Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 45 Tempat tinggal baru


__ADS_3

"Nona Lily.. bangunlah kita sudah sampai. " Asisten Mouhan menepuk pundak Lily beberapa kali sampai yang bersangkutan menggeliat pelan membuka mata.


Eunghhh.. Lily mengerjapkan mata beberapa kali mencoba mengumpulkan kesadaran.


"Kita dimana tuan Han ?" Lily bertanya pada asisten Mouhan , dirinya masih berada di dalam kursi penumpang helikopter dan mencoba memindai situasi diluar sana.


"Turunlah nona, kita sudah sampai.. " Asisten Mouhan tidak menjawab pertanyaan Lily dan memilih untuk menunggu diluar helikopter.


Beberapa saat yang lalu helikopter yang ditumpangi Lily dan dikemudian asisten Mouhan mendarat dengan aman dan selamat di sebuah landasan helipad yang terletak di pelataran luas sebuah bangunan mirip mansion bergaya modern minimalis.


__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat tampak Lily turun dari helikopter dan menghampiri tempat asisten Mouhan berdiri menunggunya.


"Kita dimana tuan Han ?" tanya Lily sekali lagi. Situasi lingkungan tersebut terasa asing dan Lily sama sekali tidak tahu dimana mereka berada.


Bagaimana bisa ada bangunan mewah modern di tengah rimbun hutan diatas bukit ??


"Panggil Han saja nona.. " ucap singkat Asisten Mouhan yang kini tangan kirinya tengah merogoh sesuatu di dalam saku celananya.


"Silakan nona.. " Asisten Mouhan mengulurkan tangan bermaksud menyerahkan sebuah kunci untuk Lily.


"Ini kunci mansion di belakang anda nona, mulai sekarang anda akan tinggal di sini. Semua yang anda butuhkan sudah tersedia lengkap didalam sana termasuk sebuah mobil yang ada di garasi. " asisten Mouhan masih tidak merubah posisi tangannya yang terulur menyerahkan kunci mansion.

__ADS_1


"Aku tidak pernah meminta untuk dibelikan Mansion dan segala barang mewah lainnya Han, aku tidak bisa menerima sesuatu yang tidak jelas asal usulnya. Apa kamu mengambil uang bayaranku untuk membeli semua kemewahan ini Han ?" Lily menatap penuh selidik, karena dia sama sekali merasa pernah meminta dicarikan tempat tinggal apalagi semewah mansion yang ada dibelakang nya ini.


Lily mulai berpikir, jangan jangan asisten Mouhan sengaja menyiapkan segala sesuatunya lalu setiap bulan Lily harus membayar cicilan sampai seharga mansion dan barang mewah lainnya itu.


Aaaaa tidak tidak tidak !!! aku hanya ingin melanjutkan hidup dengan tenang tanpa mikir bayar cicilan !!! batin Lily berteriak protes lalu semakin menatap tajam kearah Asisten Mouhan.


"Maaf Han.. apa kamu sengaja ingin memerasku hah ?? darimana aku bisa membayar cicilan semua kemewahan ini setiap bulannya ?? Apa mentang mentang kamu tahu berapa isi rekeningku, jadi kamu sengaja meminta aku untuk menerima semua ini lalu setiap bulan kamu minta aku buat bayar angsuran, begitukan rencanamu Han ?? JAWAB !!" emosi Lily mulai naik diserti nafas yang naik turun menderu mencari tahu.


"Pffttt hahahaa.. Jadi anda mengira jika semua ini saya sengaja siapkan lalu meminta anda membayar cicilan setiap bulan pada saya nona Lily ??" asisten Mouhan tidak bisa menahan tawa saat mendengar penuturan Lily tentang dirinya.


Asisten Mouhan menggelang kepala beberapa kali sebelum mengucapkan, "Ini semua gratis nona, anda tidak akan sedikitpun dimintai cicilan setiap bulan. Semua ini milik anda, gratis.. "

__ADS_1


Glekk.. Lily kesusahan menelan salive nya sendiri, saat mendengar kata gratis tentu emosi Lily seketika mereda dan netranya berubah menjadi berbinar antusias,


"Siapa yang memberikan mansion mewah beserta isinya dan juga mobil secara gratis untuk wanita kasta rendah seperti aku ini Han ??" pertanyaan Lily terlontar serius meski binar bahagia terpancar dari wajahnya.


__ADS_2