Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
damai


__ADS_3

......happy reading......


maaf kalau typo ya...


Bintang menundukkan kepalanya saat mengatakan itu pada dinda. Dinda terus menatap muka bintang ,Dia mencari kejujuran atas perkataan bintang, "Beri aku waktu untuk memahami diriku sendiri,dan selama itu jangan pernah kau berikan senyummu pada laki-laki lain. bintang mulai memandang mata indah dinda.


Dinda tampak diam dengan ucapan bintang . sebenarnya Dia sendiri juga tidak mengerti tentang dirinya. Tapi dinda tidak mau berharap sama se kali. Dia selalu berusaha membentengi hatinya. bintang kembali memajukan mukanya untuk merasakan bibir dinda .kali ini bintang memberikan ciumanya dengan lembut dan dalam. Sebenarnya dinda juga menikmati ciuman bintang.


setelah puas berciuman bintang kembali menghujami miliknya ke milik dinda lalu bintang mulai


menghentakkan Pinggulnya cepat. Lalu membalik tubuh dinda dan membuat posisi tubuh dinda menungging di depan bintang. Bintang menghentakkan kembali pinggulnya dan kali ini membuat dinda benar benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bintang menciumi punggung dinda dan memegang bokong dinda yang padat. Dinda telah mendapatkan puncaknya berkali kali karena gerakan liar dinda di tubuhnya.


Bintang kembali membalik tubuh dinda dan melepaskan pelampiasan terakhirnya dengan lumayan kencang. "Aaahhh.i love you", kata bintang  dengan nada mendesah dan memeluk tubuh dinda.


sudah berapa lama dinda dan bintang melakukan penyatuan, dari sore hari sampai menjelang subuh bintang baru melepaskan dinda. karena kecemburuan bintang menjadi monster sampai sampai ia tak melepaskan dinda.


matahari sudah menampakkan batang hidungnya namun kedua insan tersebut masih setia bergulung dibawah selimut tebalnya, ia tidur dengan mmeluk satu sama lain. seolah olah tidak ada yang ingin kehilangan.


sinar matahari yang sudah mengintip masuk melalului celah gorden membangunkan ipemilik mata lentik nan indah itu, siapa lagi kalau bukan dinda.dinda yang merasa terusik mulai membuka matanya dengan perlahan


"eugh, jam berapa ini. aku kesiangan, tidak solat subuh" kata dinda sambil mengumpulkan nyawanya.saat sudah sadar seratus persen dinda baru sadar kalau ia masih dalam keadaan polos, dan masih memeluk bintang.


dinda mengerakkan badanya untuk menjauh dari bintang. namun bintang yang mendapat pergeraka tersebut bintang merasa terusik.


dengan sagera bintang manarik badan kecil dindadengan cepat bintang memeluk lagi badan kecil itu bintang separti bayi yang tidak mau kehilangan boneka kelincinya saat bangun tidur 'diamla sayang, aku masih ingin memelukmu sabentar,” ucap bintang sambil menyembunyikan wajahnya pada laher dinda Dan dinda pun hanya pasrah atas perbuatan bintang.


"kak, jangan gitu geli, sudah ya kak. badanku remuk semua." kata dinda sambil meronta ingin di lepaskannya.


namun semakin dinda meronta, bintang semakin erat merangkul dinda.


"sebentar lima menit lagi, jangan begitu dinda, nanti kamu bisa membangunkan yang dibawah." kata bintang dengan suara beratnya.

__ADS_1


dinda pun menurut, dinda hanya diam mematung. lalu setelah lima menit dinda baru bilang


"kak, ini sudah lima menit aku mau mandi. badanku sudah lengket semua kak." kata dinda


lalu dengan terpaksa bintang melepaskan dinda, namun saat dinda ingin turun dari ranjangnya ia merasa kesakitan, karena tadi malam sudah digempur habis habisan.


