
πhappy readingπ
maaf kalau ada yang typo
Berusahalah nak, di dalam berumah tangga itu memang tidak ada yang mulus, pasti akan ada pasir, kerikil, bahkan badai besar yang akan menghampiri keluarga kita, yang bisa mempertahan kan ya kita nya sediri. semua masalah pasti ada jalannya, maka temui lah istri mu, rayulah dia. Mungkin sekarang masih terbawa emosi. dan yang paling penting berdoalah kepada allah. Memintalah untuk membolak balikan hati,pikiran dan jiwa seseorang. Allah tidak akan memberikan ujian melampaui batas manusia. Dan ketika besok memang jalan nya ber pisah maka ikhlaskan lah." Kata bijak daddy nya bintang mena sehati anak tercinta nya.
" Masuk lah ke dalam temui istri mu. minta maaf lah, bujuk lah dia supaya mau memaafkanmu. walau pun kamu punya salah kepada nya kalau kamu tulus meminta maaf maka akan ada jalan nya" kata mama yang berganti menasehati putra tersayang nya
"iya dad, ma coba bintang akan masuk ke dalam dulu. apa mama sama daddy tidak mau masuk bersama bintang?." kata bintang menatap daddy dan mama nya secara bergantian.
"mama sama daddy mau kek kantin dulu beli makan, krena tadi pagi mama sama daddy saking senang nya mendapatkan kabar darimu langsung kesini dan melewatkan makan pagi " kata mama, sebenarnya mama dan daddy ingin memberikan waktu berdua. mereka hanya alasan saja untuk pergi ke kantin.
"ya sudah bintang masuk terlebih dahulu ya mah, dad. jangan lupa doakan bintang supaya dinda mau memaafkan bintang."
bintang melangkah pelan masuk ke kamar dinda, ia menemui istri tercinta nya.
"sayang, sudah kenyang." dinda yang mendengar perkataan suami nya lalu menoleh ke sumber suara. lalu ia hanya menganggukan kepalanya.
"sayang maaffin kakak ya, boleh kamu menghukum kakak seperti apa pun tapi jangan diamkan kakak." kata bintang dengan memegang tangan dinda.
lalu dinda melepaskan genggaman tangan bintang dan berkata. " maaf kak, dinda ngantuk ingin tidur." lalu dinda menaikan selimutnya, dan memunggungi bintang.
hheehhh. bintang menghela napas nya dalam dalam. yang biasanya bintang memiliki sifat kasar, memaksa kehendak, dingin seperti batu es, seakan sifat mavia nya itu hilang seperti tertelan bumi. yang awal seperti singa sekarang ia seperti anak kucing yang membutuhkan induk nya.
tak berapa lama daddy dan mama bintang datang.
__ADS_1
" bintang, tadi mama sama daddy kebetulan mampir ke ruang dokter untuk menanyakan apakah dinda sudah di perbolehkan pulang atau belum. lalu kata dokter hari ini sudah di perbolehkan pulang. administrasi sdah mama selesaikan, sekarqng tinggal ber kemas saja.
mama sama daddy pulang dulu ke mansion utama. nanti mama tunggu ke mansion, jangan ke apartemen dulu, jika nanti kamu kerja, mama bisa mengawasi keadaan dinda. lalu bintang mengiyakan perkataan mama nya itu.
mama dan daddy bintang undur diri. namun saat bintang ingin membangunkan dinda, bintang pun mendapatkan telfon dari asistennya. lalu ia agak menjauh dari ranjang dinda.
dinda sebenarnya tidak tidur, ia hanya pura pura tidur. ia juga mendengar semua perkataan mama mertuanya itu. lalu disaat bintang lengah, dinda segera keluar dari kamar nya dengan tergesa gesa, lalu segera meninggalkan rumah sakit. dinda lalu berjalan ke tengah jalan, namun secara tidak sengaja dinda menabrak wanita paruh baya.
"emmm maaf bu saya terburu buru, maaf saya tidak sengaja." kata dinda.
" tidak papa nak, sepertinya kamu sedang ketakutan." tebak sang wanita paruh baya itu
" iya bu, bisa tolong bantu saya untuk pergi dari sini bu?. nanti akan saya ceritakan semuanya bu, tapi yolong bantu saya untuk pergi jauh dari sini" dinda berharap kepada wanita paruh baya tersebut.
setelah itu ia pergi dari area rumah sakit tersebut lalu pergi ke mansion milik wanita paruh baya tersebut.
"mandilah nak, bersihkanlah badan mu. masuklah ke kamar no 3 s3belah tangga dilantai atas itu nak. ambillah baju di situ. pakailah dan pilih lah pakaian di dalam lemari yang kamu sukai."
"terima kasih bu..... ". "panggilah bunda dina, karna kamu seumuran anak perempuan saya. ya sudah mandilah dahulu. nanti kita lanjut nanti lagi"
"aku keatas dulu ya bu" dinda pamit untuk mandi.
π£π£π£π£π£
sedangkan dirumah sakit bintang tampak kebingungan. setelah bintang melakukan panggilan dengan asistennya yang membahas pekerjaan tiba tiba istrinya tidak ada di tempat, bintang pun bingung mencari istri nya kemana.
__ADS_1
di cek lah cctv yang ada di rs namun cctv rumah sakit saat itu masih di perbaiki.
"ah sial, kenapa disaat seperti ini cctv tidak berfungsi"
bintang pun tak berpikir lama, ia langsung mengerahkan anak buah nya untuk mencari dinda.
lalu bintang pulang ke mansion utama untuk mengabarkan keadaan dinda yang sekarang.
sesampai nya di mansion utama bintang langsung masuk.
"mah, mamah dinda hilang mah, dia pergi mah. " kata bintang sangat kacau kepada mama nya.
" kok bisa, apa kamu sudah memeriksa cctv" kata mama vio. " apa yang diperiksa ma" kata daddy tiba tiba dari arah ruang kerjanya. walaupun daddy nya bintang sudah tidak aktif bekerja, namun ia masih sesekali mengecek keadaan perusahaan nya.
"dinda pergi dad, dia secara diam diam saat bintang lengah dinda pergi." kata mama vio memberikan keterangan kepada sang suami.
"biarkan dulu, beri lah waktu untuk istrimu berfikir. sampai kapan dinda akan pergi."
"ahhgh" kata bintang frustasi dengan megacak rambut nya yang tidak gatal itu
π£π£π£π£π£
matahari pun sudah mulai pergi, lalu digantikan oleh cahaya bulan yang sudah terlihat batang hidung nya namun ia masih malu malu. jam dinding pun tak mau mengalah. seoalah ia iri dengan matahari yang pergi itu. jam dindin ikut berputar, anak jam pendek dan panjang saling berlarian mengitari poros nya. burung burung pun sudah mulai ke sarang nya.
dinda pun sudah terlihat, ia mulai menuruni anak tangga lalu menghampiri bunda dina yang masih menyiapkan makan.
__ADS_1
"bunda lagi apa" sapa dinda.
" sini nak, bunda lagi menyiapkan makan mala.