Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
bertemu daddy dan mama mertua


__ADS_3

๐Ÿ˜˜happy reading๐Ÿ˜˜


maaf jika ada yang typo


waouw gilak gede banget tu buket. berapa harganya segitu, apalagi buket uangnya. " kata temen dinda kepada temen satu nya.


" siapa ntu orang, kaya banget pasti. " jawab temen dinda yang satunya. san yang lain nya hanya bisa menatap kagum. sama seperti zain, yang ada dibarisan paling belakang.


"assalamualaikum" sapa bintang kepada semuanya.


"waalaikum salam" jawab semua nya sambil menatap bengong kepada bintang. terutama teman teman perempuan dinda


" gile, ganteng banget ni, cowok."


" siapa itu, ganteng banget ntu cowok"


"subhanaallah sungguh inda ciptaanmu ya rob"


dan masih banyak lagi namun ada satu orang yang malah melipir pergi, yaitu zayn.


bintang yang merasa di tatap merasa kik kuk.


"selamat sayang, atas pencapaiannya." kata bintang sambil menyerahkan buket bunga nya.


"terima kasih kak" dinda pun tersenyum.


sedangkan satu persatu dosen, teman teman dinda bahkan pak rektor yang tadi mengantar papa dody juga ikut undur diri.

__ADS_1


"om, tante bagaimana kalau sekarang kita makan. saya sudah membokingsalah satu restoran didekat kantor saya." ajak bintang mengalihkan jantung nya yang dari tadi tidak baik baik saja, yang dari tadi ingin melompat lompat saat bertemu kembali dengan istri cantik nya


"bunda sama papa ngikut aja. papa serahkan kepada dinda. gimana nak?" tanya papa dody kepada dinda


"dinda pun hanya mengangguk." lalu buket yang tadi diberikan bintang kepada dinda dia serahkan kepada bodyguard papa dody untuk membawanya pulang terlebih dahulu." dinda pun juga sama merasakan jantungnya yang tidak baik baik saja.


" nanti alamatnya saya share lok ke gaway om dody" kata bintang


"om , boleh kah bintang semobil dengan dinda" tanya bintang kepada papa dody. "


"boleh, kalau dinda mau. oh ya bintang karena dinda memanggil saya papa dan memanggil istri saya bunda. jadi kamu juga harus memanggil kami berdua papa sama bunda. kamu juga anak saya." kata papa dody


"siap om, eh pa" kalau gitu ayo pa. papa sama bunda mengikuti kita dari belakang. nanti biar asisten gery pulang dengan bodyguard saya


"cih dasar bos, lihat saja nanti kalau butuh apa apa. kalau gini udah manis di buang. kalau sudah bertemu dengan nona dinda saja, aku dibuang, seperti kacang lupa kulit nya" batin asisten gery


didalam mobil kedua insan ini saling diam, hening seperti tak ada kehidupan keduanya saling bermonolog sendiri dengan pikirannya masing masing .


andai kakak seperti ini setiap hari, aku tidak akan kabur kabur seperti ini kak, bahkan mungkin aku menjadi wanita paling bahagia jika sifat kakak seperti ini. batin dinda


maaf ya sayang, kakak belum bisa menjadi suami yang baik, suami yang bisa melindungi kamu, bahkan malahan kakak sendiri yang menyiksa kamu. andai waktu bisa berputar dari awal mungkin kakak akan merubah sifat kakak yang akan melindungi kamu. batin dinda.


...olak alik nya hati manusia tidak ada yang tahu, terkadang allah menjadikan dia menjadi baik untuk menyenangkan orang lain, namun terkadang allah menjadikan hati manusia menjadi jahat untuk menguji kesabaran nya menghadapi benerapa ujian hidup...


"sayang" panggil bintang kepada dinda yang mencoba menetralisirkan rasa kegugupan, canggung karena sudah lama tidak bersama, bahkan ia kemarin bertemu dinda hanya sepintas lalu.


" emmm iya kak" jawab dinda tak kalah gugup nya. hati dinda yang dari tadi tidak baik baik saja, sekarang kondisi hatinya bertambah parah, rasanya ingin copot.

__ADS_1


"apakah kamu sudah memiliki jawaban" tanya bintang sangat hati hati kepada dinda sang pujaan hatinya


dinda pun diam dan hanya tersenyum. ia tidak menjawab


"ya sudah kalau kamu belum mau menjawab." kata bintang sambil melajukan kuda besinya yang menuju restoran.


sesampainya di restoran terlihat sepi, namun di depan sudah terhias beberapa balon balon



dinda speechless apa yang disiapkan bintang kepadanya, tidak sampai disitu di dalam pun sudah ada daddy dan mama mertua nya.


restoran yang berkonsep alam terbuka, yang tertata apik dengan kursi meja yang terbuat dari kayu ditambah lagi dengan pohon pohon yang sangat rimbut namun tetap tidak berkesan angker menambah dekorasi yang sangat amat kontras.


"daddy mama" panggil dinda sambil memeluk dan salam takzim kepada kedua orang tua nya.


"gimana kabar nya sayang." tanya mama mertua kepada dinda


" baik ma, gimana kabar mama, dan daddy." tanya dinda kembali


"baik sayang" jawab keduanya.


"maafin dinda ya ma, daddy. dinda belum bisa menjadi anak mantu yang berbakti" kata dinda sambil menunduk


jangan lupa like, like like nya


oh iya untuk para readers bisa meninggalkan jejak sedikit...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2