Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi

Kehidupan Tak Sesuai Ekpektasi
mengikuti mita


__ADS_3

......happy reading......


maaf kalau ada yang typo ya...


karna saya hanya manusia biasa dan bukan robot yang jauh dari kata sempurna


baik dok..." kata cello. lalu setelah urusannya beres cello melangkah meninggalkan ruangan DNA tersebut.


namun ketika ia melangkah keluar, ia melihat mita, sekertaris bintang yang tadi baru bertemu namun sudah bisa menggetarkan hatinya. kalau kata netijen kaum +62 katanya jatuh cinta pada pandangan pertama


cello diam diam mulai memperhatikan mita dari kejauhan, sampai sampai langkahnya secara tak sadar menuntun dirinya untuk mengikuti mita masuk kedalam rumah sakit.


saat masuk ke lorong pertama mita merasa ada yang mengikuti dirinya, dirinya berhenti sejenak, lalu menoleh kebelakang, namun saat mita menoleh kebelakang tidak ada siapa siapa, ia menengok kiri dan ke kanan juga sepi tak ada orang.


sementara saat mita menghadap kebelakang, cello pun bersembunyi di balik pilar. cello pun juga was was kalau ia sampai ketawan jika ia sedang mengikuti mita.


mita berjalan dengan cepat, ia lalu memasuki ke ruangan dimana ibunya dirawat. ibunya sekarang berada di ruang perawatan yang kusus untuk orang kangker. kangker ibunya sekarang sudah menjalar ke semua organ, bahkan kangkernya sekarang sudah masuk ke stadium akhir.


bu...., kata mita kepada ibunya. lalu ibunya menoleh kepadanya dengan lemah, wajahnya terlihat begitu pucat seperti khas orang sakit parah.


" ibu tidak apa apa nak..., kamu udah makan mit....???"


" udah bu...., tadi dikantor ada temannya tuan bintang yang membawa makan banyak, lalu ia bagi bagi dengan karyawan lain bu..., bahkan adek tadi juga dinda bawakan dari kantor, kebetulan karna teman teman kantor udah pada makan jadinya ia tidak pada mau. karna gak dimakan, jadinya dinda juga membawakan makanan itu buat adek adek bu..." kata dinda menceritakan kegiatannya hari ini.


dinda adalah anak pertama dari seorang guru yang bekerja sebagai disalah satu sekolah swasta, namun karna ibunya sakit, jadinya ia dikeluarkan dari sekolah nya. sedangkan bapak nya sudah meninggal. karena itu sekarang mita sebagai tulang punggung utama, gaji mita setiap bulannya selalu habis untuk pengobatan ibunya dan kehidupa sehari hari, untung nya kedua adik nya bersekolah dengan beasiswa.


:mita...., sebelum ibu meninggal apakah ibu boleh minta satu permintaan...!!!" kata ibu sambil tersenyum lemah.


" ibu jangan seperti itu bu, ibu harus kuat. kan ibu sudah berjanji kalau ibu akan sehat."

__ADS_1


"ibu sudah tidak kuat lagi nak, ibu mohon..., sebelum ibu meninggal ibu ingin melihat kamu menikah nak..."


" iya bu..., mita usahain kalau mita akan menikah..., kalau gitu sekarang ibu tidur dulu ya..., ibu jangan memikirkan apapun...."


setelah melihat ibunya tertidur mita keluar dari ruangan tersebut. mita ingin keluar dari ruangan ibunya itu ingin mencari udara segar.


namun saat ia keluar kamar ia dikagetkan dengan seseorang yang sedang berdiri mengamati kamar ibunya itu.


cello dan mita sama sama kaget, cello kepergok sedang melihat mita. cello pun yang kepergok tersebut tidak memilih untuk pergi namun tetap memilih berdiri di situ.


ia memperlihatkan senyuman manis nya kepada mita. cello tidak merasa menyesal ia kepergok oleh mita. karena ini kesempatan baginya untuk memperlihatkan kesungguhan cintanya tanpa meminta bantuan saudara laknat nya.


ceklek, suara pintu dibuka oleh mita, mita pun keluar dari ruangan ibunya


"hai.." kata cello kepada mita


" yes right. benar sekali, ternyata ingatanmu benar sayang..., perkenalkan nama saya cello." kata cello merasa pd jika mita masih mengingat dirinya itu


"saya mita tuan..., saya adalah sekertaris tuan bintang, apakah disini tuan ada kepentingan dengan saya..."


