
matahari pun sudah mulai pergi, lalu digantikan oleh cahaya bulan yang sudah terlihat batang hidung nya namun ia masih malu malu. jam dinding pun tak mau mengalah. seoalah ia iri dengan matahari yang pergi itu. jam dindin ikut berputar, anak jam pendek dan panjang saling berlarian mengitari poros nya. burung burung pun sudah mulai ke sarang nya.
dinda pun sudah terlihat, ia mulai menuruni anak tangga lalu menghampiri bunda dina yang masih menyiapkan makan.
"bunda lagi apa" sapa dinda.
" sini nak, bunda lagi menyiapkan makan malam" bunda dina mengajak dinda untuk bergabung
"gimana nak....". "panggil saya dinda bu, boleh dinda manggil ibu bunda." kata dinda memotong perkataan bunda dina.
"boleh, gimana keadaan dinda hari ini. apa udah baikan." tanya bunda dina. bunda dina adalah seorang dokter kejiwaan yang kebetulan bekerja di rumah sakit dinda dirawat. saat dinda mau melarikan diri kebetulan bunda dina habis pulang dari sift bekerjanya dan mau belanja ke supermarket dekat dengan rumah sakit.
"alhamdulillah keadaan dinda sudah baik bun" jawab dinda
" ya sudah makan dulu, nanti kita ngobrol lagi"
keduanya pun memposisikan untuk mengambil makanan. " maaf ya nak, ini bunda hanya memasak sayur sop sama ayam goreng, karena di kulkas hanya tersisa itu. tadi juga bunda mau belanja, tapi karena bertemu kamu jadi tidak jadi belanja.
"emmm gak papa bund ini juga sudah cukup" kata dinda. namun saat dinda menelan sesuap nasi dan kawannya dinda terdiam lalu terlihat sendu berembun di matanya.
__ADS_1
lalu bunda dina melihat kearah dinda. " kenapa makannya berhenti nak, gak enak ya?"
" ini sangat enak bund, cuman makanan ini rasanya seperti masakan almarhum bunda dinda bund. saat makan makanan bunda dina dinda teringat almarhum bunda bund. dinda merasa dinda seperti disini." curhat dinda sambil menangis.
"sini peluk, maafin bunda ya nak, kalau mengingatkan sama almarhum bundamu."
yaudah sedih nya nanti lagi ya. makannya diselesaikan dulu.
setelah mereka berdua sudah menyelesaikan makanannya lalu duduk di ruang keluarga. bunda dina memang suka untuk menunggu suaminya pulang kerja untuk duduk menghabiskan waktu di ruang keluarga lalu disusul oleh dinda.
bunda dina memandangi dinda, dinda yang merasa di tatap lalu tersenyum.
"tinggallah selqmanya disini nak, bunda tidak papa. karena selama ini bunda hanya tinggal berdua bersama suami bunda dan kalau suami bunda sedang luar kota seperti sekarang maka bunda akan sangat kesepian nak." kata bunda dina
"eeemmm maaf sebelumnya bund, itu yang difoto berdua itu apakah anak bunda, karena sepertinya yang cewek itu sama seperti seusia dinda."
"iya nak yang perempuan itu namanya cilla, umurnya tidak jauh berbeda sama kamu. kalau yang laki laki itu usianya lebih tua 6 tahun dari cilla. mungkin allah lebih sayang sama mereka karena 2 tahun yang lalu mereka menjadi korban jatuhnya pesawat di kepulauan seribu. disaat bunda pertama kali melihatmu, bunda seperti melihat cilla, bunda merasa cilla terlahir kembali" bunda dina mencoba tegar namun air matanya
dinda dengan lancangnya mengusap air mata yang jatuh di pipi wanita paruh baya tersebut, namun yang diusap tidak marah dan menggenggam kedua tangan dinda. " bunda boleh menganggap dinda sebagai cilla, bunda boleh menganggap dinda sebagai anak bunda sendiri. karena bunda sudah berhasil menyelamatkan dinda dari seorang suami yang semena mena terhadap dinda." dinda pun berkata sambil tersenyum dinda juga menceritakan semua kronologi nya sebelum ia kabur. lalau bunda dina berkata " tetaplah disini, bunda dan juga suami bunda akan melindungi kamu sekuat tenaga.
__ADS_1
dinda mengangguk paham lalu "maaf bund, dinda mau bertanya suami bunda sekarang dimana ?. dari tadi dinda belum lihat suami bunda"
"beliau sedang ke luar kota nak, katanya malam ini pulang, makanya bunda mau menunggu disini." jawab bunda
"dinda temani ya bund" lalu bunda dina menyetujui dengan menganggukan kepalanya
ting tong ting tong. suara bel tiba tiba memecah keheningan lalu bunda dina membukakan pintu, diikuti dinda mengekor dibelakang bunda.
"papa" kata bunda lalu memberikan salam takzim, lalu meminta alih tas kerja suaminya.
"eh siapa ma, kok tidak dikenalkan ke papa?" tanya papa dodi suami bunda dina.
" dia tadi melarikan diri dari suaminya yang semena mena dengannya pah"
lalu bunda dina menceritakan semua permasalahan dinda kepada papa dodi. lalu papa dodi pun mengerti
"malam om, maaf dinda untuk sementara izin tinggal disini. dan besok dinda akan mencari kos kosan sendiri om. maaf juga kalu dinda merepotkan om sama bunda disini." kata dinda tidak enak hati
" loh loh manggil istri saya saja bunda kenapa manggil saya om. panggil saya papa dodi ya nak. tinggal lah kamu disini saja, karena kita sudah lama kesepian hanya hidup berdua" kata papa dodi memecah ke tidak enakan yang dirasakan oleh dinda.
__ADS_1
" mmm makasih ya om eee pa. udah menerima dinda disini sebagai keluarga. bahkan ayah dinda sendiri saja malah menjual dinda dengan orang lain