Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
kangen kangenan


__ADS_3

...happy reading...


maaf kalau ada yang typo ya...


bunda yang dari tadi bergumam sendiri lalu pikirannya kembali karena mendengar suara dari balik pintu.


disini bunda bertanya tanya karena selain menggunakan satpam untuk berjaga, pintu gerbang itu pun menggunakan sensor muka, muka yang terdaftar dalam sensor muka itu hanya dinda, bintang, bunda daddy dan kedua anaknya yang sudah meninggal


bunda berjalan menuju pintu


waalaikum salam... jawab bunda sambil membukakan pintunya


"bunda...." jawab keduanya


"cilla cello" kata bunda. " ini beneran kalian...? masaallah...." bunda memeluk keduanya sambil menangis. " masaallah nak..., ini mukzizat..., ayo masuk. pasti kamu capek kan..."


" iya bunda... jawab keduanya.


papa yang baru saja turun dari tangga pun juga kaget,


"masaallah nak, ini beneran kamu....??" suara papa dari tangga. lalu papa pun bergegas memluk keduanya.

__ADS_1


suana haru pun tercipta, karena sudah 2 tahun mereka terpisah, bahkan semua penumpang pesawat dikabarkan meninggal dunia, karena memang pesawat yang mereka tumpangi benar benar hancur dan tidak ada yang tersisa, ditambah lagi ditemukannya jam tangan keduanya. dari situ disimpulkan bahwa cello dan celli meninggal dunia.


namun sekarang kedua anak itu tiba tiba muncul.


papa dan bunda sebenarnya masih shock dengan kedatangan cello dan celli. karena disaat keduanya sudah mulai mengiklaskan atas kepergian kedua anaknya, tapi sama yang maha kuasa memberikan hadiah yang tak terduga dan luar biasa.


mereka berdua pun lalu menceritakan kronologi bagaimana ia bisa selamat.


ternyata saat pesawat itu mulai oleng, keduanya berhasil memecahkan jendela lalu sebelum pesawat itu terjun, mereka menjatuhkan dulu tubuh mereka. dengan bergandengan tangan mereka pun menceburkan kelaut terlebih dahulu, dengan dilengkapi pakaian safety yang sudah diaiapkan sendiri.


lalu saat mereka menceburkan dirinya kelaut, mereka ditolong oleh kakek nelayan yang memang saat itu mau pulang kedarat, setelah mereka sampai ketepian ditengah laut terdengar suara ledakan. lalu mereka dibawa kegubuk kakek nelayan. kakek nelayan itu bernama bilal. ia hidup sebatang kara ditengah hutan yang tempatnya sangat jauh dari ibu kota.


dampak dari cello dan cilla menjatuhkan diri yaitu mereka menjadi amnesia atau lupa ingatan. karena kakek bilal tidak punya uang untuk berobat, sehingga ia hanya merawatnya sendiri. dan baru baru ini mereka berdua baru ingatannya kembali.


mereka pun senang akhirnya bisa kembali mengingatnya namun yang membuat mereka sedih adalah kakek bilal kembali berpulang menghadap ke sang kholik 7 hari sebelum ia kembali kekota. sebenarnya mereka berdua ingin mengajak kakek bilal ikut serta ke kota dan tinggal bersama namun allah punya rencana lain.


sebelum meninggal kakek bilal pun berpesan saat ia meninggal, ia ingin dimakamkan disamping makam istri tercintanya. sekarang cello dan cilla sudah mengabulkannya.


setelah cello dan cilla menyelesaikan acara 7 harian kematian kakek bilal mereka pun memutuskan untuk kembali kekota.


"bund, cilla mau mandi dulu ya bund..."

__ADS_1


"iya nak, kamu berdua bersih bersih dulu sana. bunda mau siapin makan dulu buat kalian."


"pa...., cilla ama cello keatas dulu."


setelah kepergian mereka berdua mama melanjutkan memasaknya, sedangkan papa memilih ketaman untuk membaca koran.


sekarang jam dinding menunjukan pukul 7. waktunya untuk sarapan


kebetulan karena sekarang weakend, jadinya semua dirumah.


"eehmm, baunya enak bund, bunda masak apa..?" tanya cilla kepo sambil menarik kursi makan, sudah lama mereka tidak merasakan masakan bunda sehingga rasa rindu masakan ibu itu dirasakan keduanya


" bunda masak rawon, cha kangkung, bacem ayam sama sayur bening. ayo dimakan, habiskan ya...."


"wah enak itu dek. ayo dek makan" jawab cello menimpali perkataan bunda.


"iya kak..."


" oh iya, selama disana kalian siapa yang memasakkan...?" tanya bunda sambil mengambilkan makanan satu persatu kedalam pirik anak anak dan suaminya itu


" cilla bund, masaknnya ternyata enak, tidak jauh berbeda dengan bunda. padahal dulu kalau dirumah saja dia banyak alasan kalau disuruh bantu bunda..." kata cello sambil mengacak rambut adiknya itu

__ADS_1


"ish apaan si.... kakak ini..?. sikit dikit ngacak rambut. lihat nih... berantakan kak..., dulu itu bukannya dinda males bantuin bunda, tapi karna kuku dinda udah pake nails


__ADS_2