Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
bertemu ayah


__ADS_3

...😘 happy reading😘...


maaf para reader, kalau ada yang typo


"eugh, dinda bangun dari tidurnya. ia merasa terusik ketika sinar matahari menusuk matanya. "hah udah jam 12. yah, kesiangan lagi. untung hari ini weekend


"kak, kak, kak." panggil dinda kepada bintang. namun bintang tidak sedikit pun meres pon din da. lalu dinda meng goyang goyang kan lengan bintang. "kakak bangun ini udah jam dua belas ".


bintang yang merasa terusik lalu membuka matanya. " ehm, sayang good morning" kata bintang dengan suara serak khas bangun tidur.


"morning kakak" kata dinda


lalu dinda bangun lalu memunguti pakaiannya dan pakaian bintang untuk dimasukkan kedalam keran jang pakaian kotor. setelah itu masuk kedalam kamar mandi. namun sebelum masuk, bintang memanggil dinda.


"sayang mau kemana,"


"mau mandi kak," lalu dinda langsung masuk kedalam dan menguncinya, karena ia takut kalau nanti tidak di kunci bintang akan menyusulnya dan melakukan yang nggak nggak di kamar mandi seperti kemarin.


setelah menyelesaikan ritual mandinya, dinda lalu keluar dan memanggil bintang untuk mandi, "kak, mandi dulu, pumpung weekend nanti sore antar dinda ke mall ya kak." kata dinda sambil mengerjab ngerjabkan matanya, seperti memohon


"iya, sayang apa sih yang enggak buat istriku tercinta.". kata bintang sambil mencium dinda. cup, cup, cup.


"iiih udah kakak, nanti bibir dinda habis," sungut dinda kepada bintang. lalu bintang melenggang begitu saja ke kamar mandi.


keduanya lalu turun kebawah untuk melakukan sarapan,


"sayang, kakak udah nyariin body guard cewek buat kamu, dan bodyguard itu nantinya akan kuliah ber sama kamu. jadi, kamu gak perlu malu kalau sebenarnya kamu bersama bodyguard." ucap bintang sambil menyantap makanannya.


"kenapa di kampus harus ada body guard segala sih kak. dikampus kan aman." jawab dinda


"sayang kamu tau kan pekerjaan kakak gimana, apalagi di dunia bisnis, mereka akan menghalalkan berbagai cara untuk menjatuhkan kakak, dan salah satunya dia akan menggunakan kelemahan kakak." " kelemahan kakak sekarang kamu sayang, kakak gak mau sampai kehilangan kamu." kata bintang sambil menggenggam tangan dinda


"iya kak, terima kasih menganggap dinda berharga, " din da pun menja wab dengan mel ow


yaudah ayo makannya diselesaikan, katanya mau ke mall. dinda pun mengang guk tanda meng iyakan.


bebe rapa menit ber lalu mereka sudah sampai di mall, bintang pun meng genggam erat tangan dinda, mereka berdua mulai ber belanja, mulai dari masuk ketoko make up , toko buku, dan terak hir masuk ketoko under ware.


"loh kakak mau beli under ware." kata dinda bertanya kepada bntang lalu, bin tang pun men jawab dengan gele ngan kepala nya.

__ADS_1


"terus" dinda bertanya kepada bintang. lalu bintang pun menunjuk ketempat linggery. " itu, pilih sampai 20 potong."


"hah, buat apa kak baju sari ngan tahu. ini mah sama aja kayak dinda tidak pakai baju tau kak."


" ini buat dines malem kita." kata bintang sambil ter senyum


"iiih gak mau "


"udah nurut aja kenapa." jawab bintang. "mba, tolong pilihkan lingery ini 20 potong untuk istri saya" kata bintang menyuruh pra muniaga yang ada di situ


dinda yang mendengar itu hanya bisa mendelik kaget, karena harga satu potong nya saja 5 jutaan. " kak, jangan mubazir, beli aja 5 itu udah cukup kakak."


