Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
kegiatan dirumah


__ADS_3

...😘 happy reading😘...


maaf jika ada yang typo ya...


tapi memang aku cuma menganggap zayn sebagai sahabat dinda kak, tidak lebih." sebenarnya dinda merasa geram, karena pertemanannya sekarang tidak sebebas dulu. tapi dinda tidak bisa apa apa selain menuruti perkataan bintang, toh percuma saja saat dia mengambil tindakan, ujung ujungnya cuma hukuman yang dia dapatkan.


"ya sudah, jangan dipikirkan. istirahatnya persiapkan dirimu untuk nanti malam. kakak berangkat dulu ya, kata bintang sambil mengelus pucuk kepala dinda


bintang berpamitan sambil mencium dan dinda menyambutnya dengan salama takzim.


πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


tak berapa lama bintang sampai kekantor. dikantor bintang memikirkan apa yang dikatakan dinda tadi sebelum berangkat kekantor.


bintang mulai memasuki kantornya, ia tak langsung keruanngannya namun ia malah masuk keruangan geri.


tok tok tok


" masuk" kata geri dari dalam


ceklek, bintang masuk lalu duduk didepan geri, geri merasa terkejut kenapa bos nya tersebut sampai keruangannya. biasa kalau bosnya sampai masuk kedalam ruangannya berati ada yang urgent.


"pagi bos, kenapa saya tidak dipanggil keruangan bos saja, bos kan bisa memanggil lewat panggilan telepon. jadi tidak usah repot repot kesini." kata geri kepada bosnya


"tidak apa apa geri, ruangan kita kan juga bersebelahan. kebetulan sebelum keruangan saya, saya juga melewati ruanganmu. jawab bintang


"gini geri, saya ingin informasi tentang zayn. dia temen istri saya di kampus. saya tunggu 1 x 24 jam" kata bintang kepada geri


"ba baik tuan siap laksanakan"


"oh ya geri, nanti kita metting dengan perusahaan arbatra jam berapa?"


"habis ini tuan, kita tinggal menunggu kedatangan dari pihak perusahaaan arbatra group. semua berkas berkasnya sudah saya siapkan bos." jawab geri sopan


"oke, saya kembali keruangan dulu, nanti kalau sudah datang hubungi saya kembali."


15 menit menunggu pihak arbatra group datang


lalu geri menghubungi tuannya untuk keruang rapat.


πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


pukul 12 siang dinda terbangun dari tidurnya,

__ADS_1


"ah bosannya dinda mau bikin kue ah." dinsa lalu turun ke bawah.


"nyonya" sapa bibi kepada dinda


"eh bibi"


"iya nyonya, perkenalkan saya bi sri, saya disini bertugas sebagai art, jadi nyonya kalau mau apa apa panggil saya saja ya."


"nyonya mau saya buatkan apa?" tanya bi sri setelah ia memperkenalkan diri kepada dinda.


"saya mau buat roti cinamon roll bi"


"saya buatkan saja nyonya"


"oh tidak usah bi, saya buat sendiri saja. bibi masak saja, dinda pengen makan cap jay sama kwetiau goreng bi." kata dinda


dinda sudah tau latar belakang bibi karena kemarin dia sudah diceritakan oleh bintang bahwa bi sri ini sebenarnya salah satu koki di mansion yang di bawa ke apartemen, karena apartemen tidak seluas mansion, makanya bintang merangkap bi sri selain jadi art , dia ditugaskqn menjadi koki.


