
......happy reading......
warning..., bocil di anjurkan untuk minggir. yang jomblo bisa melipir dulu
maaf kalau ada yang typo ya....
habis ini gue akan merundingkan dengan papa. kalaupun nantinya papa tidak mau mengusut tuntas biar gue sama bintang aja yang akan mengurusnya. bintang juga kemarin dikantor sudah sepakat ingin membantu tuntas masalah dinda ini." kata cello sendirian di dalam mobil sambil mengemudikan mobilnya dengan serius. kuda besi milik cello membelah ibu kota dengan sangat kencang, bahkan lampu merah pun tak sadar ia trobos.
sampai dirumah pukul sepuluh malam. cello mulai memasukan kuda besi miliknya tersebut ke garasi mansion. setelah itu cello masuk dengan membawa amplop tersebut
ceklek. pintu pun di buka oleh cello
"baru pulang boy....," kata papa sambil memainkan ipad milik nya, papa yang memang sengaja menunggu anak laki laki nya itu..., karena setiap harinya jika tidak sibuk, tidur atau belum jam sepuluh malam para penghuni mansion sudah pada masuk ke kamar masing masing
"iya pa..." jawab cello enteng lalu ia mendekat ke arah papa duduk di sova ruang tamu.
" langkah apa yang akan kamu lakukan setelah ini boy.... apakah kamu akan melanjutkan misimu itu..." jawab papa yang sekarang obrolannya semakin serius
" cello akan melanjutkan misi cello yang dulu pernah cello bicarakan terhadap papa.."
" hfeehh" papa menghela nafas dengan kasar, karena papa kawatir jika penyakit lama istrinya nanti akan kembali lagi. walaupun mungkin tidak terlalu parah seperti sedia kala, karena kemungkinan si istri sekarang menjadi ahli psikolog.
"karena kamu sekarang sudah dewasa, dan sekarang karna kamu sudah bisa menimbang dan memutuskan langkah apa saja yang kedepannya akan kamu lakukan dan menurutmu baik maka lakukanlah. papa akan membantu sekuat tenaga papa untuk menjalankan misimu itu. papa cuma berpesan. jangan libatkan adik adikmu dan bunda. biarkan papa, bintang dan kamu saja yang tau."
"nanti kalau misimu ini sudah ada hasilnya, barulah beri tahu bunda dan adik adikmu. karena papa takut kedepannya jika kamu melibatkan bunda dan adek adekmu, maka akan ada peristiwa peristiwa yang mungkin tidak akan kita duga."
"baik pa..., cello juga akan hanya melibatkan papa dan bintang saja. cello janji tidak akan melibatkan adek adek dan bunda pa..." jawab bintang sambil menatap papa nya itu.
__ADS_1
" kalau kamu butuh petunjuk atau bukti bukti foto, semuanya ada di ruang data yang ada di ruangan papa. jawab papa dody sambil sibuk menatap ipad nya lagi.
"iya pa..., nanti kalau cello butuh, cello akan datang keruang tersebut. kalau vitu cello keatas dulu ya pa..."
"papa hanya menganggukan kepalanya, tanpa menoleh ke arah cello.
cello pun lalu ke atas dan tentunya membawa amplop hasil tes dna milik adiknya tersebut yang tadi sore ia bawa itu.
sementara di kamar sebelah sedang terjadi guncangan lokal
"sayang..., lagi apa...??" setelah dari kamar mandi bintang mendekati istrinya yang sedang menyisir dan merias tipis yang hanya menggunakan lipstik tipis dan minyak wangi...
"sayang..., sini kakak bantu nyisir ya..." kata bintang sambil mengambil alih sisir yang sedang dipegang dinda. lalu dinda mulai menyemprotkan minyak wangi ke spot yang disukai oleh bintang
stelah selesai dengan tugasnya..., bintanng lalu meletakkan sisirnya itu kemeja, " sayang..., wangimu sungguh memabukkan..., setelah itu bintang mulai menenggelamkan wajahnya diceruk leher dinda. disesaplah leher dinda sampai menimbulkan warna merah, kulit dinda yang berwarna putih bersih tersebut menambah kesan kontras disana. terlihat indah seperti lukisan abtrak yang memiliki nilai seni ter sendiri.
