
......happy reading......
typo bertebaran dimana mana. maaf keun ya readers.
"iya mba, silahkan masuk." kata dinda mempersilahkan mua tersebut. dinda juga membantu membawakan peralatan peralatan yang tadi di bawa oleh mua tersebut.
dinda mulai dirias oleh mua tersebut. namun saat mua tersebut mulai memoles kulit alus dinda, mua tersebut hanya tersenyum. namun didalam hati mua tersebut bisa melihat aura sang calon pengantin. biasanya penata rias atau mua bisa melihat bagaimana perasaan si tukang rias tersebut apakah si tukang rias tersebut bahagia atau tidak. dan sekarang si penata rias yang bisa menebak dinda bahwa pernikahan dinda yang sekarang ini belum ada rasa kebahagiaan, dinda merasa terpaksa.
" mbak....??" kata mua tersebut membuyarkan lamunan dinda. dinda pun menileh kehadapan mua tersebut.
"iya mba..."
" sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu ya mba..., maaf kalau perkataan saya lancang..., tapi saya tidak ada maksud lain, selain saya bisa menyulap wajah anda auranya terpancar kebahagiaan. karena seorang calon pengantin itu auranya akan terpancar jika didalam dirinya juga memiliki kebahagiaan mba..... "
"saya menikah semata mata hanya cuma membantu mengembalikan kejayaan perusahaan ayah saya mba..."
" buatlah anda seolah olah bahagia ya mba..., bayangkan anda menikah dengan pangeran hati anda..., mungkin allah sudah menggariskan untuk anda menikahi calon suami anda itu. mungkin jalannya yang menurut mmmba terlampau spesial..., namun percayalah kalau setelah ini allah sudah menyiapkan kebahagiaan besar" kata mua tersebut sambil memeluk dinda, yang seolah ingin menyalurkan energi positif untuk dinda
"terima kasih mba..." kata dinda sambil tersenyum kearah mua tersebut. dinda yang saat ini kondisi hatinya membeku sedih, setelah mendengar perkataan mua tersebut menjadi lebih menghangat
setelah beberapa menit berlalu riasan dinda sudah selesai. "mba, ini riasannya sudah selesai, sembari menunggu pengantin pria datang, mba menunggu disini dulu ya..., nanti kalau sudah datang mba akan dipanggil oleh pihak wo. mba tidak papa kan saya tinggal sendiri...." kata mua sambil membereskan alat make upnya
"iya mba, tidak apa apa saya dikamar sendiri." jawab dinda
dinda beranjak ke balkon, ia menatap ke bawah sambil memperhatikan rombongan calon suaminya masuk ke halaman rumah nya.
sedikit kisah asal asul ceo bintang
CEO Bintang memiliki nama lengkap Bintang Valentino. Bintang berasal dari keluarga berada daddynya bernama Varel Valentino dan mommy nya bernama Viona birrin. Daddy Varel berasal dari kota london sedangkan mommy Vio berasal dari Indonesia. Daddy Varel dan Mommy Vio bertemu di Indonesia saat Daddy Varel sedang melakukan perjalanan bisnis di Indonesia. Mommy Vio berasal dari keluarga biasa, sedangkan Daddy Varel berasal dari kaum jhetset.
dinda senyum senyum sendiri sambil membayangkan, "wah.... sebentar lagi dinda akan menjadi istri orang." walaupun ia belum mencintai bintang, saat ini perasaan dinda campur aduk, ia merasa senang juga sedih. senangnya dia akan menikah, namun sedihnya ia menikah dengan orang yang belum dicintainya.
tok, tok, tok terdengar suara ketukan pintu kamar dinda.
__ADS_1
"iya sebentar." jawab dinda.
"mba acara akad nikah akan dimulai, calon pengantin wanita disuruh kebawah." kata wo yang menjemput dinda.
