Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
mendapatkan restu cello san mita


__ADS_3

...happy reading...


maaf ya..., kalau ada yang typo...


maaf juga kalau alufnya masih membingungkan


lihat saja nanti, kamu akan bertekuk lutut dengan saya..." batin cello sambil meninggalkan taman tersebut. lalu cello langsung menuju ke mobilnya. rasa emosi nya sedikit naik, karna baru kali ini ia ditolak oleh cewek"


tak terasa 2 minggu pun berjalan, namun lagi lagi mita yang didekati oleh cello terus menghindar. bahkan cello juga nekat menemui ibunya untuk hanya ber tegur sapa, sampai sampai ketika mita disuruh untuk ke kantor cello, ia hanya menitipkan berkas nya saja di loby kantor. ia tak mau untuk masuk ke ruangan cello. ada saja alasan untuk mita selalu menghindar.


memang benar mita di suruh cepat cepat menikah, namun bukan berarti ia akan menerima lamaran dari orang asing yang tiba tiba muncul untuk menyukainya. cello selalu menjenguk ibunya mita, ia selalu membawa buah tangan seperti parsel buah dan roti. cello selalu menyempatkan diri ketika ia pulang dari kantor untuk mampir ke rumah sakit.


seperti sekarang ini


ceklek.... pintu kamar ibu mita di buka oleh cello, sore bu...., apa ada keluhan bu...., kata cello kepada ibu nya mita.


" ya beginilah nak cello..., keadaan ibu sama seperti kemarin. kata ibunya mita sambil tersenyum menatap wajah tampan cello.


" mita belum kesini bu....???. tanya cello kepada ibunya mita.


"belum nak..., biasanya kalu mita belum kesini, ia sedang memasak untuk adek adeknya. soalnya anak anak ibuk yang lain umurnya belum mwmenuhi syarat untuk bisa datang kesini."


"emang adiknya mita umurnya berapa bu..?. kok belum bisa kesini..?"


"anak ibu yang ke 3 berumur 10 tahun. dan kakknya masih berumur 16 tahun. karna kami hanya kaum biasa sehingga batasanuntuk bisa masuk ke rumah sakit ini umur 17 tahun nak..., beda dengan para tamu vvip, bahkan untuk tamu yang masih bayi saja di perbolehkan masuk."


"ibu tenang saja, tidak usah kawatir, nanti saya akan memindahkan ibu ke ruang vvip, sehingga anak anak ibuk bisa berkumpul disini ya bu...."


"ibu yang mendengar itu seketika wajahnya berbinar, yang maunya sedih karena ia sudah beberapa minggu disini tak bisa bertemu dengan anak anaknya. dan sebentar lagi ia akan bertemu dengan nya.

__ADS_1


" kalau gitu cello pamit dulu bu..., cello mau keruang administrasi dulu ya bu..." ibu pun menganggukan kepalanya tanda mengiyakan omongan cello. " terima kasih ya nak...."


setelah beberapa menit menunggu akhirnya masalah administrasi sudah selesai. cello berhasil menaikan kelas rumah sakit dari umum menjadi vvip. ia lakukan karena tulus tidak ada embel embel ingin mendapatkan mita. ia memindahkan ibunya mita karena ia merasa iba dengan ibu dan anak tersebut terpisahkan.


cello kembali ke ruangan ibunya mita.


ceklek...., pintu pun terbuka. cello pun masuk keruangan ibunya mita.


bu..., barang barang ibu akan saya bereskan terlebih dahulu..., karena sebentar lagi suster akan memindahkan ibunya mita keruang vvip. ia juga meminta rumah sakit untuk memberikan pengobatan dari dokter yang terbaik. cello pun juga akan menanggung semua pengobatan ibunya mita.


setelah membereskan barang barang ibunya mita, suster pun datang, ia mau memindahkan ibu nya mita ke ruang vvip. namun sebelum brangker pasien itu dipindahkan, ada suara nyaring dari arah luar.


"loh loh, ibu saya mau dibawa kemana sus...??,"


"maaf nona.., kami akan memindahkan ibu anda keruang vvip...,"


"sus, tapi saya tidak punya uang untuk membayarnya jika ibu saya dipindahkan disana..."


mita yang berada diluar pun tidak melihat adanya sesosok yang beberapa minggu ini sudah berhasil merecokinya.


lalu saat mita mencari cari ternyata ia masih ke kamar mandi. saat cello keluar dari kamar mandi cello pun berniat jail


"ada apa sayang..., kamu mencari ku..., apakah kamu sudah kangen denganku..., padahal tadi siang kita baru saja bertemu.."


mita yang mendengar kalimat itu hanya bisa melotot kearah cello. namun ibu yang melihat keduanya malah tertawa dengan senang. karna menurut ibu, mereka berdua memang sudah berpacaran.


ibu pun lalu sudah berhasil dipindahkan keruang vvip. tak lama dipindahkan keruang vvip. ibu pun lalu tertidur. melihat ibunya tertidur, mita bisa mendapatkan kesempatan untuk ngomong berdua empat mata bersama bintang.


" tuan..., bisakah kita bicara berdua..." kata mita sambil menggandeng tangan cello. ia tak sadar bahwa tangannya dibawah saling bertautan. cello pun lalu mengangguk setuju. lalu ia keluar dari ruangan tersebut menjauh dari ruangan ibunya.

__ADS_1


"tuan sebelumnya saya berterima kasih, karena tuan harus repot repot memindahkan ruangan ibu ke ruangan ini. namun yang membikin saya sedih adalah karena biaya, bagaimana kedepannya saya bisa mengganti biaya rumah sakit ini tuan..., karena untuk kelas vvip itu kan permalamnya sampai dengan 10 jutaan. belum biaya obat dll. bagaimana saya menggantinya tuan...???"


" kamu ingin tahu bagaimana caranya mengganti ini semua...???". tenang saja, tidak usah kawatir...., saya tidak akan meminta ganti dengan uang, untuk mengganti semuanya caranya sangat gampang.... kamu tinggal menjadi istri saya, patuh menjadi seorang istri terhadap suaminya."


"kalau itu menurut tuan bisa mengganti semuanya biaya berobat ibu saya, saya rela untuk menjadi istri anda. namun yang menjadi permasalahan disini adalah..., apakah anda tidak malu jika anda besoknya menikahi saya...!!!, kan saya hanya berasal dari kalangan rendahan, sedangkan tuan berasal dari keluarga terhormat. kalau kedepannya keluarga tuan tidak setuju dengan saya bagaimana....?"


" kamu tak usah kawatir..., keluarga saya bukan keluarga yang memandang harta dan status sosial. menurut keluarga saya, semua itu sama. hanya saja allah menitipkan rejeki lebih untuk keluarga saya.


" kalau kamu setuju, kita minta restu sama ibu kamu dahulu, setelah itu baru nanti saya kenalkan ke keluarga saya.


lalu mereka berdua masuk kedalam ruangan ibunya itu yang kebetulan sudah bangun dari tidirnya


"bu..., saya meminta izin kepada ibu untuk memimang anak ibu yang cantik jelita ini. apakah ibu akan merestui hubungan kami bu...???."


"kalau anak ibu mita paramita bersedia, ibu akan merestui kalian. karena kebahagiaan anak ibu adalah yang utama.


sementara kita meloncat dulu ke ceritanya mita dan cello dulu ya....


bersambung.....


besok lagi ya......


jangan lupa.....


like.....


komen......


vote.....

__ADS_1


mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....


salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...


__ADS_2