
Sedangkan ditempat lain di waktu yang sama..
Lily dan Nathan sedang berjalan jalan di taman, menikmati udara sejuk pegunungan yang tertutup salju.
Cuaca hari ini tampak cerah meski hawa dingin sangat terasa, Lily yang mengenakan mantel tebal berbulu serta penutup kepala tampak menggelayut dalam gandengan Nathan sang kekasih yang tidak kalah dinginnya dengan hawa disekitar.
"Apa sebaiknya kita kembali ke kastil baby, kamu harus menghangatkan diri , lihatlah bibirmu sampai membiru pasti sangat dingin kan.. " ucap Nathan sambil mengusap lembut bibir Lily.
Sejak tadi Nathan sudah mencegah menuruti keinginan ibu hamil yang ingin jalan jalan di tengah cuaca dingin diluar kastil Orion, tapi kata Lily, Tidak apa apa kok..
"Aku sama sekali tidak kedinginan kok honey, bukan aku yang menginginkan ini tapi calon anak kita, see ? dia menjadi tenang saat keinginannya dituruti. " janin di dalam perut Lily terus bergerak aktif jika menginginkan sesuatu, dan ketika keinginannya terpenuhi dia akan kembali tenang.
__ADS_1
Lily yang pada awal mengetahui dirinya hamil sangat menolak janin tersebut karena merasa mengerikan saja saat membayangkan dirinya hamil anak Vampir, seorang makhluk menyeramkan penghisap darah yang ditakuti.
Namun saat Nathan dengan setia dan penuh kasih sayang merawat dirinya yang kala itu sangat rapuh, semakin lama semakin merasakan rasa kasih dan sayang yang melimpah. Betapa pangeran Jonathan sangat menginginkan calon bayi di dalam kandungannya.
Kesungguhan Nathan saat merawat dirinya sepenuh hati membuat Lily luluh juga akhirnya hingga mulai menerima kehamilan aneh pada dirinya.
Nathan berkali kali meyakinkan Lily jika dirinya pasti akan mendampingi sampai akhir tidak akan sedetik pun meninggalkan Lily sendirian apapun yang terjadi. Energi ketulusan yang disalurkan Nathan membuat Lily menjadi lebih percaya diri jika dirinya bukanlah seorang wanita perebut suami orang.
Sedikit egois memang karena Lily yang mendapatkan limpahan kasih sayang sampai melupakan bagaimana perasaan putri Alice yang sejak awal sudah membencinya pasti akan semakin membenci saat mengetahui fakta jika sang suami lebih memilih dirinya.
Nathan memperlakukan Lily seperti porselain berharga yang tidak boleh lecet sedikitpun. "Honey, kamu terlalu berlebihan memperlakukan aku.. Aku bisa sendiri kok.. " wajah Lily bersemu merah saat Nathan memakaikan satu persatu kain bersih ke tubuhnya.
__ADS_1
"Biarkan aku yang merawat kamu baby, kamu hanya harus menurut. Hhmmm setelah ini mau makan apa ?" tanya Nathan bersamaan dengan selesai nya sesi berganti pakaian.
"Kamu tahu makanan kesukaan calon anak kita kan ?" jawab Lily dengan senyum manisnya.
Sup daging rusa yang menjadi menu makanan kesukaan Lily atau mungkin kesukaan calon bayinya. Sup daging rusa yang dimasak sendiri oleh Nathan, selain buatan tangan Nathan maka Lily dan calon bayinya akan menolak makanan tersebut.
Suatu hari pernah Cedric membuatkan menu sup serupa dengan bahan bahan terbaik yang menurut pangeran Jonathan sangat lezat. Karena kala itu pangeran Jonathan belum tahu bagaimana cara memasak sup.
Sup daging yang hangat dengan tampilan mewah dan memikat sama sekali tidak dimakan, Baru satu suapan dan Lily langsung muntah sampai lemas.
Sejak kejadian itu, Nathan belajar cara memasak makanan yang disukai Lily dan calon buah hati mereka.
__ADS_1
Masakan buatan tangan Nathan memang tidak sempurna, terkadang rasanya terlalu asin, terkadang juga terasa hambar. Saking sakingnya merasa masakannya gagal pangeran Jonathan meminta Lily jangan memakannya.
Tapi siapa sangka, masakan amburadul chef dadakan Jonathan justru mampu meningkatkan selera makan ibu hamil. Menurut Lily masakan Nathan sangat lezat, bahkan lebih lezat dari yang dimasak koki terbaik manapun.