
Tok tok tok... suara pelayan mengetuk pintu kamar utama.
"Tuan.. nyonya.. para tamu sudah tiba.. " ucap si pelayan dari luar kamar.
Ceklek... suara daun pintu terbuka dari dalam , pangeran Jonathan lah yang membuka pintu tersebut.
"Katakan pada mereka untuk menunggu di ruang perjamuan, aku dan nyonya kalian akan segera turun. " ucap pangeran Jonathan saat membuka sedikit pintu merespon si pelayan.
"Baik tuan, permisi.. " si pelayan membungkuk hormat lalu undur diri melangkah kembali ke ruang perjamuan.
Didalam kamar utama, pangeran Jonathan sudah siap sejak lima belas menit yang lalu dengan setelan kemeja putih yang dilipat sampai siku dan celana panjang berwarna hitam serta sepatu kulit mengkilat dengan warna senada dengan celananya.
Kadar ketampanan pangeran Jonathan yang tidak perlu diragukan lagi, rambut pekat yang disugar kebelakang membuat kulit putih nya tampak segar.
__ADS_1
Sedangkan putri Alice saat ini masih berkutat dengan peralatan make up nya untuk menyamarkan wajah pucat yang membuat dirinya tampak seperti beberapa ratus tahun lebih tua dari usia yang sebenar nya.
Pakaian yang di kenakan putri Alice adalah dres selutut berwarna merah dengan cutting bagian atas model sabrina. Tampak seksi seperti biasanya ditambah rambut panjang yang di sanggul ke atas dengan hiasan jepit rambut berwarna emas.
Pasangan suami istri menuruni satu persatu anak tangga dari lantai atas tempat kamar utama berada menuju ruang perjamuan dimana para orang tua sudah duduk dikursi masing masing menunggu kedatangan siempunya rumah.
"Maaf membuat kalian menunggu lama.." ucap Pangeran Jonathan sopan meminta maaf atas keterlambatannya menyambut kedatangan para orang tua.
"Ah tidak nak , kami semua baru saja tiba kok. Ayo kemarilah.. " ucap Ratu Claudya merentangkan tangan hendak memeluk putri Alice.
Sedikit mengisi waktu dengan bercakap cakap ringan sembari menunggu pelayan menyajikan makanan.
"Sayang, are you okey ?" tanya Natasha Romanov saat memperhatikan putri Alice yang seperti menahan sesuatu dalam dirinya.
__ADS_1
"Aku baik baik saja ibu, hanya saja dari Kemarin aku sedikit tidak enak badan. Entahlah rasanya seperti mual tapi tidak muntah dan pusing sekali.. " putri Alice berkeluh sambil menyandarkan kepala di pundak sang ibu.
"Apa tabib sudah memeriksa kondisimu sayang ?" ucap Natasha Romanov khawatir lalu mengusap dahi sang putri Alice yang menjawab dengan gelengan kepala.
Natasha Romanov seperti mencerna sesuatu saat memperhatikan kondisi sang putri Alice , Gejala yang disebutkan Alice adalah.... Hhmmm apa jangan jangan... Natasha seketika membinarkan netranya menyimpulkan sesuatu.
"Sepertinya aku merasa, kita akan memiliki calon cucu di dalam sini.. " ucap Natasha Romanov sambil mengusap perut putri Alice, ucapan Natasha Romanov yang mengejutkan semua orang tak terkecuali pangeran Jonathan yang hampir saja menyemburkan makanan yang dia kunyah.
Uhhuukk.. Pangeran Jonathan sedikit tersedak mendengar penuturan sang ibu mertua.
Hamil ?? Alice hamil ?? Omong kosong apa ini, siapa yang menghamili Alice !!! batin pangeran Jonathan protes, karena sama sekali dirinya tidak pernah menyentuh sang istri.
"Waahh.. ini kabar gembira untuk klan besar bangsa vampir, kehadiran anggota baru keluarga bangsawan akan meninggikan derajat klan vampir ras murni bukan ?" Raja Claude berbangga diri begitu juga ratu Claudya yang merasa sangat berseri bahagia.
__ADS_1
"Sebaiknya kita bersulang dahulu, ayo Jonathan anakku angkat gelasmu untuk merayakan berita bahagia ini ." ucap ratu Claudya antusias.
Disaat yang lain mulai mengangkat gelas ditangan masing masing, pangeran Jonathan justru bangun berdiri dari duduknya lalu berkata, "Tidak baik jika kita merayakan sesuatu hal yang belum pasti, "