
...😘happy reading😘...
maaf kalau banyak yang typo ya...
setelah satu minggu berlalu bintang setelah pulang dari jepang, ia langsung ke rumah papa dody. namun sebelum kesana dia meminta izin terlebih dahulu ke papa dody. dan dengan senang nya papa dody meng iya kan.
bintang pun juga meminta sang asisten untuk menyiapkan kuda besi nya sehingga ia bisa langsung bertemu dengan sang pujaaan hatinya.
sampailah bintang di istana papa dody.
setelah bintang izin kepada satpam lalu bintang dengan tidak sabar menekan bel dihadapan nya.
ting tong ting tong
" ih siapa sih, pagi pagi bertamu" kata dinda dari dalam mansion papa dody
"iya, sebentar." ceklek
dibukalah
"hai" kata bintang dari luar.
dinda yang kaget hanya mematung, seketika tubuhnya beku, mulutnya pun kelu tak bisa ber kata kata.
"sayang" sapa bintang
__ADS_1
ketika dinda tersadar dinda langsung mundur teratur menutup pintu nya. namun ketika dinda ingin menutup bintang mengganjal pintu itu dengan kaki nya.
"keluar, kakak aku bilang keluar."
" sayang dinda...., tolong maafin kakak sayang. tolong buka pintu nya kakak mau ngomong. tolong buka kan pintu nya." kata bintang memohon
setelah berapa saat dinda pun mengendurkan tahanan pintu dan terbuka.
"ya.... dinda kasih kesempatan untuk ngomong, dinda kasih kesempatan apa yang mau dijelaskan oleh kakak." jawab dinda dengan suara keras
" maaf kan kakak sayang, maafkan kakak jika dulu terlalu posesif sama kamu. kakak tidak ada maksut apa apa. kakak hanya mau melindungi kamu." kata bintang
"apa itu yang namanya melindungi kak, apa itu yang namanya melindungi, dengan cara dinda tidak boleh berteman dengan laki laki, dinda di kurung, kakak menggagahi dinda sesuka kakak. apa itu yang di namakan melindungi kak.... heemm. satu lagi selama dulu dinda tinggal bersama kakak, lalu kakak berbuat sesuka kakak, dan kemungkinan dulu tidak diqnggap menjadi istri kakak kan. mungkin dulu dinda hanya dianggap menjadi pemuas kakak kan. iya kan... jawab kak!!!" bentak dinda
mendengar perkataan dinda, bintang merasa seperti dihujani oleh batu besar, tubuhnya membeku hanya mendengar perkataan dinda yang sangat menyedihkan. bibir nya pun kelu tak bisa mengeluarkan kata kata, namun disudut matanya hanya terlihat tetesan bening yang turun membasahi kedua pipinya.
lepaskan dinda kak, dinda mohon, ceraikan dinda kak. biar kan dinda terlepas dari kakak. dinda ingin hidup bebas kak, dinda ingin hidup tanpa ada nya kekangan kak. tolong ceraikan dinda. tolong biarkan dinda hidup damai. kata dinda sambil tersedu sedu.
"nggak, ngak. kita tidak boleh bercerai, ayo kita mulai rumah tangga ini dari awal sayang, tolong maaf kan kesalahan kakak. satu bulan kamu pergi kakak terasa hampa. jiwa kakak kosong, hati kakak kesepian, hidup kakak pun berantakan." jawab bintang memohon.
"maaf kan dinsa kak, untuk saat ini dinda belum bisa, tapi kalau kakak mau menunggu dinda akan memikirkannya." jawab dinda
"iya, kakak akan menunggu, kakak akan sabar menunggu kamu. tapi jangan batasi kakak kalau ingin menemuimu ya..." kata bintang lagi sambil menatap kedua mata istri nya itu
"iya..." jawab dinda
__ADS_1
" ya sudah kalau gitu kakak pulang dulu, jaga kesehatan. jangan lupa makan. bay... assalamualaikum" pamit bintang
" iya terima kasih waalaikum salam" jawab dinda lalu masuk kedalam rumah.
sementara papa dody di kantor, awalnya papa dody merasa kawatir dengan anak nya. namun setelah mendengar dan melihat keadaan dinda dan bintang saat ini ia pun ikut tersenyum. karena dinda sudah lebih berani. papa dody melihat langsung percakapan live antara bintang dan dinda dari cctv yang terpasang di rumah dan terhubung langsung di hp papa dody.
waktu pun bergulir, jam pun terus berputar. tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore. kedua orang tua angkat dinda tampak memasuki halaman rumah nya.
karena dinda sedang menikmati hawa sore dihalaman mansion tak sengaja dinda pun menyambut kedua orang tua angkatnya itu.
"assalamualaikum sayang" sapa papa dan bunda nya secara berbarengan.
"waalaikum salam, bunda papa..." kata dinda sambil salim takzim.
"gimana harimu hari ini nak. apakah ada yang mau kamu ceritakan sayang...." tanya bunda.
"iya bund, tapi ayo masuk dulu... kita bicara di dalam saja."
"yasudah bunda sama papa mau bersih bersih dulu kalau gitu. sepertinya ceritanya akan panjang dan banyak yang mau kamu ceritain. gimana kalau ceritanya nanti saja habis makan malam saja gimana ?" kata bunda mencandai putri angkatnya itu
"hehehe iya bund"
beberapa saat kemudian, mereka bertiga sudah menghabiskan makan malam nya. lalu mereka beranjak dari ruang makan menuju ruang keluarga. yang pertama meninggalkan meja makan yaitu papa dody lalu di susul oleh dinda dan bunda.
"wah kenyang nya, memang the best masakan bunda" kata dinda memuji bunda nya
__ADS_1
lalu papa ikut menimpali perkataan dinda, " masakan bunda itu memang tiada dua nya."