Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 36 Sedikit egois


__ADS_3

"Apa maksudmu Lily !!" tiba tiba pangeran Jonathan melangkah maju lalu menarik tangan Lily agar menatapnya.


Nathan dan Lily berdiri berhadapan, Nathan menatap kedalam netra Lily bertanya tanya, "Apa yang kamu bicarakan tadi adalah omong kosong kan baby ? kita akan tetap bersama meski harus melawan dua klan besar bangsa vampire, aku tidak peduli dengan semuanya aku hanya menginginkan kamu, hidup abadi bersamamu adalah tujuan hidupku.. " netra Nathan berkaca kaca, baru sekali ini dalam hidupnya sebagai vampir berusia ratusan tahun sangat menggebu menginginkan sesuatu.


Biasanya pangeran Jonathan selalu patuh dengan apa perkataan orang tua, Nathan tidak pernah melawan sedikitpun tapi kali ini, biarlah Nathan menjadi sedikit egois karena ingin memperjuangkan impian nya bersama wanita pilihannya.


"Nathan.. aku tahu, aku bisa merasakan ketulusan itu, perasaanmu padaku sangat tulus bahkan aku juga merasakan getaran yang sama tetapi Nathan.. kita tidak bisa hidup dalam bayang bayang ancaman dua klan besar bangsa vampire. Aku tidak sekuat itu untuk mampu melawan mereka, apalagi yang kita lawan adalah para orang tua. Maaf Nathan aku tidak bisa jika harus melawan orang tua, mengertilah.. " tatapan Lily juga mengembun saat mengucapkan kalimat itu hingga,


GREBB.. dalam satu tarikan cepat Nathan menarik Lily ke dalam pelukan. Memeluk erat wanita yang telah mencuri hatinya seakan tidak pernah rela jika harus melepaskan.

__ADS_1


Menyebalkan sekali, kenapa Nathan harus memeluk wanita ja lang itu, Aarrgghh !! Alice teriak frustrasi di dalam hatinya benar benar tidak menyukai adegan romantis di hadapannya.


Beberapa saat kemudian Lily menarik diri dari dekapan Nathan, hati Lily merasa sendu tetapi dia harus menentukan pilihan saat ini juga.


"Nathan, let me go honey.. "kedua mata Lily berkaca kaca hingga air mata lolos begitu saja.


Melihat Nathan sedih Lily lebih merasa sedih, melihat Nathan berkaca kaca menahan air mata Lily justru berurai air mata.


Nathan menatap kosong saat ini pandangan nya entah menerawang kemana, kalut adalah apa yang dirasakan Nathan saat ini, seperti burung yang hampir terbebas dari dalam sangkar namun justru terjatuh saat terbang, sakit sekali rasanya..

__ADS_1


"Keputusan yang tepat Lily, kami sangat menghargai keputusanmu yang bersedia mengalah dan menyingkir dari kehidupan putra Kami Nathan. Kamu tidak perlu khawatir tentang semua kesepakatan yang kamu setujui saat bekerja sama dengan Nathan. Kami akan membayar setiap dollar tanpa kurang satu sen pun, terima kasih sekali lagi karena sudah bersikap bijak. " ucap ratu Claudya menatap Lily dengan menyunggingkan senyum keibuan.


"Tapi ssaya hanya akan pergi setelah melihat nominal gaji selama saya bekerja dengan pangeran Jonathan, saya tidak ingin ada kekurangan sedikitpun dalam pembayaran tersebut. " celetukan Lily membuat suasana yang tadinya mellow dan kaku kini sedikit mencair.


Lily mengusap kasar air mata yang sempat membasahi wajahnya, lalu memasang ekspresi wanita materialistis yang hanya mementingkan uang.. uang.. dan uang..


"Apa kamu tidak percaya pada kami Lily ? tentu saja kamu akan menerima gaji sesuai hari kamu bekerja di kastil Orion ini." ucap sang raja vampir.


"Saya tidak akan percaya sebelum melihat langsung semuanya. Bukankah syarat kita bisa bertahan didunia manusia adalah dengan memiliki banyak sekali uang dan saldo tabungan ?" smirk jenaka Lily benar benar sukses mengubah situasi di dalam ruangan.

__ADS_1


"Benar benar wanita materilistis yang tidak layak menjadi pendamping hidup Pangeran Jonathan" gumam Alice dengan tatapan sinis menghunus ke arah Lily.


__ADS_2