Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
bercocok tanam 2


__ADS_3

...😘happy reading 😘...


maaf, jika ada yg typo...


warning 21 +++


Hubby!" jerit dinda dengan kepalanya yang mendongak, sementara kedua tangannya berpegangan erat pada meja rias. Tubuh wanita itu gemetar, bagai tersengat, dan dihempaskan hingga menyisakan rasa lemas.


Setelah gelombang itu datang, lutut dinda langsung tak bertenaga, dia bagai jeli yang tak mampu untuk berdiri lagi. Hingga dengan cepat bintang menopang tubuh istrinya dia memberikan kecupan di pipi dinda.


"Thank you, Baby." Pelan-pelan bintang mencabut diri, lalu menggendong dinda kembali untuk naik ke atas ranjang. Entah sudah sebanyak apa bibit-bibit yang keluar dari adik bintang yang masuk ke rahim dinda, tetapi sungguh bintang tidak ada puasnya,


Bintang yang masih mampu berdiri dengan tegak mengambil minum di atas nakas, lalu memberikannya untuk sang istri.


"Baby, minumlah dulu." Ucapnya pada istrinya tercinta yang terlihat sudah sangat lunglai, wanita itu menatap bintang dengan nafasnya yang masih memburu. Dan pria itu tersenyum lebar, suka sekali kalau dinda berhasil dia hajar sampai merintih-rintih.

__ADS_1


"ayo kita tidur, kita lanjutkan besok pagi.... ucapnya sambil merebahkan dirinya di samping istrinya tercinta, mereka berdua tidur dengan berpelukan


sekarang jam menunjukan pukul tiga pagi.bintang terbangun karena merasa haus, bintang mengambil menim diatas nakas yang sudah tersedia disana. karena selimut tersingkap, tubuh putih dinda pun terpampang di hadapan bintang, terlihat 2 gundukan kecil yang sangat menantang dimata bintang. tiba tiba bintang merasakan adik kecilnya mulai bangun.


bintang mendekati istrinya itu, mulai dengan *******, lama kelamaan kedua tangan bintang menjalar kemana mana, ia meremas dengan gemasnya kedua gunung kembar tersebut, lalu memilin milin coco chip kesukaan bintang itu.


mengulangi adekan panas yang tiada tara itu,entah berapa putaran yang ia lakukan dengan istrinya itu. setelah menyelesaikan beberapa putaran, bintang lalu menuju nakas untuk mengambil air minum, lalu ia tak lupa mengambilkan segelas air untuk melegakan dahaganya. Merasa haus karena terlalu banyak berteriak, akhirnya dinda bangkit dengan dibantu oleh bintang. Dia segera menandaskan air putih tersebut, dan tak menyisakan sedikit pun untuk sang suami.


"Hari ini aku tidak akan tidur," ucap dinda dengan nadanya yang pasrah, dan terkesan menyerah. Dia berbaring lagi, dan langsung diselimuti oleh bintang. Pria itu mengusap surai kecoklatan milik istrinya dan meninggalkan kecupan kecil di sana.


"Aku akan menjagamu." Mendengar itu, kening dinda mengeryit. "Menjaga apa? Hubby harus bekerja." Cetus dinda, kalau ada suaminya di rumah bukan menjaga namanya, yang ada dia yang habis dihajar lagi tanpa ampun. "Sayang, hari ini saja. Kita benar-benar butuh waktu untuk membuatnya ada. Dan hari ini adalah waktunya. Kita fokus yah,' ujar bintang sambil menatap wajah dinda yang tidak mengerti sama sekali dengan ucapannya.


"Aku ingin punya anak." Bisik bintang yang langsung membuat dinda merinding.


Bintang hanya memberi jeda untuk sarapan pagi, selebihnya dia menggempur kembali kenikmatan milik istri dengan nafsuu. 

__ADS_1


"kakak senang semoga setelah ini akan ada bibit bibit hebat yang akan tumbuh didalam sini, semoga saja allah mengijabah doa kita, untuk melengkapi rumah tangga ini".  ucapnya kepada istrinya tercinta. lalu sang istri mengaminkannya.


pertempuran tiada habis, bintang kembali membawa istrinya ke puncak nirwana tertinggi dengan birahi yang membuncang hebat. 


Mulut dinda yang terbuka dia sumpal menggunakan jari, sementara tubuh bagian bawahnya terus bergerak.  Dinda hanya bisa mendesaah dan pasrah pada setiap perlakuan bintang. 


Perlakuan menyenangkan dan menggetarkan seluruh tubuh dan sukmanya dalam satu waktu.  "Hubby, kamu sungguh tidak lelah?"  tanya dinda dengan nafas pendek-pendek. 


Satu tangan bintang berganti mengunci kedua tangan dinda di atas kepala.  Dan pertanyaan itu sukses membuat bintang mendongak, mata yang tadi berfokus pada kedua pucuk yang bergerak-gerak.  Kini beralih pada wajah cantik dinda yang, ah sumpah demi apapun, dinda terlihat sangat seksi sekarang. 


"Tidak akan, Baby. Aku sudah mengatur tenagaku untuk hari ini. Kita keluar bersama lagi," balas bintang dengan tempo yang memelan, dan dinda dibuat mabuk kepayang.  Dia beberapa kali memejamkan mata, dan membukanya secara bergantian.  Sementara itu terus mendesis, digigit dengan manja.  Membuat bintang tidak bisa lagi berpikir dengan waras. 


Kenikmatan yang tiada akhir, dia terus menghujam inti dinda dengan senjatanya yang kokoh, besar dan panjang.  Namun, suara ponsel milik bintang membuat fokus mereka jadi teralihkan.  Kedua orang itu kompakkan kesukaan mereka masing-masing ke arah nakas.


  "Hubby, ponselmu bunyi," ujar dinda melihat bintang yang tidak peduli dengan itu.  Pria matang itu mencoba acuh, karena ada desakan di bawah sana yang lebih penting dari apapun.  Bintang tak menghiraukan suara gawainya itu, dia terus bergerak, lalu tangannya bergerilya di tubuh bagian atas istrinya.  Akan tetapi ponsel itu pun tak berhenti untuk berbunyi, entah karena apa seseorang di seberang sana menghubungi bintang.

__ADS_1


 


eits jangan lupa tinggalkan jejak, dan like nya ya....


__ADS_2