
... 😘happy reading😘...
maaf kalau ada yang typo...
"eeemmmm, ini enak sekali sayang. ini seperti bikinan bunda mu. wah, kamu berbakat sayang." puji papa dody
"emm, ini resep dari almarhum bunda pah, karena dulu bunda dinda juga pintar membuat kue, sama seperti bunda dina.... " puji dinda
"yaudah, besok kita buat lagi ya sayang. " kata bunda dina
"emm iya bund boleh, kita coba resep yang lain ya bund."
setelah menyelesaikan makan, ketiganya berkumpul dirung keluarga sudah satu minggu lebih mereka selalu melakukan aktivitas ini dengan suka ria
kedatangan dinda di dalam keluarga ini sangat merubah semuanya, seperti kunang kunang yang terlihat sinarnya disaat keadaan gelap gulita, keberadaan dinda mengisi hati kedua orang tua angkatnya. yang biasanya papa dody dan bunda dina selalu menghabiskan waktunya diluar rumah, sekarang hampir setiap hari setelah mereka berdua menyelesaikan tugas nya langsung kembali ke rumah.
bibi yang di tugas kan untuk membersihkan rumah juga merasakan kehangatan kembali di keluarga ini. yang tadinya suasana seperti dingin nya es, kini menjadi menghangat.
__ADS_1
"kedatangan nona dinda, bisa merubah keluarga ini menjadi hangat seperti dua tahun yang lalu, semoga mereka bertiga sampai nanti bisa seperti ini" senyum bibi melihat kehangatan ini dari kejauhan
tak terasa kehangatan ini bisa melupakan waktu, jam dinding pun terus berputar, waktu pun terus berjalan. di tempatnya terlihat menunjukan pukul sepuluh malam. mereka bertiga mengobrol, bercanda, bahkan tak sungkan dinda bergelendod manja dilengan bunda dina dan papa dody, dinda tak segan untuk bermanja manja dengan kedua orang tuanya. soalah tidak ada jarak di tengah keluarga mereka.
"sayang, ini sudah malam. besok kita sambung lagi ya... sekarang ayo kita mengistirahatkan tubuh kita." kata papa dody
"hooaaahhmm...." dinda tampak menguap. " emmm iya pa, ini dinda juga sudah mengantuk, yaudah dinda pamit keatas dulu ya pa... bund" dinda pamit kepada kedua orang tuanya untuk kembali ke kamarnya.
sesampainya di kamar dinda langsung menunaikan kewajibannya sebagai muslim. setelah selesai solat, dinda lalu berdoa. saat melantunkan doanya dinda pun menangis.
setelah dinda mencurahkan semua perasaan kepada sang pemilik hidup, dinda segera tidur.
satu bulan berlalu.....
pagi pa, pagi bund. maaf dinda terlambat bangun karena tadi malam dinda tidur larut mengerjakan skripsi dinda.
"pagi sayang. " jawab keduanya.
__ADS_1
"gak papa ngerjain skripsi. tapi jangan tidur larut sayang.... jaga kesehatan, karena sepintar apapun sekaya apapun kamu tidak akan bahagia kalau kamu sakit. " kata papa dody menasehati dinda, anak angkat kesayangannya itu yang sudah dianggap sebagai anak kandung nya.
" siap bos ku." kata dinda sambil bercanda dan tangannya diangkat keatas memberikan kehormatan seperti layaknya anak buah dan atasannya.
" emmm, hari ini kan weakend, bagaimana kalau hari ini kita jalan jalan ke mall, kita disana nanti memborong semua kebutuhan kamu". kata bunda dina mengajak putrinya itu untuk melihat dunia luar. karena sudah satu bulan lebih dinda tidak mau keluar, dinda masih takut jika dia keluar akan bertemu dengan bintang.
" iya nak, jarang jarang kita bisa menghabiskan waktu diluar." kata papa dody membujuk anak nya itu.
"emm, gak usah bun, pa. dinda dirumah saja dinda sudah senang berada disini. dinda gak mau keluar. disini dinda sudah mendapatkan keluarga dinda karna, hanya bunda dan papa lah keluarga dinda." jawab dinda sambil memperlihatkan wajah sendunya. berkat bunda dina yang menerapi anak nya itu sekarang dinda sudah bisa mengontrol emosinya. bahkan sudah jarang dinda menangis. namun untuk bertemu bintang, dinda masih merasakan trauma, dia takut jika bintang seperti dulu lagi.
" sayang, dengarkan bunda. ayo kita keluar sekedar merileksasikan otak dan pikiran kita. kalaupun kamu memang ditakdirkan bersama dengan bintang maka allah sudah menyiapkan jalan keluarnya. kalaupun nanti kamu bertemu dengan bintang ayo kita hadapi bersama" kata bunda dina membujuk dinda
" iya sayang, papa akan melindungimu sayang" kata papa dody.
"yaudah bund, nanti dinda ikut." kata dinda meng iyakan perkataan orang angkatnya. sebenarnya dinda masih trauma. namun karena dorongan orang tuanya dinda memberanikan diri.
..." masalah itu harus segera diselesaikan. jika kita semakin menghindar, maka semakin besar masalah kita."...
__ADS_1