
Sementara itu di dalam kamar utama..
"Saya sudah mendapatkan hasil pemeriksaan atas putri Alice nyonya.. " ucap tabib Jeane menatap bergantian kearah Ratu Claudya dan Natasha Romanov.
Sedangkan putri Alice yang masih berbaring di atas ranjang hanya bisa memasang ekspresi wajah polos sendu, Semoga aku hamil.. Aku akan bisa lebih mengikat Nathan jika aku hamil aaaa senangnya jika aku beneran hamil !!!
Dan benar saja, saat tabib Jeane mengatakan jika ada kehidupan di dalam rahim putri Alice, seketika kedua ibu berjingkrak bahagia sambil berpelukan, "Kita akan punya cucu aaaa senangnya !!!" Ratu Claudya dan Natasha sangat senang dengan kabar kehamilan ini.
"Usia kehamilan putri Alice baru dua minggu nyonya, itu sebabnya gejala awal yang dialami putri Alice adalah mual dan pusing. Itu hal yang wajar selama tidak sampai membuat putri Alice pingsan kelelahan. Saya akan siapkan ramuan untuk putri Alice.. " ucap tabib Jeane yang kemudian menyiapkan ramuan obat.
Aaaa aku senang sekali, kehamilan ini akan membuat Nathan terikat denganku seumur hidup !!! batin Putri Alice yang turut tersenyum bahagia.
"Ibu.. ibu mertua.. segera sebarkan berita bahagia ini pada yang lainnya.. aku ingin semua orang tahu jika aku sedang hamil.. " kata putri Alice meminta dengan senyum manisnya.
"Ahh iya benar, kita harus memberitahu suami suami kita terutana Nathan, ayo.. " Ratu Caludya menarik tangan Natasha Romanov untuk menemani menemui para pria.
Kedua ibu menemui para pria dan menyampaikan berita bahagia ini, para orang tua merasa sangat senang kecuali pangeran Jonathan.
Sama sekali tidak ada senyum di wajah pangeran Jonathan disaat seharusnya dia berbahagia karena akan menjadi seorang ayah.
"Nathan.. temuilah istrimu kalian pasti ingin merayakan kebahagiaan ini berdua kan, kami para orang tua akan tetap disini sampai besok. Pergilah nak.. " ucap Ratu Claudya.
__ADS_1
"Baiklah.. Aku pergi dulu .." ucap pangeran Jonathan datar melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.
Tidak sedikitpun ada rasa bahagia atau empati akan kehamilan Putri Alice , pangeran Jonathan menuju kamar utama dengan sorot mata dingin dan ekspresi datar.
Brakk ! pintu kamar utama terbuka secara kasar, pangeran Jonathan melangkah masuk begitu saja langsung menghampiri putri Alice yang kini bersandar pada dashboard ranjang.
Sebelum tabib Jeane dan asisten Mouhan pamit tadi, tabib Jeane sudah memberikan racikan obat untuk menguatkan kandungan dan juga membantu memulihkan kondisi stamina calon ibu. Dosis yang akan cukup untuk dikonsumsi sampai satu minggu kedepan sebelum tabib Jeane mengunjungi untuk pemeriksaan berkala mengingat kehamilan bagi kaum vampir adalah hal yang berbeda dengan manusia normal.
Tap.. tap.. tap.. Langkah Pangeran Jonathan terhenti tepat di tepi ranjang, lalu..
"Nathan.. suamiku.. " senyum satu juta watt terpancar di wajah putri Alice namun sesaat kemudian,
Dengan satu gerakan cepat pangeran Jonathan mendekatkan wajahnya, tajam, dingin dan tanpa ekspresi.
"Aku berhasil mengikatmu, Nathanku.. " lirih putri Alice berucap sembari tersenyum smirk penuh kemenangan.
"Katakan siapa pria itu !" kata pangeran Jonathan tak kalah lirih tetapi tegas.
Dengan menyeringai manis putri Alice menjawab, "Pria itu... tentu saja adalah kamu, suamiku.. "
"Jangan membual Alice, aku sama sekali tidak menyentuhmu. Ternyata dirimu benar wanita murahan yang tidur dengan sembarang pria hahh !!" emosi pangeran Jonathan saat membayangkan betapa murahannya Alice yang hamil dengan pria lain tapi menuntut tanggung jawab dari dirinya.
__ADS_1
Plakk !!! suara telapak tangan Alice mendarat tepat di wajah pangeran Jonathan.
"Aku bukan wanita murahan suamiku, aku wanita terhormat calon penguasa bangsa vampir. Dan kamu adalah calon ayah yang pasti bertanggung jawab bukan ?? seluruh rakyat vampir klan Salvatore dan Romanov hanya akan melihat jika anak yang aku kandung adalah anakmu, anak kita.. " tatapan Putri Alice berubah tajam dengan seringai licik yang tak kalah menyeramkan.
"Aku tidak sudi bertanggung jawab untuk benih yang bukan milikku ! cepat atau lambat aku pasti akan menemukan siapa ayah dari janin sialan dalam rahimmu Alice. Dan saat aku menemukan siapa pria itu aku jamin, akan menendang kalian berdua jauh dari hadapanku dan ya, Jangan bermimpi terlalu tinggi untuk menjadi Nyonya Jonathan Salvatore karena aku akan menceraikanmu ,mengerti !!" pangeran Jonathan menarik diri, lalu kembali berdiri tegak sambil tersenyum smirk.
"Kamu tidak akan bisa menceraikan aku Nathan, aku akan mengatakan pada semua orang jika ini adalah anakmu, aku akan mengiring opini publik jika kamu berani menceraikan aku maka reputasimu sebagai pangeran vampir yang tersohor akan hancur. Aku akan membuat hidupmu sengsara Nathan !!! " putri Alice mengancam mencoba menyurutkan niat pangeran Jonathan untuk menceraikan dirinya.
Biar bagimana pun tujuan hidup putri Alice adalah memiliki pria yang dia sukai sejak kecil, apa gunanya semua yang dia miliki jika tidak bisa mendapatkan pangeran Jonathan.
pokoknya kamu akan jadi milikku Nathan !!!
"Listen Alice, terserah kamu mau mengancam seperti apa tapi keputusanku sudah bulat, aku akan menceraikanmu. Aku tidak peduli jika harus dibuang dari klan Salvatore asalkan aku bisa terbebas dari kelicikanmu. " ucap pangeran Jonathan tegas kemudian keluar dari kamar utama begitu saja.
Putri Alice menatap kepergian pangeran Jonathan dengan tatapan nanar penuh amarah, "kamu tidak akan pernah berani menceraikan aku Nathan. Kamu tidak boleh menceraikan aku !!!!!"
Kembali putri Alice terisak dan memukul bantal meluapkan amarahnya, Aku harus terus menjaga image sebagai istri yang lemah lembut dan manis, dengan begitu semua orang pasti akan bersimpatik padaku dan mendukung aku agar tetap bersatu dengan Nathan.
...----------------...
__ADS_1
VISUAL TABIB JEANE, YANG JUGA MERUPAKAN ISTRI DARI ASISTEN MOUHAN.