
...😘happpy reading😘...
maaf kalau ada yang typo.....
masih 18+++ ya...
Hubby, ponselmu bunyi," ujar dinda melihat bintang yang tidak peduli dengan itu. Pria matang itu mencoba acuh, karena ada desakan di bawah sana yang lebih penting dari apapun. Bintang tak menghiraukan suara gawainya itu, dia terus bergerak, lalu tangannya bergerilya di tubuh bagian atas istrinya. Akan tetapi ponsel itu pun tak berhenti untuk berbunyi, entah karena apa seseorang di seberang sana menghubungi bintang.
"kak..., mungkin telepon penting. Ayo angkat dulu, Sayang," ujar dinda sambil mendesaah-desaah. Dia ikut merasa tak enakan, kalau memang itu menyangkut pekerjaan. Dan hal itu sukses membuat bintang berdecak keras. Merasa kesal karena terganggunya terganggu.Â
Dia menghentikan pergerakannya, lalu menyambar ponsel itu dengan kesal tanpa melepas penyatuan. Saat dia melihat siapa yang menelepon, dia langsung menarik satu sudut ke atas, senyum sinis. Dan dia langsung menggeser tombol hijau di layar.Â
"Halo! Ada apa?" cetus bintang, lalu mulai bergerak lagi, menghentak dinda hingga wanita itu menganga lebar. Dan tak sengaja mengeluarkan lenguhan.Â
Sementara di seberang sana, gery langsung merutuk, sepertinya dia menelepon di waktu yang salah, karena di awal pembukaan saja dia sudah disuguhi suara erotiis dari mulut istrinya.Â
Eugh "Ah, kakak pelan sedikit!" jerit dinda sambil menggigit bibir bawahnya, sedangkan bintang menghidupkan, dia melakukan itu semua, berani menyenangkannya, maka harus berani menerima konsekuensi. Dia lalu membuka Ikon loud speaker, agar gery mendengar dengan jelas desahaan mereka. Bintang benar benar belum bisa berkata apa apa, selain mendengarkan kegiatan panas yang sedang berlangsung.Â
Hah, lidahnya kelu sekarang, dan tak sanggup menjelaskan tujuannya. Padahal dia hanya ingin mnengingatkan kalau hari ini ada meeting.  Namun sepertika karena bintang sudah mendengar hal pencapaian nirwana tersebut ia sudah tau artinya, bahwa nanti ia akan menggantikan bos nya itu.  Â
__ADS_1
 "Hei, kamu membuang waktuku! Perlu kamu tahu aku sedang bekerja keras untuk mencetak bintang junior !!!!. Mau bicara atau tidak?" sentak bintang membuat gery langsung tersadar.Tak hanya bibir pria yang terdengar kasar, tetapi juga gerakannya. Hingga membuat dinda tak bisa untuk diam. "sayang, lebih cepat! Aku mau sekarang!" Jerit dinda merasakan tubuhnya yang sudah tidak karuan. Karena itu datang. Wanita itu mencengkram erat dada suaminya sebagai pelampiasan.
Â
Mendengar itu, gery menelan salivanya kasar. Tiba-tiba ada yang menggeliat di bawah sana, meski dia tidak tahu pasti itu apa. Hah, jangan! Jangan menggoda imannya yang hanya sebesar butiran debu.
 "Maafkan saya, Tuan. Lain kali saya akan menelepon tuan di waktu yang tepat," ucap gery cepat-cepat, bahkan dia langsung mematikan panggilannya secara sepihak. Tidak kuat dengan suara yang menggaanggu gendang telinganya dan meracuni otaknya itu. Terasa berdengung, dan membuat sesuatu dalam tubuhnya tiba-tiba ingin dikeluarkan. gery yang sekarang sedang menghendel semua pekerjaan bintang dikantor, buru buru ia lari kekamar mandi. Gery melampiaskan nafsunya itu dikamar mandi Â
Â
Tubuh sensual dinda tergelatak di atas ranjang. Suara erangan panjang menggema seiring hentakan terakhir yang dia terima. Bintang benar-benar menghajarnya tanpa ampun hari ini, hingga kehabisan tenaga.Â
Pria matang itu selalu tergoda, tak bisa berlama-lama menahan dirinya agar tidak menghentak inti istrinya. Lembah basah yang menggairahkan itu sudah mengambil seluruh kesadarannya. Hingga bintang tak berhenti, meski dinda sudah merintih, suara tarikan nafas yang sangat nyaring. Bintang menjatuhkan tubuhnya di samping dinda, dan menciumi wajah wanita itu.Â
"I love you, Baby. Love you so much," ungkap bintang sambil memangkup satu sisi wajah dinda. Hingga perlahan dinda membuka matanya. Dan dia merasakan bintang memberikan selimut untuk menutupi tubuh moleknya. Dia menggulingkan badannya ke samping, di mana bintang berada. Hingga pandangan keduanya sama-sama beradu.Â
Bintang terlihat sangat puas, karena sudah berhasil membuat dinda menyerah pada permainannya. "Lebih mencintaimu, Hubby, suamiku tercinta. Kamu benar-benar membuatku tidak berdaya," timpal dinda dengan nafas pendek-pendek.Â
Dinda menggeliat, dan membenamkan wajahnya di dada bintang, dada basah sisa percintaan mereka. Mendengar itu, bintang mengulum senyum. Dia mengecup puncak kepala dinda. Lalukan bantuan di pinggang wanita itu.Â
__ADS_1
Dia melirik jam di dinding kamar, pukul 10 lewat beberapa menit, dan selamat itu mereka hanya bermandikan peluh. Kedua orang itu sama sekali belum keluar dari tempat peraduan. Kini, kamar atas adalah tempat yang paling dihindari oleh para pelayan di mansion tersebut. Terkesan horor, karena setiap ada keduanya pasti ada suara laknat yang menghancurkan telinga kesucian.Â
Â
"Sayang, kamu mau punya anak berapa?" tanya bintang, mulai membayangkan masa depan mereka yang indah, dikelilingi bocah-bocah kecil yang lucu dan menggemaskan. Buah cintanya bersama dinda.Â
"Aku? Tidak tahu, semampu kakak saja," balasnya dengan mendongakkan wajah, mengungkapkan Ken dan memainkan bibir pria itu.Â
"Kalau semampuku, berapapun aku sanggup, Baby. Kamu mau mansion ini penuh dengan anak-anak ? Aku bisa membuatnya, asal kamu siap meladeni aku," ujar bintang dengan penuh percaya, dan malah mendapat pukulan di dada. "Kamu ini makan apa sih? Kenapa perkasa sekali? Jangan-jangan kamu minum obat yah?" cetus dinda, senangnya menyelidik, mencari kejujuran bintang, dan pria itu tertawa keras.
"enak saja....," lalu bintang menyeringai. " apa mau mencoba sensasi baru...., nanti kakak suruh gery untuk mencari obat perkasa ya...., kita coba sensasinya" kata bintang mengerjai istrinya
"emmm, gak usah kaka, gini saja dinda udah gempor, apalagi pakai obat kak, bisa bisa dinda mungkin semaput" kata dinda sambil memalingkan wajahnya.
"tapi kamu suka kan sayang, kamu saja menikmati, tadi sambil merem melek ah uh ah uh, lebih cepat lagi hubbi, he he he." bintang tertawa sambil menggoda istrinya
"ih kakak, bugh" dinda melempar guling ke badan bintang. " jangan ganggu dinda, dinda mau tidur...."
jangan lupa like nya ya......
__ADS_1