
šhappy readingš
maaf kalau ada yang typo
Bintang segera mencabut dua jarinya yang sudah basah dipenuhi cairan dinda. la mendekatkan wajahnya pada dinda yang terengah *Kau tidak mau tapi kau basah seperti ini." ledek Bintang menunjukan jari tengah dan jari telunjuknya tepat didepan wajah Jiana lalu memaksa memasukan kedua jemari itu kemulut dinda
" Bagaimana rasanya nikmat aaawwww " Bintang berteriak dinda menggigit kedua jari itu dengan kencang
"Lepas kan kau berniat membuatnya terputus." teriak bintang, wajah itu kesakitan karena dinda.
Ā Saat dinda melepaskan jarinya, Bintang segera mencengkram kedua pipi dinda dan meraup bibir nya, ciuman maut itu kembali membuat dinda terlena. Dinda memejamkan mata meskipun tak membalas belitan lidah Bintang
Ā Saat merasa tak tahan dengan hasrat nya yang kian menggebu, Bintang menjauhkan tubuhnya dari dinda. la berlutut membuka kancing kemejanya satu persatu membuat dinda punya kesempatan untuk melarikan diri.
Namun, ketika dinda ingin melarikan diri bintang pun menangkap dinda. Lalu membantingkan diranjang, dan menghujami adik kecilnya itu kedalam liang surgawinya
āAaaahhhhhā Ā suara dinda mengerang kenikmatan saat mencapai pelepasan untuk yang kesekian kalinya." keluarkan bersama sayang" kata bintang dengan gairah yang memuncak.
Bintang pun tak tinggal diam ia terus memompanya keluar masuk dengan kasar, jarinya pun tak kalah aktif, diatas jarinya meraba, memilin milin apa yang diinginkan olehnya.
" aaaaahhhhh auuuhhj" suara bintang mengerang dengan diikuti lahar panasnya yang menembak menuju rahim sang istri. bintang mulai melepaskan adik kecilnya dan menggeser tubuhnya di samping dinda. lalu bintang mengusap perut istrinya sambil berkata "tumbuhlah jadi anak dady ya nak"
dinda yang mendengar ucapan itu hanya diam saja.
setelah ber istirahat beberapa menit lagi bintang mulai menaiki tubuh dinda lembali, ia seakan tidak akan membiarkan istrinya ber istirahat
__ADS_1
"kakak, dinda cape kak" suara dinda lemas memohon kepada bintang, namun suaminya itu tidak menggubrisnya. malahan ia mulai melakukan pemanasan kembali, dengan ******* dan memilin milin coco chip dinda. setelah istrinya mulai panas bintang melepaskannya lalu beralih ke area bawah
Ā
Dengan jakun naik turun bintang mengangkat satu kaki Jiana kepundaknya, menciumi betis itu sesaat lalu kembali menatap area sensitif dinda, ia menyentuh dengan ibu jari sisa cairan istrinya yang masih menepel disana dan menjilat ibu jarinya sendiri membuat dindq meneguk ludahnya kasar, Bintang sangat menggairahkan dimatanya
Aah * Sayang aku belum melakukan apapun." ucap Bintang tersenyum lucu, padahal ia baru menempelkan ujung burungnya saja
āAaahh sayangā 'erang bintang sambil melesakan burung yang sudah tegak berdiri itu "Ooouuuuhhh." kini Bintang yang mulai berisik seperti dinda tadi dan keberisikan itu menyamai suara sind
Ā "Aaaahhh aaaahh eeuuuungggg" dindq dan Bintang seolah berlomba-lomba untuk mengeluarkan suaranya Ā kencang sambil bergerak memaju-mundurkan adiknya dengan penuh semangat
ā Aaah baby . " *Ummmh." Seperti dinda, kedua mata Bintang merem melek karena pergumulan itu, ia mencoba lebih mendekat menumpu kedua telapak tangannya pada kasur disisi tubuh dinda, hal itu menjadi pegangan untuk dinda, Ā kedua jemarinya mengerat memegang lengan bintang yang kekar
* Aaah sayang kau panas dan menggairahkan." racau Bintang dengan kepala tak diam menengadah kadang menunduk menatap miliknya yang besar keluar masuk milik dinda yang terasa mungil untuk ukuran adiknya.
