Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 63 Kisah Lea


__ADS_3

Damon menatap bagaimana gadis muda itu makan dengan lahap semua makanan yang dia siapkan diatas meja beberapa menit yang lalu.


Sambil bersedekap tangan Damon bertanya, "Siapa nama kamu girl ?" dengan tatapan syahdu khas Damon si gadis muda itu segera menelan makanan yang sedang dia kunyah lalu menjawab, "Namaku Lea kak, kalau kakak sendiri siapa namanya ?"


Netra gadis muda bernama Lea itu menatap Damon dengan polos menunggu yang ditanya menjawab Pertanyaannya.


"Panggil saja Damon. Kamu bisa tidur disini jika mau. " tatapan Damon masih sama, syahdu seakan penuh rayu. Padahal Damon bicara dengan nada suara biasa saja.


"Terima kasih kak, aku tidak tahu harus pergi kemana setelah diusir dari rumah.." ucap Lea terdengar pelan dan kelihatan sedih.


"Aku tidak akan mendengarkan cerita tentang keluargamu sekarang, sebaiknya setelah ini kamu tidur, ini sudah semakin malam. " Damon menolak mendengarkan kisah yang menurutnya adalah urusan pribadi yang tidak boleh di paksa cerita jika yang bersangkutan tidak mau atau belum siap.


Lagipula itu bukan urusanku..


Damon bangkit dari kursinya dan meminta Lea untuk tidur di atas sofa panjang depan televisi,


Hanya ada satu ranjang tentu itu adalah milik siempunya kamar bukan.. Damon sama sekali tidak berniat untuk berbagi ranjang dengan siapapun.


Saat ini Damon tidak tidur dirinya hanya memejamkan mata seolah olah tidur. Dalam mata yang terpejam Damon masih mengawasi Lea yang tampak mulai menyamankan diri berbaring diatas sofa setelah sebelumnya Damon memberikan sebuah bantal dan selimut.


Aku hanya membantu karena merasa kasihan, tidak lebih.. batin Damon mencoba menahan sesuatu di dalam dirinya.


Malam berlalu begitu Saja, Lea bangun pagi pagi sekali dan melihat Damon yang masih tertidur dirinya berinisiatif untuk membersihkan ruangan.


Ada bekas peralatan makan semalam yang masih menumpuk di wastafel, Lea mencuci semua peralatan makan dengan harapan semoga kakak tampan yang menolongnya tetap berbaik hati mengijinkan dirinya tinggal lebih lama.


Kakak Damon sangat tampan, dia juga sangat baik rasanya aku ingin tinggal disini lebih lama.. batin Lea sambil senyum senyum sendiri.

__ADS_1


Lea diusir dari rumah karena kelakuan nakalnya yang sering main sampai lupa pulang, bukan hanya semalam tapi berhari hari. Setiap pulang pasti bau alkohol dan jika ditanya orang tuanya kenapa pulang dalam kondisi mabuk seperti ini ? jawaban Lea simpel, karena dia masih muda dan ingin bebas melakukan apa saja yang dia mau.


Lea tidak ingin hidup susah bersama kedua orang tuanya, serba kekurangan dan tidak bahagia. Sejak sang ibu menikah lagi kehidupan Lea tidak pernah merasa tentram.


Lea memiliki feeling, ayah tirinya bukan pria yang baik.


...Sedikit flashback.. ...


Malam itu Lea pulang kerumah dengan kondisi mabuk seperti biasa. Lea mengendap endap melangkah perlahan masuk kedalam rumah yang sudah dalam kondisi lampu dimatikan.


Dirumah sepi dan gelap sepertinya semua orang sudah pada tidur, tapi sialnya saat Lea masuk ke dalam kamarnya tiba tiba seseorang juga ikut masuk dan membekap mulutnya.


