
"Aku mencium aroma lezat, apakah kamu yang menyiapkan makanan malam ini honey ?" kata Lily mengalihkan topik pembicaraan sambil bergelayut manja di pelukan sang kekasih.
"Aku sendiri yang menyiapkan, mari kita makan.. " Nathan membawa Lily untuk duduk di dekat perapian.
Malam itu untuk pertama kalinya Lily menikmati hidangan buatan Nathan, "Ini lezat, ternyata kamu pintar memasak honey.. " Lily tersenyum sambil mengunyah makanan.
"Aku hanya memasak untuk orang yang aku sukai saja, aku senang kamu menyukainya baby. " ucap Nathan yang saat ini mengelap sisa saus disudut bibir Lily dengan ibu jarinya lalu tanpa ragu menyesap sisa saus pada ibu jari ke mulutnya.
Makan malam yang mereka nikmati adalah olahan daging rusa yang dimasak steak, dengan tingkat kematangan medium rare. Bumbu saus yang di buat Nathan juga spesial dia menggunakan bahan bahan berkualitas dan bumbu cinta sebagai tambahan utama tentunya.
Saat bersama Lily Nathan bersikap normal seperti manusia, memakan hidangan yang sama dan menikmati minuman yang sama pula.
__ADS_1
"Apa hanya aku yang merasa ini seperti kencan heumm ?" tanya Lily yang menatap ketampanan sang kekasih lewat pantulan cahaya lilin.
"Ayo kita buat setiap momen berkesan untuk selamanya.. " Nathan mengulurkan tangannya dan Lily meraih tangan tersebut.
Nathan memainkan lagu klasik lewat piringan hitam, melodi kuno yang biasa digunakan para bangsawan saat pesta dansa dengan pasangan.
Suasana romantis, hanya ada dua insan yang dimabuk cinta. Meskipun sadar jika momen ini tidak akan lama mereka rasakan, tetapi entah bagaimana akhirnya Mereka hanya ingin menghabiskan waktu bersama, merajut perasaan cinta yang berkesan manis serta romantis.
Tatapan Nathan dan Lily masih saling bertumpu, keduanya saling menyelami kedalam netra masing masing. Ada begitu besar rasa cinta yang terpancar hingga kedua insan tersebut memilih untuk egois sesaat,
"Berjanjilah untuk tetap menyisakan ruang dihatimu untuk aku, hanya aku.. " ucap Nathan lirih menunjuk ke dada Lily.
__ADS_1
"Bahkan tidak ada ruang yang tersisa Nathan, seluruh hatiku sudah terisi olehmu.. " ucap Lily sambil tersenyum manis. Sangat manis hingga membuat debaran itu kembali bangkit.
"Setiap bersamamu, aku merasakan kristal kehidupanku seolah berdenyut. Itu membuat aku merasa lebih hidup baby. " Nathan menempelkan satu tangan Lily ke dadanya.
"Disini adalah kristal kehidupanku, sama seperti jantung yang berdetak normal hanya saja punyaku tidak lagi berdetak, namum saat ini saat bersama kamu kristal kehidupanku bergetar halus, coba rasakanlah.. " Nathan membiarkan Lily menempelkan kepalanya pada bagian yang dimaksud oleh Nathan.
Secara harfiah tentu saja tidak mungkin, bangsa vampir adalah makhluk abadi yang sudah tidak bernyawa. hanya ada jiwa yang mengisi raga abadi mereka.
"Honey.. aku bisa merasakan getaran itu. Getaran halus yang mirip debaran jantungku. Pastikan getaran ini tidak pernah hilang dan hanya aku yang jadi sumbernya, berjanjilah honey" Lily mendongakkan kepalanya menatap wajah Nathan yang juga tengah menunduk memandangnya.
"Aku milikmu dan kamu milikku, meskipun kita akan berpisah tapi perasaan kita tidak ada yang boleh berubah, mari kita mengikat janji.. " Nathan menyudahi sesi dansa mereka.
__ADS_1
Lalu membawa Lily kembali duduk di dekat perapian, "Jaga hatimu untuk aku baby... " Nathan mengeluarkan sesuatu dari dalam sebuah kantong.
"Apa ini Nathan.. indah sekali !"