"Sayang uuuhhhh ." *Berisik!" tiba-tiba suara itu terdengar kencang dari mulut dinda membuat Bintang tertawa pelan, ia membuka matanya lebar menatap dinda
ā Aku mau keluar." pekik dinda "Yeah baby keluarkan." saut Bintang semakin berpacu āAh ahaaa ahh emmmh aaahh Bintang tersenyum mesum akan jeritan itu, tadi dindq menyuruhnya untuk tidak berisik tapi sekarang malah dirinya yang berisik.
Selain menggairahkan Bintang juga merasa percintaannya bersama dinda selalu menyenangkan. Walaupun awalnya karena paksaan namun dengan bertambahnya waktu mereka ber dua sama sama menikmati.
setelah bintang puas menggagahi istrinya, ia sama sama tidur dengan ber dua. mereka tidur dengan ber pelukan seperti teletubis.
bintang dilain sisi memiliki sifat lembut, namun jika sudah cemburu. sisi lembut nya itu akan hilang dan diganti dengan sifat kasar. jiwa mafia psicopatnya keluar.
__ADS_1
jam dinding sudah menunjukan pukul 2 malam. dinda yang merasa kelaparan terusik karena perutnya sendiri.
"kruc krucuk krucuk" bunyi perut dinda. " ah ...., perutku, lapar sekali" mata dinda mulai terbuka. lalu ia pelan pelan bangun dan turun dari ranjangnya. ketika kakinya baru sampai ke tanah, tangan bintang yang masih memeluk pinggang dinda kini terusik. " kamu mau kemana?" tanya bintang ke dinda dengan suara serak khas bangun tidur. " dinda mau makan" balas dinda dengan suara dingin. dinda masih merajuk. ia masih kesal dengan kejadian tadi sore.
bintang pun ikut bangun dari tidurnya
"kakak mau kemana" tanya dinda lagi " katanya mau makan, ayo kakak temani." kata bintang sambil menggandeng tangan istri nya. "ga usah, dinda gak butuh temen, dinda sudah biasa sendiri." jawab dinda dingin
bintang pun hanya tersenyum lalu dengan suara dingin ai berkata. "mau kakak temani atau gak usah makan sekalian.
"terserah" balas dinda dingin sambil menghempaskan tangan bintang lalu melenggang pergi ke bawah.
bintang yang tau bahwa sekarang istri nya sedang mode merajuk hanya diam saja. bintang hanya mengikuti di belakang dinda sambil ter senyum geli. ia tak sangka bahwa istri nya itu bisa marah juga.
sesampainya dibawah dinda hanya mengambil satu piring untuk dirinya sendiri tanpa memanasi sayur yang telah dingin itu.
dinda mengambil nasi dan lauk tanpa menghiraukan bintang yang duduk disampingnya. namun tiba tiba disaat dinda ingin menyendok dan memasukan nasi beserta teman teman nya ke dalam mulut, sendok dan piring milik dinda yang berisi nasi dan lauk itu di rebut oleh bintang.
"durhaka kamu, makan makan sendiri. tau suaminya di samping tidak diambilkan." kata bintang sambil merebut piring dinda.
lalu dinda memyerahkan milik nya itu kepada suami nya. ia sebenarnya tau kalau perbuatan nya sekarang itu salah. namun karna ia masih merajuk. larangan itu tak dihiraukan oleh dinda.
dinda bangkit mengambil piring dan mengisi kembali untuk dirinya sendiri.
karena mereka berdua kelaparan, mereka pun menandas kan makanan nya tanpa suara apa pun.
__ADS_1
setelah selesai dinda membereskan piring kotor tersebut lalu bergegas ke atas tanpa menunggui bintang.