang ada disebalah bilik istrinya itu juga mendengar kan sayup sayup suara istri nya yang sudah satu bulan ini ia rindukan. tapi bintang masih ragu, ia juga mengesampingkan pikiran nya itu, mungkin cuma perasaan halusinasi nya saja.