
😘 happy reading 😘
maaf kalu ada yang typo
dinda pun menangis, ia teringat kembali apa yang di lakukan bintang dulu sebelum ia koma, potongan kejadian kejadian ter sebut seperti ter ngiang ngiang kembali berputar di otak dinda"
"maaf kan kakak sayang, maukah kamu mulai dari awal kembali hem...., kakak menyesal sayang"
dinda pun hanya terdiam, air mata nya terus mengalir. bintang terus berusaha mwnghibur istri nya supaya mau kembali seperti dulu, namun tetap saja ter diam.
jam dinding terus berputar, burung pun yang awalnya pergi kelaut mencari makan, ia pun kembali kegunung untuk pulang ke sarang nya, matahari yang awal nya cerah ia kembali muram di gantikan oleh bulan yang kembali ceria mengeluarkan sinar nya.
" sayang makan ya, kakak suapi." kata bintang sambil menyodorkan satu sendok ke dalam mulut dinda namun dinda pun menolak. ia menggeleng kan kepala sambil tangan nya menangkis tangan bintang.
"ya sudah kalau kamu tidak mau, biar kakak pang gilkan suster untuk menyuapi kamu." bintang pun lalu keluar mencari suster untuk menyuapi istri nya. tak lama suster tersebut datang ke kamar dinda. lalu bintang pun keluar.
" nyonya dinda makan dulu ya supaya nanti cepat pulang. "
bintang tersenyum melihat istri nya mau memasukan nasi beserta kawan nya ke dalam mulut nya. walaupun ia hanya bisa melihat di balik jendela, namun bintang tetap senang.
__ADS_1
tak berapa lama daddy dan mama bintang datang ke rumah sakit.
"hai nak, gimana keadaan mantu mama?" tanya mama vio kepada anak laki laki nya
"mamah bisa melihat sendiri keadaan nya semakin membaik, tapi dinda tidak mau berbicara sama aku mah?. dinda hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan kepala saja jika aku ajak ngomong."
"ya sudah, yang sabar. anggap saja ini cobaan buat kamu. dengan ber jalan nya waktu dinda akan kembali pada kondisi awal seperti dulu.
"maaf pak, pasien atas nama dinda sudah selesai makan" kata suster keluar dari ruang dinda tersebut menghampiri bintang.
"terima kasih sus." kata bintang dan mama vio bersamaan. sedangkan daddy varel masih menerima telfon dari rekan bisnis nya.
ceklek, pintu kamar pun di buka oleh mama vio, mama masuk ke dalam ruangan dinda.
" assalamu alaikum sayang, mantu mamah yang cantik. gimana kabar nya? apakah udah baikan." kata mama vio mendekat ke ranjang dinda.
"wa alaikum salam mamah" dinda ter senyum. " alhamdulillah dinda sudah baikan mah, bahkan kon disi dinda sudah jauh lebih sehat dari kemarin, kabar dinda juga baik mah. gimana kabar mamah?"
" al hamdulilllah mamah juga baik sayang." jawab mamah lembut.
__ADS_1
" mah, dinda boleh nggak meminta satu permohonan kepada mamah." kata dinda.
" boleh sayang"
"mah,dinda punya satu permintaan, tapi mamah jangan marah ya mah. emmmm din, dinda mau ber cerai sama kakak," suara dinda ter bata bata.
" dinda sudah memutuskan kalau mau ber pisah dengan kakak mah, dinda sudah tidak kuat lagi mah. dinda mau bebas, dinda mau meng gapai cita cita dinda menjadi dokter mah, dinda gak mau di cemburuin ber lebihan seperti ini lagi mah. dinda mau ter lepas dari kakak mah" kata dinda memohon kepada mamah nya sambil menangis lalu memeluk mama vio.
" di fikir dulu sayang, jangan gegabah untuk memutuskan semua sendiri, diskusikanlah sama bintang ter lebih dahulu."kata mama vio memberikan nasihat kepada dinda.
"ya udah mama keluar dulu ya nak.tenang kan lah dirimu terlebih dahulu, jangan sampai nanti kamu menyesal di kemudian hari." kata mama vio sambil menatap ke dinda. lalu dinda mengangguk dan mama vio pergi keluar.
sesampai nya di luar mama vio menghela napas. lalu meng hampiri bintang
" bin, apa yang sudah kamu lakukan kepada dinda sayang, sampai dia mau pisah dengan mu nak. apa sebegitu parah dan kasar nya kamu memperlakukan istrimu itu sayang. "
"maaf mah, bintang menyesal, bintang sayang sama dinda mah, bintang tidak mau melepaskan dinda." kata bintang dengan mata berkaca kaca. ia tidak menyangka kalau istri tercintang memang mengingin kan untuk ber pisah.
" berusahalah nak, di dalam berumah tangga itu memang tidak ada yang mulus, pasti akan ada pasir, kerikil, bahkan badai besar yang akan menghampiri keluarga kita, yang bisa mempertahan kan ya kita nya sediri. semua masalah pasti ada jalannya, maka temui lah istri mu, rayulah dia. mungkin sekarang masih terbawa emosi. dan yang paling penting berdoalah kepada allah. memintalah untuk membolak balikan hati,pikiran dan jiwa seseorang. allah tidak akan memberikan ujian melampaui batas manusia. dan ketika besok memang jalan nya ber pisah maka ikhlaskan lah." kata bijak papa nya bintang mena sehati anak tercinta nya.
__ADS_1