Lea berontak melawan, dia ingin tahu siapa orang kurang ajar yang sudah membekap mulut dan juga menutup matanya tiba tiba. Tidak hanya itu, seseorang tadi juga dengan sengaja berniat melecehkan Lea.


Brukk.. Lea di dorong ke atas ranjang dan terasa seseorang menindih tubuhnya dari belakang.


Lea menolak dan melakukan perlawanan, dengan sengaja Lea membenturkan kepalanya keras kebelakang tepat mengenai wajah orang tersebut.


"Aarrghhh sh*it !!!" Suara seorang pria menjerit pilu melepaskan Lea begitu saja sambil memegang hidungnya.


Kesempatan ini membuat Lea nekad menendang tubuh pria tersebut sampai tersungkur di sudut ruangan.


Brugh.. pria itu jatuh karena perlawanan Lea.


Dengan cepat Lea menyalakan sakelar lampu dan bersamaan dengan itu sang ibu tampak tergopoh gopoh berlari panik menghampiri kamar Lea.


Sebuah pemandangan mengejutkan dimana Lea dengan kondisi mabuk dan penampilan berantakan berdiri didekat pintu dan seorang pria meringis kesakitan dengan hidung mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


"Astaga apa yang terjadi??!! " ibu Lea panik menghampiri sang suami yang tengah meringis kesakitan.


Lea berdiri mematung tak percaya sosok ayah tiri itu tega sekali hampir melakukan pelecehan padanya.


"Lea menggodaku sayang, dia pulang dalam kondisi mabuk bersamaan saat aku hendak mengambil minum didapur. Aku hanya ingin membantu putri kita yang jalan sempoyongan untuk istirahat di kamar tapi saat kami sampai ke dalam kamar dia berusaha menggodaku, lihatlah pakaian kurang bahan yang Lea kenakan. Aku bersumpah sudah menolak tapi dia memaksa, dan Lea memukuli aku saat aku ingin pergi dari kamarnya, aaahh sakit sekali huhuhuuu... " ayah tiri Lea merintih kesakitan mencari simpati sang istri.


"Dia bohong ibu, dia bohong !!! Sedikitpun aku tidak pernah menggoda pria itu, dia yang tiba tiba membekap mulut dan mataku lalu dia hampir melecehkan aku bu , aku tidak bohong pria itu yang bohong... " Lea mengatakan hal yang sebenarnya namun sayang justru dianggap dirinya lah yang membual.


Plakk !!


Suara tangan mendarat keras di permukaan pipi Lea, siapa lagi pelakunya kalau bukan sang ibu yang jelas lebih percaya dengan suaminya.


"Kamu anak tidak tahu diuntung Lea !!! memalukan sekali aku punya anak seperti kamu !! " ibu meluapkan amarahnya pada Lea.


Lea mengusap pipinya yang terasa panas sambil menatap nanar ke arah ibu dan ayah tiri sialan itu. Lea tidak salah tapi orang tua kandungnya justru menyalahkan dirinya.


"Pria brengsek itu yang salah, bukan aku !!!" tegas Lea sekali lagi sebelum akhirnya memilih untuk pergi dari rumah.


Sang ibu kandung justru lebih mempercayai suami barunya ketimbang anak kandung semata wayang.


"Pergi kamu dari sini Lea !!! Ibu tidak sudi melihatmu lagi , PERGI DAN JANGAN PERNAH KEMBALI !!!" suara teriakan ibu penuh amarah mengantar perginya Lea dari rumah.


Lea pergi begitu saja, dia tidak membawa apapun kecuali pakaian kurang bahan yang menempel ditubuhnya.


Udara diluar terasa dingin tapi Lea tidak peduli, dia terus melangkah dengan tatapan kosong dan rasa sakit di hatinya.


Ibu tidak percaya padaku hiks.. mereka jahat sekali..

__ADS_1


Dan begitulah kisah sebelum Lea bertemu Damon, kakak tampan penyelamat hidupnya.


__ADS_2