
Beberapa saat kemudian,
Setelah Lily berhasil menenangkan dirinya, asisten Mouhan mengajak Lily untuk masuk ke dalam mansion.
"Mari nona, saya antar anda untuk berkeliling. " Aisisten Mouhan melangkahkan kaki duluan diikuti oleh Lily dibelakangnya.
"Tunggu Han, haish cepat sekali jalanmu !!" Lily sedikit berlari untuk mensejajarkan langkahnya dengan asisten Mouhan.
Padahal Han ini seperti seorang yang tipikal malas gerak, gerakan Han terlihat lamban dibandingkan vampir pada umumnya tapi, haishh.. aku tidak bisa menyeimbangkan diriku. Lambannya vampir memang beda ish.. batin Lily merasa gemas sendiri karena langkahnya selalu tertinggal dari asisten Mouhan.
Asisten Mouhan memang tampaknya lamban padahal kaki panjangnya itu satu langkah seperti dua langkah bagi manusia. Asisten Mouhan melangkah lebar jadi tidak harus cepat tapi bisa cepat sampai, dan sedangkan Lily yang memiliki postur tubuh lebih kecil tentu saja kesulitan saat ini sepertinya Asisten Mouhan sengaja ingin menyelesaikan semuanya agar bisa segera pergi.
"Han !! astaga kamu ini, bisa kan jalan seperti biasanya agar aku bisa mengikuti. " Ucap Lily yang kini berdiri dihadapan Asisten Mouhan yang berdiri didepan pintu.
"Maaf nona.. cuaca nya panas. " ucap singkat asisten Mouhan yang seperti kegerahan.
__ADS_1
"Astaga kamu gerah ya Han, ayo kita masuk saja didalam ada ac kan ?kamu harus mendinginkan diri. " Lily segera memasukkan kunci yang sedari tadi ada ditangannya lalu membuka pintu mansion.
Vampir juga bisa gerah ya hhmmm..
Ceklek... pintu mansion mewah itu terbuka lebar.
Lily masuk diikuti asisten Mouhan yang segera menyetel pendingin ruangan.
Terkesima.. adalah apa yang dirasakan Lily saat ini. Desain interior sangat mewah dan modern, setidaknya bagi Lily ini sangat mewah dan berkelas.
Begitu masuk langsung terasa nyaman, Lily termasuk orang yang menyukai hunian yang tidak harus ribet dengan banyak barang namun cukup dengan apa yang dia butuhkan.
Di sudut lain ada ruangan khusus untuk aktifitas memasak seperti dapur, bagian dapur ini cukup luas dan di desain coozy, ini lebih dari cukup aku gunakan untuk kegiatan memasakku nanti. batin Lily yang berencana akan membuka bisnis di bidang kuliner.
Sudah jadi impian Lily jika dirinya ingin memiliki usaha restoran yang menghidangkan sajian olahan makanan Asia. Entah kenapa Lily sangat pintar memasak aneka hidangan yang berasal dari Asia, seperti bebek betutu, sate lilit, nasi gurih sambal bali dan lainnya.
__ADS_1
Setelah menyusuri dapur, Asisten Mouhan mempersilakan Lily melihat kamar utama, kamar pribadi yang didesain dengan elemen brown woods serta nuansa merah muda.
Satu ranjang berukuran besar, dengan area walk in closet dengan rentetan pakaian seukuran tubuh Lily, meja rias lengkap dengan peralatan rias dan sebuah nakas berbentuk klasik terdiri dari beberapa laci untuk menyimpan barang barang berharga seperti uang dan perhiasan.
Yang membuat Lily terkesima adalah sebuah jendela besar di dalam kamar utama tersebut yang menghadap langsung kearah luar dimana bagian luar mansion memiliki halaman yang cukup luas dan berbatasan langsung dengan hutan.
Rimbun pepohonan yang menjulang tinggi menimbulkan kesan asri dan alami tersendiri bagi Lily yang sejak kecil terbiasa hidup sendiri.
Sejak kecil aku tidak punya teman jadi hidup sendirian di dalam mansion yang berbtasan langsung dengan hutan tidak masalah.. batin Lily sambil menatap kearah luar jendela.
Selanjutnya, asisten Mouhan membawa Lily ke bagian atas mansion yang didesain rooftop garden.
Area atap mansion disulap menjadi lahan kebun minimalis yang sudah di tanami aneka tanaman sayur dan buah di satu sisi dan di sisi lain, di desain sebagai tempat menikmati pemandangan di malam hari dimana terdapat sofa bag dan meja serta lampu pencahayaan berwarna kuning seperti cahaya lilin.
"Semua disiapkan benar benar seusai yang aku inginkan padahal aku tidak pernah membicarakan konsep rumah impian ku pada siapapun.. " ucap Lily yang kini tengah duduk di sofa bag menikmati udara sore hari yang semakin sejuk.
__ADS_1
"Mulai besok anda bisa beraktivitas seperti manusia normal lainnya nona. Dan jika anda membutuhkan sesuatu ini.. " asisten Mouhan mengeluarkan sebuah kotak yang entah sejak kapan ada ditangan nya.
Lily menerima kotak tersebut lalu membukanya,