"baik nyonya" kata bi sri.


setelah kue matang tak lama hp dinda berbunyi.


tu li lut tu li lut


"hallo, assalamualaikum"


"waalaikum salam sayang, sayang kakak mau pulang kamu mau nitip apa?" jawab bintang


"eh, apa ya kak, dinda lagi gak pengen apa apa, dirumah juga bibi masak cap jay sama kwetiau goreng. dan eeem, ini dinda juga bikin kue kak" kata dinda " oh iya, kok kakak udah pulang, ini kan baru jam 2


"semua pekerjaan udah selesai, sisanya biar geri yang nyelesaiin. jawab bintang diseberang sana. "yaudah kalau gitu telfonnya kakak tutup dulu ya sayang, nanti ketemu dirumah, daaaa sayang muah, as salamualaukum sayang"


"waalaikum salam kak"


bintang menutup teleponnya


πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


sementara dikantor saat bintang mau siap siap untuk pulang, geri masuk keruangan bintang


"tuan tunggu sebentar " karena ruangan bintang tidak tertutup sehingga geri langsung nylonong masuk keruangan bintang


"iya geri, gimana. kamu sudah dapat info tentang zayn." kata bintang

__ADS_1


"sudah tuan" kata geri sambil memberikan berkasnya kepada bintang. lalu bintang membukanya.


zayn arbatra anak fakultas bisnis yang kuliahnya sama dengan dinda, anak dari agus arbrata, ayahnya pemilik perusahaan arbatra group. perusahaan kecil yang ingin bekerja sama dengan perusahaan milik bintang.


zayn adalah salah satu penggemar dinda, zayn juga pernah beberapa kali menyatakan cintanya kepada dinda namun dimda selalu menolaknya. saat membaca info tersebut bintang tersenyum, bintang merasa bangga sama istrinya karena tidak menjadi wanita gampangan yang gampang menerima cinta seseorang


setelah informasi didapat bintang berkata, "awasi perusahaan arbatra group, kalau dia di belakang mempunyai niat ingin bermain main dengan kita, singkirkan jangan sisakan secuil hartanya sedikitpun, bahakan habisi saja keluarganya.


"baik tuan" kata geri


"ger, pekerjaan saya sudah selesaikan, saya mau pulang, istri saya sudah menunggu."


geri tidak menjawab tapi geri malah menggerutu didalam hati, "cih, dulu saya kalau suruh pulang tidak mau..., sekarang setelah ada cewek dirumahnya saja, maunya pulang terus...." kata geri di dalam hati


" tuk, suara bolpoint melayang mengenai kepala geri. jangan coba coba merututiki gue didalam kepalamu ya..., apa yang kamu omongkan didalam hati gue tau semua ger..., kamu milih mana...? milih ngundurin diri sendiri atau gue pecat..." jawab bintang


"ti tidak tuan...., mana berani saya menggerutu tuan...., saya juga masih betah disini tuan..., saya masih mau mengabdikan hidup saya dengan tuan..., saya masih betah dikantor ini tuan....". kata geri kepada bintang. sebenarnya geri juga tahu kalu bintang hanya bercanda saja


" ya sudah gue pulang dulu, sisanya kamu yang ngatasi.... oh iya apa kamu sudah dapat bodyguard cewek untuk istri saya." kata bintang ia lalu memberesi mejanya, menyimpan berkas berkas penting ke dalam loker khusus yang ada di ruang pribadinya itu.


"sudah tuan, saya sudah dapatkan, saya sudah menyelidiki latar belakang nya juga, nanti infonya saya kirim lewat email" kata geri sambil


"ok ger..., gue pamit dulu..." bintang keluar dari ruang pribadinya.... ia mulai meninggalkan kantor pukul lima sore.


πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


bintang pulang diantarkan oleh sopir. sampainya di apartemen bintang langsung bergegas melangkah keunitnya. namun saat ia ingin masuk ke lift, bintang merasa ada yang mengikuti, saat dia mene ngok kanan dan kiri ia tidak melihat satupun orang disitu.


jiwa mavia bintang sangat kuat, sebenarnya ia mengetahui kalau ia sedang diikuti oleh musuhnya, namun untuk sekarang ia tidak mau mengambil tindakan dulu. bintang hanya memantaunya dari kejauhan, selama musuk belum terlalu mengancam, ia juga tidak mau memulainya.


bersambung.....


besok lagi ya......


jangan lupa.....


like.....


komen......


vote.....


mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....

__ADS_1


salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...


__ADS_2