" itu nggak mubadzir sayang. itu juga buat kesenangan kakak." " udah nurut aja kenapa si."


"terserah kakak, yang penting kakak seneng."


Bintang pun ter senyum, melihat istri nya cemberut seperti itu.


hari sudah mulai gelap, mereka pun tak terasa sudah meng habiskan waktu beberapa jam untuk memutari mall itu


"sayang ayo kita makan dulu"


"kamu mau makan dimana sayang?" tanya bintang


"di restoran japanes food boleh?. dinda mau makan sushi " jawab dinda,


"boleh sayang."


namun saat sepasang suami istri ini mau masuk kedalam restoran itu, dinda di kejutkan oleh seseorang yang duduk tak jauh dari pintu masuk, mereka adalah ayah dan selingkuhannya dulu, yang sekarang posisinya sudah naik menjadi istri sah ayah dinda. lalu bintang yang posisinya dibelakang dinda, ia juga melihat arah mana istrinya tersebut melihat.


lalu bintang mengelus kedua bahu dinda dengan kedua tangannya," udah gak usah dilihat, ayo kita pergi dari sini, kita cari restoran lain."


"bentar kak, dinda mau mendengar dari mulut ayah sendiri." dinda meyakinkan bintang.


" iya boleh, tapi kamu harus janji tidak boleh menangis dihadapan mereka. kamu harus kuat right."


"right, dinda janji gak akan nangis dihadapan mereka."


lalu keduanya menghampiri tuan richad atau ayah dinda.

__ADS_1


"ayah" sapa dinda kepada ayah nya


"ehem," ayah kaget karena bisa bertemu dengan anak nya disini.


" sini duduk sayang" kata ayah.


"apa ada yang ayah mau sampaikan" kata dinda marah, rasanya dinda ingin menangis tapi ia tahan. bintang yang ada dibelakang dinda hanya bisa mengelus pundak dinda sambil sesekali berkata " sabar"


" iya dinda, sebenarnya ayah mau mene muimu tapi ayah belum sempat." elah ayah


" sudah gak usah basa basi lagi ayah, dari kapan ayah menjalin hubungan sama tante *** *** ini?" tanya dinda lagi.


"hey, jaga bicaramu. sekarang aku ini ibumu."


"dengar ya tante, jangan sebut aku ini anakmu. ibuku hanya bunda citra. bukan anda!! kata dinda menjawab ucapan sinta


"plak" pipi dinda ditampar oleh ayahnya. " kamu ya..., ayah tidak pernah mengajarkan kamu untuk kurang ajar sama orang lain, apa gara gara kamu nikah dengan baji ngan ini, kamu jadi seperti ini.... kata ayah membela istri baru nya.


bin tang yang ada di belakang dinda ikut geram lalu bintang mencekal dagu tuan ricad ayah dinda sambil berkata " dengar ya pak tua yang ter hormat saya peri ngatkan sekali lagi, hari ini kamu terakhir kalinya menyentuh istri saya, jangan kamu ulangi tangan kotor anda menyentuh istri saya, karna tadi kamu sudah berani menye ntuh maka saya akan menghancur kamu. siapkan dirimu, mentalmu baik baik . jangan sampai kamu gila karna kehilangan semua hartamu. dan ingat baik baik semua hartamu itu adalah milik istri saya.!!" ancam bin tang kepada tuan richad ayah dinda, dengan nada dingin. aura mafia nya seakan keluar.


"ayo sayang, kita pulang." dinda lalu menurut sama bintang. karna mood nya sudah hilang maka keduanya pun pergi meninggalkan restoran tersebut. dinda keluar dari restoran tersebut membuntuti bintang dari belakang. sesampainya di mobil bintang pun mengelus pucuk kepala dinda.


bintang yang sudah tau kalau dari tadi dinda menahan air mata bintang pun berkata." sayang keluarkan lah semuanya, menangis lah di pundak ku sayang


bersambung.....


besok lagi ya......


jangan lupa.....


like.....


komen......


vote.....


mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....


salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...

__ADS_1


__ADS_2