"ah kakak...," suara ******* dinda tiba tiba meluncur begitu saja. tangan bintang mulai menjalar kedepan. tangan bintang mulai meremas gemas gundukan water melon milik dinda. kegiatan bintang terlihat dari cermin yang ada didepannya bintang pun menyeringai gemas ketika melihat wajah dinda yang sudah menahan hasrat. warna wajah dinda yang awalnya putih sekarang sudah berubah menjadi merah.
setelah puas dengan kegiatan tangannya. bintang membalikan tubuh sang istri kehadapannya. ia muali mengangkat tubuh dinda dan menyingkirkan kursi. setelah minyingkirkan kursi tersebut lalu bintang menyenderkan tubuh sang istri ke meja rias nya. ia mulai membuka pakaian sang istri.
dengan perlahan bintang mulai merangsar bibir bawah sang istri. mulai dari menggesekkan miliknya..., memasukan jari indahnya ter sebut ke liang surgawinya.
"ah..." racau dinda. dinda hanya menerima pasrah apa yang dilakukan suaminya itu. dinda sudah mencapai pelwpasan utamanya " ah..., ka kak..., din da..., sam pai..." lagi lagi suara nikmat dinda tanpa sadar keluar berbarengan dengan keluarnya cairan dari bibir bawahnya.. bintang yang mendengar suara indah yang keluar dari istrinya tersebut seakan menambah semangat bintang untuk terus menyerang istrinya. hasratnya kian memuncak.
" keluarkan saja sayang..., keluarkan..., jangan di tahan..." kata bintang
" sayang..., izin masuk ya...." lalu setelah itu
__ADS_1
"Hubby...!" pekik sang istri saat sang suami menggetarkan kewanitaannya dengan hentakan penuh tenaga. bintang terus menyerah dari arah depan milik istrinya itu. setelah puas ia membalikan sang istri menjadi menghadap kebelang. dan sedit menundukan tubuh sang istrinya itu.
Dari arah belakang, milik sang istri semakin sempit dan mengigit. Bintang terus memprovokasi sang istri tanpa henti karena dia ingin sekali menumpahkan lahar panasnya di dalam rahim sang istri. Yang katanya untuk memupuk anaknya itu.
"Sayang, nikmatilah," bisik bintang. Bintang memberikan sensasi pamungkasnya dan melepaskan kenikmatan itu di dalam sana, lorong terdalam kesukaannya. "Kau cantik sekali, kau juga semakin berisi sayang..." ungkap Bintang. Dia menatap sang istri di bawahnya dengan tatapan nakal, sesekali dia tangan nakalnya kembali bergerilya. "lya, aku menjadi seperti ini karena sedang hamil," pungkas sang istri
Bintang dengan melahap pucuk buah kenyal itu hingga terdengar suara manja yang dikeluarkan sang istri membuatnya bergairah Si bintang. Pemilik tubuh menari bak seorang penari ular yang meliukkan tubuhnya dengan hasrat yang membara. Setelah puas dengan pucuk buah kenyal nan memabukkan itu, pertama-tama mengekplor leher, dagu dan berakhir di bibir ranum sang gadis.
Bintang terus menyerang tubuh sqng istri tanpa melepaskan bibir bawahnya,
Bintang semakin gencar malakukan provokasi terhadap gadis tersebut, setelah puas dengan punggung mulus nya, kini dia segera melepaskan selurah kain yang menutupi dirinya
bersambung.....
besok lagi ya......
jangan lupa.....
like.....
komen......
vote.....
mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....
__ADS_1
salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...