
...HAPPY READING......
maaf jika banya yang typo hehehe.....
..."jodoh, maut, rezeki hanya kuasa allah.kita hanya berdoa dan berusaha"...
Ricad tampak berfikir didalam hati ia bertanya “ wah berati kalau dinda dijadikan istri oleh tuan bintang berati hidup dinda akan enak. “
Lalu ricad berkata” iya, silahkan ambil anak saya, jadikanlah dia istri.
Lalu bintang memanggil geri."Geri, buatkan surat perjanjian, kamu sudah dengar kan apa yang kita bicarakan tadi."
kebetulan ruangan asisten geri dan bintang satu ruangan. sehingga geri tau semuanya apa yang dilakukan oleh ricad.
"iya tuan akan saya buatkan, mohon tunggu sebentar." kata geri sambil membuat perjanjian.
setelah menunggu beberapa saat
"ini tuan perjanjiannya." sambil menyerahkan draf perjanjian.
Pihak I \= BINTANG VALENTINO
Pihak II \= RICAD ROSES
Pihak I akan menanamkan sahamnya sebesar 50 %
Pihak II akan menyerahkan anaknya yang bernama Dinda Roses kepada pihak I untuk dijadikan istri oleh pihak I.
jika ada salah satu pihak yang membatalkan berjanjian tersebut maka akan menyerahkan semua perusahaan yang ia punyai
perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa adanya paksaan oleh salah satu pihak.
perjanjian ini disetujui oleh
PIHAK I PIHAK II
__ADS_1
BINTANG VALENTINO RICAD ROSES
Flasback off
mendengar perkataan ayah tadi dinda hanya bisa menangis, luluh lantak hati dinda. dia hanya memikirkan bagaimana ia kedepannya akan hidup.
ayah dinda menenangkan dinda sambil memeluknya.
"maafkan ayah ya nak, karna keserakahan ayah kemarin kamu jadi korbannya. kalu kamu marah sama ayah, silahkan saja. tapi ayah mohon jangan tinggalkan ayah ya nak" kata ayah dinda sambil menangis.
" iya ayah, dinda sudah menerima semuanya. dinda sudah ikhlas. doakan dinda supaya kedepannya dinda bisa hidup, bisa menata masa depan dinda." kata dinda masih menangis, tapi karena mendapat pelukan dari ayahnya dinda sudqh mulai tenang. walaupun dia sudah ikhlas, tapi dinda masih merasa sedih
tidak terasa jam dinding menunjukan pukul 10 malam
"yasudah tidur, hari sudah mulai malam dinda.
sampai dikamar dinda tidak lupa menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. dia juga berdoa untuk meminta kekuatan supaya kedepannya ia bisa menjalani hari harinya dengan bintang yang terkenal sebagai mavia kejam.
tak terasa sudah satu minggu sudah terlewati. hari ini adalah hari dimana akan di adakannya pernikahan dinda dan bintang, hari yang sudah ditunggu tunggu oleh bintang namun hari yang paling ditakuti oleh dinda.
dari tadi pagi pagi subuh, rumah dinda sudah ramai, mulai dari dekor, chattering, wo sudah disiapkan semua oleh bintang.
tok tok tok tok ayah dinda mengetuk untuk membangunkan anak cantik semata wayangnya.
ceklek. dengan gontai, dinda membuka pintu sambil berkata."iya ayah, dinda sudah bangun dari tadi pagi."
ayah tersenyum sambil memandangi wajah cantik dinda. "din, sekali lagi maafin ayah ya nak. karna ayah kamu harus begini."
dinda tersenyum sambil berkata " iya ayah, insaallah dinda siap lahir batin."
"anak ayah ternyata sudah dewasa, sebentar lagi sudah jadi milik orang." dengan tersenyum ayah berkata sambil mengacak rambut dinda.
"iihh ayah...., rambut dinda jadi berantakan." balas dinda dengan nada manja nya .
