Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
bercocok tanam 1


__ADS_3

😘happy reading😘


maaf jika ada yang typo


warning ada sedikit adegan panas untuk yang dibawah 18 untuk tidak dibaca...


" huf, aku akan selalu kangen dengan kamar ini."


lalu dinda kembali kebawah dan bergabung dengan yang lainnya.


"bunda papa, bintang sama dinda pamit pulang dulu. terima kasih karena selama bintang tidak ada kalian sudah mau merawat dinda. bintang tidak bisa membayangkan, kalau dinda tidak tinggal di mansion ini, mungkin bintang tidak bisa lagi bertemu dengan istri bintang lagi." kata bintang sambil berpamitan


" iya nak, awalnya saya menolong dinda hanya rasa kemanusiaan saja nak bintang, karna sejatinya manusia itu kan tolong menolong" jawab bunda


"sekali lagi bintang ucapkan terima kasih. bintang dan dinda pamit ya bund pa..."


"assalamualaikum" dinda berpamitan dengan kedua orang tuanya dengan salam takzim.


dinda dan bintang masuk ke mobil.


heuh bunda menghela nafas. " rumah kita bakal sepi kembali pa..."


"iya bund, walaupun papa sedih, tapi papa juga bahagia bund. dinda sudah kembali lagi dengan bintang." kata papa sambil menggandeng tangan bunda untuk diajak masuk. papa juga merasakan atmosfir kesedihan istrinya itu.

__ADS_1


sementara dimobil, kedua nya terlihat suka cita.


"sayang terima kasih, karena sudah mau memberikan kesempatan kedua untuk kakak."


"sama sama kak, Allah menciptakan manusia juga kan tidak sempurna kak, kita sebagai manusia juga tempatnya salah dan dosa. Allah saja bisa memaafkan hambanya, jadi dinda sebagai hamba juga harus bisa memaafkan hamba lainnya." sambil tersenyum manis kearah suaminya tercinta.


tak terasa mobil masuk ke pelataran mansion keluarga bintang.


nah, ayo turun. kata bintang sambil membukakan pintu untuk dinda.


mereka berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan.


sesampainya didalam mansion, mereka disambut oleh kedua orang tuanya. mama vio terlihat senang karena anak menantunya itu mau kembali dengan sang putra.


"your welcome ma...." jawab dinda sambil membalas pelukan mama mertuanya.


setelah berbincang bincang, mereka berempat kembali ke kamar masing masing.


saat ini jam menunjukan pukul 10.00 malam. dinda duduk diranjang, sementara bintang berada didalam kamar mandi.


ceklek. suara pintu kamar mandi yang dibuka oleh bintang.


"sayang kenapa belum tidur?"

__ADS_1


"dinda mau nungguin suami tercinta dinda masa mau nungguin kang sayur" jawab dinda sambil tersenyum menggoda sambil mengeringkan rambutnya didepan meja riasnya. bintang mulai mendekati dinda, ia mengungkung dinda di meja rias.


"oh sekarang sudah berani menggoda ya...., hem" kata bintang sambil menggelitik perut dinda.


"ah, kak, ampun kak, ampun. hahaha, dinda udah gak kuat kak ah kak" dinda menggeliat geli karena bintang terus mengganggunya.


namun lama kelamaan gelitan tersebut semakin menjalar kemana mana, bintang mulai menjamah dari atas sampai bawah " ah, kakak geli kak, ampun...."


bintang membalikkan tubuh istrinya itu lalu membungkam mulut dinda. bintang mulai ******* bibir dinda dengan penuh penekanan, lidahnya juga tak mau kalah, lidah bintang mulai menerobos ke dalam mulut dinda, awalnya bibir dinda menutup rapat rapat,dinda merasa kaget karena terjadi penyerangan secara mendadak. bintang sedikit menggigit bibir bawah dinda. dinda pun otomatis membuka mulutnya. lalu tanpa menyia nyiakan kesempatan lidah bintang pun menerobos masuk


empppmmm, dinda sudah tak mampu bersuara karena ******* dari mulut bintang. dinda memberontak, dengan cara mendorong dada bintang. namun bukannya bergerak, dada tersebut semakin mengungkung tubuh dinda.


bintang yang melihat istrinya kehabisan nafas, ia melepaskan lumatannya.Kedua netra mereka bertemu dalam satu bayangan di depan cermin tempat mereka bercinta. Tak peduli pada benda yang berjatuhan, bintang terus memacu tubuhnya.


Bintang menyeringai penuh saat melihat tubuh polos mereka menyatu. Sementara wajah sensual dinda menghiasi tiap kegiatan panas mereka. malam yang indah untuk dinikmati, hingga bintang tak membiarkan sedikitpun istrinya menganggur.


"Kakak , aku_" Nafas dinda tercekat, dia merasakan tubuhnya yang hampir mendapat gelombang itu. Seluruh persendiannya mulai menegang, dan bintang semakin mempercepat pergerakan, tahu kalau sang wanita akan mendapatkan pelepasannya. "Yeah, Baby! Kita keluarkan bersama, ah!" Dinda menggigit kuat bibir bawahnya, lantas di detik selanjutnya dia mendorong tubuhnya, dan memeluk dinda erat. Hingga jeritan nikmat mereka beradu dalam satu udara, menggema bagai suara terindah di telinga masing-masing.


"Hubby!" jerit dinda dengan kepalanya yang mendongak, sementara kedua tangannya berpegangan erat pada meja rias. Tubuh wanita itu gemetar, bagai tersengat, dan dihempaskan hingga menyisakan rasa lemas.


Setelah gelombang itu datang, lutut dinda langsung tak bertenaga, dia bagai jeli yang tak mampu untuk berdiri lagi. Hingga dengan cepat bintang menopang tubuh istrinya dia memberikan kecupan di pipi dinda.


"Thank you, Baby." Pelan-pelan bintang mencabut diri, lalu menggendong dinda kembali untuk naik ke atas ranjang. Entah sudah sebanyak apa bibit-bibit yang keluar dari adik bintang yang masuk ke rahim dinda, tetapi sungguh bintang tidak ada puasnya,

__ADS_1


ets, tunggu dulu jangan lupa like nya ya....


__ADS_2