"iya mba, ayo kebawah saya sudah siap." kata dinda
dinda menuruni anak tangga dengan digandeng oleh salah satu pihak wo. karena pernikahan ini di adakan dengan sederhana, sehingga yang datang hanya keluarga inti saja.
saat sampai bawah bintang melongo melihat dinda, dia tidak berkedip saat memandangi dinda.
lalu suara asisten geri membuyarkan lamunan bintang. " tuan, melihatnya biasa aja tuan, nanti air liur tuan menetes, ckckck.
"awas kamu geri, saya potong gaji kamu." kata bintang menggertak geri.
"ckckck, canda tuan. jangan terlalu serius."
"apakah bisa kita mulai. kata penghulu membuyarkan perdebatan antara geri dengan bintang.
"bisa pak."
"saya nikahkan engkau, nak bintang valentino bin varel valentino dengan anak perempuan saya bernama dinda roses dengan mas kawin satu unit rumah sakit dibayar tunai.
"saya trima nikahnya dan kawinnya dinda roses bin ricad roses, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.
bagaimana para saksi, sah. sah sah sah sahutan dari para tamu.
setelah menandatangani dokumen dokumen penting, maka bintang mencium kening dan bibir dinda. dinda yang berdekatan dengan bintang tubuhnya bergetar. lalu bintang membisikkan ditelinga dinda,"sudah, tidak usah takut, jika kamu belum bisa mencintai saya, setidaknya kamubtersenyumlah karna disana ada orang tua kita yang menunggu kamu untuk tersenyum.
bintang mulai mencium kearah dinda. setelah itu para tamu mulai memberikan selamat.
"selamat ya nak, kamu telah mau menikah dengan anak mama, jika anak mama nakal jangan sungkan sungkan bilang sama mama. ucap mama vio sambil memeluk dinda."
iya mah, jawab dinda membalas pelukan mamah vio.
__ADS_1
setelah itu sekarang giliran ayah ricad yang memeluk dinda dan bintang, saat memeluk bintang ayah ricad berkata "tuan bintang, tolong jangan sakiti anak saya, sayangi dia, kalaupun tuan bintang sudah tidak sayang lagi dengan anak saya maka kembalikanlah kepada saya.saya akan menerima dinda kembali dengan tangan terbuka."
"tidak semudah itu ayah mertua, jika anda bermain main dengan saya maka balasannya adalah putri anda, saya juga akan membeberkan kebusukan anda yang telah anda lakukan dibelakang putri anda." jawab bintang sambil tersenyum sinis.
tak terasa hari mulai sore, semua tamu sudah pada mengundurkan diri, bahkan orang tua bintang setengah jam lalu sudah pamit pulang.
" cepat kemasi barang barang mu, mulai sekarang kita tinggal diapartemen." kata bintang menggertak dinda.
"apakah kita tidak tinggal disini saja, kasihan ayah. beliau tinggal sendirian." kata dinda memelas
"tidak" jawab bintang tanpa berpikir lama
"sudak tidak apa nak, patuhlah apa yang suamimu katakan, lagian masih ada bi minah dan mang ujang yang ada disini. jadi ayah tidak akan kesepian.
dinda berjalan menuju ayahnya, lalu dinda memeluk ayah sambil berkata, ayah dinda mulai sekarang dinda ikut suami dinda, kalau ada apa apa kabari dinda ya ayah. bagaimanapun kondisinya dinda tetap anak perempuan ayah. dinda menangis sesenggukan dipelukan ayahnya.
dinda juga berpesan kepada bibi dan mang ujang, kalau ada apa apa untuk mengabari dinda.
"sayang, ayo kita pulang. hari sudah mulai sore." kata bintang sambil melangkah kemobil.
"dada semua, dinda pergi dulu. ucap dinda sambil memasuki mobil bintang.
bersambung.....
besok lagi ya......
jangan lupa.....
like.....
komen......
vote.....
__ADS_1
mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....
salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...