"yasudah, sebentar lagi akan ada mua yang akan mendandani kamu. ayah tinggal kebawah "
ayah meninggalkan kamar dinda, lalu dinda masuk lagi kekamarnya. dinda duduk dimeja rias sambil memandangi foto bundanya.
ia berkata." bunda, kalau memang ini sudah takdir dari yang di atas, dinda iklas menerima nya bund, tolong doain dinda yabund, supaya kuat dan kedepannya dinda bisa jadi istri solehah. walaupun sekarang dinda belum cinta, tapi dinda akan mencobanya untuk mencintai tuan bintang." tak terasa air mata dinda mengalir. namun air mata saat ini bukan air mata kesedihan lagi, namun sudah berubah menjadi air mata kebahagiaan. ia terharu karna sebentar lagi akan menjadi istri orang.
tok tok tok, bunyi tersebut membuyarkan lamunan dinda
__ADS_1
"iya, sebentar". dinda beranjak untuk membukakan pintu kamarnya.
ceklek
"maaf mba, saya mua yang bertugas untuk mendandani anda." kata mua tersebut sambil membawa segala macam peralatannya untuk menyulap dinda menjadi ratu pada hari ini
""iya mba, silahkan masuk." kata dinda mempersilahkan mua tersebut. dinda juga membantu membawakan peralatan peralatan yang tadi di bawa oleh mua tersebut.
dinda mulai dirias oleh mua tersebut. namun saat mua tersebut mulai memoles kulit alus dinda, mua tersebut hanya tersenyum. namun didalam hati mua tersebut bisa melihat aura sang calon pengantin. biasanya penata rias atau mua bisa melihat bagaimana perasaan si tukang rias tersebut apakah si tukang rias tersebut bahagia atau tidak. dan sekarang si penata rias yang bisa menebak dinda bahwa pernikahan dinda yang sekarang ini belum ada rasa kebahagiaan, dinda merasa terpaksa.
" mbak....??" kata mua tersebut membuyarkan lamunan dinda. dinda pun menileh kehadapan mua tersebut.
"iya mba..."
" sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu ya mba..., maaf kalau perkataan saya lancang..., tapi saya tidak ada maksud lain, selain saya bisa menyulap wajah anda auranya terpancar kebahagiaan. karena seorang calon pengantin itu auranya akan terpancar jika didalam dirinya juga memiliki kebahagiaan mba..... "
"saya menikah semata mata hanya cuma membantu mengembalikan kejayaan perusahaan ayah saya mba..."
" buatlah anda seolah olah bahagia ya mba..., bayangkan anda menikah dengan pangeran hati anda..., mungkin allah sudah menggariskan untuk anda menikahi calon suami anda itu. mungkin jalannya yang menurut mmmba terlampau spesial..., namun percayalah kalau setelah ini allah sudah menyiapkan kebahagiaan besar" kata mua tersebut sambil memeluk dinda, yang seolah ingin menyalurkan energi positif untuk dinda
"terima kasih mba..." kata dinda sambil tersenyum kearah mua tersebut. dinda yang saat ini kondisi hatinya membeku sedih, setelah mendengar perkataan mua tersebut menjadi lebih menghangat
setelah beberapa menit berlalu riasan dinda sudah selesai. "mba, ini riasannya sudah selesai, sembari menunggu pengantin pria datang, mba menunggu disini dulu ya..., nanti kalau sudah datang mba akan dipanggil oleh pihak wo. mba tidak papa kan saya tinggal sendiri...." kata mua sambil membereskan alat make upnya
"iya mba, tidak apa apa saya dikamar sendiri." jawab dinda
..." ketika kita sudah berusaha merubah takdir, dan takdir tersebut tidak berubah sedikit pun, maka langkah yang selanjutnya yang kita jalankan adalah menerimanya dengan ikhlas."...
bersambung.....
besok lagi ya......
jangan lupa.....
like.....
komen......
vote.....
mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....
__ADS_1
salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...