"aaa auh" kata dinda sambil meringis kesakitan


bintang yang mendengar suara dinda tidak membiarkan itu ia langsung membopong dinda ke kamar mandi. "maaf ya sayang, aku sudah tau kalau bakal seperti ini. nanti kamu istirahat saja dirumah, kuliahnya libur dulu."


dinda hanya mengangguk tanpa bersuara lagi. ia juga badannya serasa sangat lemas. dinda hanya bisa memejamkan matanya saja.


"kamu duduk disini dulu ya sayang..., biar saya siapkan airnya." kata bintang sambil meletakkan dinda diatas kloset.


setelah siap, bintang menggendong dinda ke dalam bath up.


"aa auu perih...." dinda menahan rasa sakitnya


"kakak, kenapa ikut masuk, aku mau mandi dulu. kaka tolong keluar" kata dinda


"kakak tidak melakukan apa apa lagi sayang, kakak hanya memandikan kamu sayang." jawab bintang


digosoklah punggung dinda, dinda di perlakukan dengan halus, saat ini bintang memperlakukan seperti ratunya


bintang menepati janjinya untuk tidak melakukan apa apa. setelah selesai, bintang menggendong dinda kembali dan memakaikan pakaiannya


"sudah kamu dikamar aja, nanti makan dikamar saja, biar kakak yang ngambilin makanan ke bawah. kata bintang yang seolah olah menjakan dinda, menjadikan dinda sebagai ratu.


dinda menuruti apa yang dikatakan bintang, dinda hanya pasrah, karena badannya pun merasa remuk, tulangnya seolah luruh. tak lama bintang pun membawakan sepiring nasi goreng, kebetulan bibi dah kembali dari kampungnya, dan subuh tadi ia baru kembali lalu ia langsung bergegas mempersiapkan untuk memasakan tuannya.


"ini sayang dimakan, aku suapi ya." kata bintang

__ADS_1


"gak usah kak, dinda makan sendiri saja. kakak ber siap siap kekantor saja. nanti terlambat." jawab dinda


"yasudah kalau begitu sayang..., makannya dihabiskan, kakak akan bersiap siap kekantor.


beberapa menit kemudian, dinda sudah menghabiskan makanannya. terlihat bintang menghampiri dinda lalu sebelum bintang sampai ke dinda, dinda sudah memanggilnya dengan manja


"kak sini." kata dinda halus, memanggil bintang. dengan dua tangan memegang tangan bintang


"kak, tolong percaya sama dinda, dinda tidak bakal selingkuh, dinda tidak bakal mendua, memang benar kalau dinda belum bisa mencintai kakak. tapi dihati dinda sudah ada nama kakak, nama kakak sudah mulai ada dihati dinda. walaupun belum sepenuhnya. tetapi dinda tidak akan membuka hati untuk orang lain. dan untuk zain dinda tidak punya perasaan dengannya kak. dinda bakal setia, menjaga hati dinda untuk kakak." kata dinda panjang leber menjelaskan kepada bintang.


"sayang, dengarkan kakak dulu, tidak ada laki laki sama perempuan berteman bahkan bersahabatan kalau tidak ada embel embel yang lainnya" jawab bintang yang mulai mengeraskan intonasinya


"tapi memang aku cuma menganggap zayn sebagai sahabat dinda kak, tidak lebih." sebenarnya dinda merasa geram, karena pertemanannya sekarang tidak sebebas dulu. tapi dinda tidak bisa apa apa selain menuruti perkataan bintang, toh percuma saja saat dia mengambil tindakan, ujung ujungnya cuma hukuman yang dia dapatkan.


"ya sudah, jangan dipikirkan.... istirahatnya persiapkan dirimu untuk nanti malam.... kakak berangkat dulu ya, kata bintang sambil mengelus pucuk kepala dinda


bintang berpamitan sambil mencium dan dinda menyambutnya dengan salama takzim.


bersambung.....


besok lagi ya......


jangan lupa.....


like.....


komen......


vote.....


mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....

__ADS_1


salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...


__ADS_2