"iya..., saya disini ada kepentingan dengan kamu. ayo kita ke taman rumah sakit saja, disini takutnya mengganggu" kata cello mengajak mita untuk menjauhi ruangan ibunya itu. lalu mita menyetujui ajakan cello.


sesampainya di taman, cello langsung to the point tanpa basa basi. kalau menurut orang semarang bahasanya "sat set sat set las les las les" artinya itu tidak usah menunggu lama langsung laksanakan


" sebelum nya saya minta maaf terlebih dahulu, karena tanpa sepengetahuan kamu, dari tadi saya mengikuti kamu, dari kamu mulai awal masuk ke rumah sakit ini." kata cello lalu dianggukan oleh mita " ooo..., makanya tadi saya seperti ada yang mengikuti, ternyata orangnya kamu..." batin dinda tanpa berani mengucapkan sepatah kata


" saya juga meminta maaf lagi atas kelancangan saya yang tidak sengaja dari awal sampai akhir saya mendengarkan omongan yang tadi ibu anda sampaikan. disini saya ingin melakukan sebuah penawaran yang nantinya akan menguntungkan kamu." kata cello yang masih menerangkan apa maksud kedatangannya itu


" sebenarnya penawaran apa ya...??" jawab mita yang merasa bingung.

__ADS_1


" saya ingin menjadikan kamu istri...., nantinya jika kamu mau menjadi istri saya, saya akan menjamin biaya pengobatan ibu anda, biaya kehidupan dan pendidikan adik anda. dan bahkan jika kamu ingin kuliah lagi saya akan membiayainya. dan kamu cukup menjadi istri saya.


" emmm, maaf tuan...., sepertinya saya belum bisa menerimanya.. karena menikah itu tidak hanya menjadi suami istri, tapi harus ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi satu sama lain. dan alasan lainnya saya belum mengenal anda" kata mita ia sedikit terkejud dengan perkataan cello. namun karena ia sudah terbiasa menghadapi orang seperti cello sehingga ia tampak tenang untuk menghadapinya


" jujur ya..., saya jatuh cinta sqma kamu, saat kita tadi bertemu di lift tadi siang..., apa kamu tidak cinta sama saya.... hem...."


" maaf tuan saya belum bisa menikah dengan anda...., lagian saya tidak cinta dengan anda..., saya juga tidak pantas bersanding dengan tuan, tuan dari keluarga terpandang, sedangkan keluarga saya hanya keluarga rendahan. saya sekali lagi mohon maaf..., saya harus kembali keruangan ibu saya..., takutnya beliau mencari saya... permisi..." kata mita menolak cello dengan melenggang pergi meninggalkan taman rumah sakit tersebut.


"kalau kamu belum cinta dengan saya, saya akan berusaha lebih keras lagi...!!!!" kata cello sedikit berteriak untungnya saat ini taman rumah sakit sedang sepi sehiangga ia sedikit menurunkan egonya sebagai wakil ceo


"lihat saja nanti, kamu akan bertekuk lutut dengan saya..." batin cello sambil meninggalkan taman tersebut. lalu ia langsung menuju ke mobilnya. rasa emosi nya sedikit naik, karna baru kali ini ia ditolak oleh cewek


"


bersambung.....


besok lagi ya......


jangan lupa.....


like.....


komen......


vote.....


mimin tidak memaksa kalian untuk menyukai karya mimin.... kalau anda tidak menyukai karya mimin bisa meninggalkan novel mimin. kalau pun ingin berkomentar komentar lah dengan bijak ya....


salam sayang dari mimin..., selalu jaga kesehatan, jaga hati, saranghaeyo...

__ADS_1


__ADS_2